MAGETAN – Jajaran pengurus DPC PDI Perjuangan Kabupaten Magetan melakukan aksi borong telur langsung dari peternak lokal. Sebanyak 500 kilogram telur tersebut kemudian dibagikan secara cuma-cuma kepada masyarakat yang membutuhkan.
Ketua DPC PDI Perjuangan Magetan, Diana Sasa, menegaskan bahwa aksi ini merupakan manifestasi dari semangat gotong royong dalam menjawab persoalan di akar rumput.
Menurutnya, partai politik memiliki tanggung jawab moral untuk hadir di tengah krisis, bukan sekadar muncul saat kontestasi pemilu.
”Ketika peternak menjerit karena harga dan distribusi, kita harus ikut bergerak. Maka hari ini kami membeli dan membagikan setengah ton telur kepada masyarakat,” ujar Diana, Senin (11/5/2026).

Menghidupkan Ekonomi Lokal
Kondisi pasar yang tidak menentu belakangan ini memang menjadi pukulan telak bagi para peternak telur di Magetan. Dengan membeli langsung dalam jumlah besar, PDI Perjuangan berharap dapat membantu menjaga perputaran modal di tingkat peternak.
Meskipun menyadari bahwa langkah ini belum bisa mengintervensi harga pasar secara menyeluruh, Diana yang juga anggota DPRD Jawa Timur menilai keberpihakan konkret jauh lebih dibutuhkan saat ini.
”Langkah ini mungkin tidak menyelesaikan persoalan secara keseluruhan, namun setidaknya dapat menjadi bentuk keberpihakan konkret sekaligus menghidupkan semangat solidaritas sosial,” tambahnya.

Instruksi untuk Kader
Tidak berhenti di tingkat kabupaten, DPC PDI Perjuangan Magetan ini juga menginstruksikan seluruh kader dan pengurus di berbagai tingkatan untuk melakukan aksi serupa. Juga seluruh anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Magetan untuk membeli telur dan membagikannya di daerah pemilihan masing-masing.
Para kader diminta menyisihkan kemampuan mereka untuk membeli produk-produk dari peternak di lingkungan masing-masing.
”Gotong royong harus menjadi gerakan bersama. Yang punya kemampuan lebih, bantu yang sedang kesulitan. Itu semangat yang ingin terus kita hidupkan,” pungkas Diana.
Aksi sosial yang melibatkan petugas piket DPC ini mendapat sambutan hangat dari warga. Selain menjadi bantuan pangan bergizi, langkah ini dinilai sebagai pemantik bagi elemen masyarakat lain untuk lebih peduli terhadap nasib produsen pangan lokal di tengah situasi ekonomi yang tak menentu.(rud/hs)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










