Kamis
23 Juli 2026 | 8 : 38

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Survei LSI, PDI Perjuangan Bakal Menangkan Pemilu 2024

pdip-jatim-211221-bendera-silhuet-banteng

JAKARTA – PDI Perjuangan diprediksi masih akan memenangkan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024. Prediksi tersebut terkuak dalam hasil survei nasional yang digelar Lembaga Survei Indonesia (LSI).

Direktur Eksekutif LSI Djayadi Hanan menyaatakan bahwa dalam survei yang diadakan pada 13 – 21 Agustus 2022 itu, elektabilitas PDIP masih cukup kuat. Partai berlambang banteng moncong putih itu berada di urutan pertama dengan perolehan suara 26,6 persen jika pemilu diadakan hari ini.

“PDIP masih memperoleh suara tertinggi kalau pemilu diadakan sekarang, yaitu di kisaran 26,6 persen diikuti Golkar, Gerindra, dan Demokrat,” ujar Djayadi dalam konferensi pers secara daring, Minggu (4/9/2022).

Djayadi menyatakan Partai Golkar, Gerindra dan Demokrat berebut posisi 2, 3, dan 4. Golkar, menurut survei itu berada di posisi kedua dengan 11,7 persen, Gerindra 9,9 persen, dan Demokrat 8,7 persen.

Baca juga: Survei SMRC Sebut PDI Perjuangan Masih Tertinggi, Ini Pesan Kusnadi untuk Kader Banteng Jatim

Sementara untuk partai urutan empat ke bawah, Djayadi menyebut hasilnya masih sama dengan survei-survei sebelumnya.

“Belum ada satu pun partai baru yang memeroleh suara signifikan. Partai luar parlemen seperti Perindo atau PSI juga masih belum memeroleh angka yang cukup menonjol,” kata Djayadi.

LSI melakukan survei ini dengan mewawancarai secara langsung 1.220 responden yang sudah berusia 17 tahun atau lebih dan dipilih secara random (multistage random sampling).

Margin of error dari ukuran sampel tersebut sebesar +/- 2.9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen dengan asumsi simple random sampling.

Quality control terhadap hasil wawancara dilakukan secara random sebesar 20 persen dari total sampel oleh supervisor dengan kembali mendatangi responden terpilih (spot check). Dalam quality control itu tidak ditemukan kesalahan berarti.

PDIP merupakan partai dengan perolehan suara terbanyak pada Pemilu 2014 dan 2019. Pada 2014, mereka memperoleh 18,95 persen suara sementara pada Pemilu 2019 partai besutan Megawati Soekarnoputri itu memperoleh 19,33 persen suara.

Berikut hasil survei elektabilitas partai politik yang dilakukan LSI:

  1. PDIP – 26,6 persen
  2. Golkar – 11,7 persen
  3. Gerindra – 9,9 persen
  4. Demokrat – 8,7 persen
  5. PKB – 6,6 persen
  6. PKS – 6,0 persen
  7. PPP – 4,2 persen
  8. Nasdem – 4,0 persen
  9. Perindo – 2,3 persen
  10. PAN – 2,0 persen
  11. PSI – 1,2 persen
  12. Hanura – 0,4 persen
  13. Berkarya – 0,4 persen
  14. Garuda – 0,1 persen
  15. PKPI – 0,1 persen
  16. PBB – 0,0 persen
  17. Gelora – 0,0 persen
  18. Ummat – 0,0 persen
  19. Lainnya – 0,0 persen
  20. Tidak Tahu / Tidak Menjawab – 15,8 persen

(goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Hari Anak Nasional, Kanang Berbagi Motivasi kepada Wali Murid SDN Margomulyo 2 Ngawi

NGAWI – Peringatan Hari Anak Nasional 2026 menjadi momen istimewa bagi keluarga besar SDN Margomulyo 2 Ngawi. ...
LEGISLATIF

Dukung Sekolah Terintegrasi, Fraksi PDIP DPRD Kabupaten Malang Tolak Pengambilalihan Aset Daerah

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Malang mendukung pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi dan Sekolah Rakyat, ...
RUANG MERAH

Menghitung Genarasi Emas dari Lambung

Oleh Martin Rachmanto ADA sebuah fragmen ingatan yang abadi dari dekade 1950-an, ketika halaman Istana Negara belum ...
KRONIK

Hari Anak Nasional 2026, PDI Perjuangan Tegaskan Komitmen Wujudkan Generasi Emas

JAKARTA — PDI Perjuangan menyampaikan pesan penting dalam peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026. Partai ...
KRONIK

Banyuwangi Asri, Ribuan Warga Bergerak Bersihkan Pantai Ancol Plengsengan

BANYUWANGI – Lebih dari seribu orang bergerak membersihkan pantai di kawasan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Minta Pemeriksaan Dugaan Penyimpangan Dana Rp8 Miliar di KBS Dituntaskan

SURABAYA – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meminta proses pemeriksaan dugaan penggunaan dana tidak wajar sekitar Rp8 ...