Senin
02 November 2026 | 9 : 40

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Survei: Elektabilitas PDIP Dekati Perolehan Suara Pemilu 1999

pdip-jatim-jokowi-megawati-salam-3-jari

JAKARTA – Satu lagi lembaga survei yang menyebutkan elektabilitas PDI Perjuangan masih tertinggi.

Adalah Center for Political Communication Studies (CPCS), di mana hasil survei yang dilakukan menyebutkan PDI Perjuangan meraih elektabilitas sebesar 31,7 persen, tertinggi ketimbang partai lainnya.

“Tidak bisa dipungkiri, kemenangan Jokowi dalam dua periode berkontribusi pada tingginya elektabilitas PDIP,” jelas Direktur Eksekutif CPCS Tri Okta SK dalam siaran persnya, di Jakarta, Rabu (11/3/2020).

Baca juga: PDI Perjuangan Bakal Kembali Juarai Pemilu di 2024

Menurut dia, elektabilitas PDI Perjuangan itu mendekati perolehan suara fenomenal pada Pemilu Legislatif 1999.

Sebagai partai penguasa, kata dia, PDIP menguasai sumber daya dan terkait erat dengan kebijakan-kebijakan pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin saat ini.

“Jika dibuat clustering, PDI Perjuangan menempati posisi papan atas bersama Gerindra (14,5 persen) dan Golkar (8,9 persen),” urainya.

Menurut Okta, ketiga partai politik ini mendominasi percaturan politik dan menjadi penentu kebijakan di legislatif maupun eksekutif, dengan PDI Perjuangan sebagai inti dari segitiga kekuatan dominan tersebut.

Pada posisi papan tengah, PKS unggul dengan elektabilitas 6,7 persen, disusul PKB 5,9 persen, Demokrat 4,6 persen, dan PPP 3,1 persen.

“Bisa dikatakan bahwa PKS menjadi partai Islam paling unggul, jika dilihat meningkatnya partisipasi dari Pileg 2014 ke 2019 tampaknya PKS berhasil merebut suara golput dari pemilih Islam,” kata Okta.

Sisanya posisi papan bawah didominasi partai-partai dari kalangan nasionalis. NasDem memimpin dengan elektabilitas 2,9 persen, tetapi turun jauh dari perolehan suara pada Pileg 2019.

“PSI mampu merebut segmen pemilih nasionalis yang selama ini golput, dengan kenaikan elektabilitas menjadi 2,8 persen,” kata Okta.

Berikutnya PAN dengan elektabilitas 1,6 persen, Hanura 0,9 persen, Perindo 0,7 persen, Berkarya 0,6 persen, Partai Garuda 0,4 persen, PBB 0,3 persen, dan terakhir PKPI 0,1 persen.

“Selain PAN, partai-partai tersebut pada Pileg 2019 lalu gagal mengirim wakil ke Senayan, dan diperkirakan akan kembali menjadi partai gurem,” ujarnya.

Survei CPCS dilakukan pada 20-29 Februari 2020, dengan jumlah responden 1.200 orang mewakili seluruh provinsi di Indonesia.

Metode survei dilakukan secara acak bertingkat (multistage random sampling) dengan margin of error ±2,9 persen dan pada tingkat kepercayaan 95 persen. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KRONIK

Aris Sulawan Bersama Warga Walikukun Gotong Royong Bangun Sejumlah Bak Sampah

NGAWI – Keterbatasan fasilitas pembuangan sampah masih menjadi persoalan kebersihan lingkungan di sejumlah wilayah ...
EKSEKUTIF

BKK Desa di Ngawi dari P-APBD 2026 Kisaran Rp 100 – 200 Juta

NGAWI – Sebanyak 122 desa di Kabupaten Ngawi mendapatkan alokasi Bantuan Keuangan Khusus (BKK) desa pada perubahan ...
KRONIK

Buyer Filipina Tertarik Kopi Banyuwangi, Bupati Ipuk Dorong Peluang Ekspor

BANYUWANGI – Kopi Banyuwangi menarik perhatian buyer asal Filipina. Sembilan calon pembeli dari negara tersebut ...
LEGISLATIF

Untari Ajak Warga Kota Malang Jadi Pionir Lingkungan Bersih, Mulai dari Pilah Sampah di Rumah

MALANG – Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur Sri Untari Bisowarno mengajak masyarakat Kota Malang menjadi pionir ...
LEGISLATIF

Guntur Wahono Gagas Koperasi untuk Perkuat Ekonomi Sinden Blitar Raya

BLITAR – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Guntur Wahono, menggagas pembentukan koperasi bagi anggota ...
KRONIK

Bangkalan Sabet Tiga Penghargaan Wilwatikta Awards, Bupati Lukman: Ada Kerja Keras Petani

SURABAYA – Kabupaten Bangkalan meraih tiga kategori penghargaan dalam ajang Jawapos.com Wilwatikta Awards 2026. ...