Kamis
17 September 2026 | 1 : 24

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Sukadar Soroti Efisiensi Anggaran yang Dilakukan Pemerintah Pusat

pdip-jatim-250212-reses-ideologi-1

SURABAYA – Anggota Komisi C DPRD Kota Surabaya Sukadar minta penghematan yang dilakukan pemerintah pusat jangan sampai berdampak pada hajat hidup orang banyak.

“Selama untuk kebutuhan hajat hidup orang banyak, maka jangan sampai terjadi efisiensi,” tegas Sukadar di Surabaya, kemarin.

Dia menjelaskan bahwa efisiensi atau penghematan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) secara tidak langsung berdampak pada berbagai program yang akan dilakukan Pemkot Surabaya.

“Ketika kami menganggarkan APBD ternyata ada efisiensi, apalagi terkait Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Alokasi Umum (DAU) yang biasa diterima dari APBN, sekarang Surabaya tidak menerima sama sekali karena terjadi efisiensi anggaran oleh pemerintah pusat,” jelas Sukadar

“Kami harap ada support dari APBN, tapi kenyataannya APBN sendiri ada pemangkasan, secara otomatis kota pun ikut terpangkas,” imbuh politisi PDI Perjuangan tersebut.

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya sendiri hampir tidak menyisakan anggaran yang mencukupi, selain itu cash flow dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang ada dinilai belum maksimal.

“Pendapatan kita bertumpu pada Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sedangkan dari sektor lain dari perusahaan perhotelan, tempat hiburan malam atau bidang lainnya kita belum mendapatkan pajak yang bisa kita himpun secara maksimal, hal itu menyebabkan beberapa program yang kita rencanakan di tahun ini tidak bisa langsung dilaksanakan karena cash flow tidak mencukupi,” ujarnya.

Sukadar juga menjelaskan bahwa Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang baru masih menunggu pelantikan wali kota dan wakil wali kota yang awal mulanya tanggal 6 Februari mundur menjadi 20 Februari.

“Perlu dijelaskan pada masyarakat bahwa posisi RPJMD  itu menunggu wali kota dan wakil wali kota dilantik terlebih dahulu. Setelah itu baru kita susun RPJMD yang baru,” ungkapnya.

Dia pun menjelaskan bahwa wacana peminjaman dana sendiri masih menuai pro kontra dikalangan legislatif. Namun menurutnya apabila ingin terjadinya percepatan pembangunan maka perlu adanya dana ekstra yang dimiliki untuk menyelesaikan seluruh kebutuhan yang ada.

“Di DPRD Surabaya sendiri ada yang sepakat, ada pula yang menolak, padahal hal ini benar-benar urgent untuk mengatasi permasalahan yang ada di Pemkot Surabaya. Karena satu tahun anggaran tidak cukup untuk menyelesaikan seluruh persoalan yang ada di Kota Surabaya,” pungkasnya. (gio/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

SEMENTARA ITU...

Tantri Bararoh Pimpin PA GMNI Kabupaten Malang, Komitmen Kawal Nasib Kaum Marhaen  

MALANG – Tantri Bararoh resmi memimpin Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional ...
KRONIK

Kawal Kasus Rudapaksa Disabilitas, Hj. Ansari PDIP Desak Pemulihan Mental Total bagi Korban

PAMEKASAN – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI, Hj. Ansari, meminta penanganan kasus dugaan rudapaksa terhadap ...
LEGISLATIF

Fraksi PDI Perjuangan Tulungagung Soroti Tingginya Silpa dan Perjuangkan Kelayakan Gaji PPPK

TULUNGAGUNG – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Tulungagung menyoroti tingginya SILPA (Sisa Lebih Pembiayaan ...
SEMENTARA ITU...

Kediri Bidik Emas Senam Porprov 2027, Atlet Dibina Sejak Usia SD

KEDIRI — Kabupaten Kediri mulai mematangkan target prestasi cabang olahraga senam untuk menghadapi Porprov Jawa ...
LEGISLATIF

DPRD Trenggalek Dorong Perda Pesantren dan Madin Mulai Berlaku Maksimal 2027

TRENGGALEK – Peraturan daerah (Perda) tentang Penyelenggaraan Pesantren dan Madrasah Nonformal atau Madrasah ...
EKSEKUTIF

Terbukti Pungli Retribusi Sampah, Dua PPPK Paruh Waktu DLH Surabaya Diberhentikan

SURABAYA — Pemkot Surabaya memberhentikan dua pegawai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu ...