Selasa
21 Juli 2026 | 11 : 09

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Sosialisasi Wawasan Kebangsaan, Sugeng Beber Peran Pemuda Tangkal Radikalisme

pdip-jatim-reses-sugeng-1

MALANG – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Jawa Timur Sugeng Pujianto menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Wawasan Kebangsaan bertempat di Bale Rembug, Desa Jambangan, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, Minggu (20/2/2022).

Di acara ini, Sugeng menerangkan seputar peran vital generasi muda dalam berbagai aspek kehidupan berbangsa dan bermasyarakat. Salah satunya adalah menangkal masuknya ideologi-ideologi asing yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila.

“Pemuda harus memiliki semangat kebangsaan untuk menangkal segala paham-paham radikal di tengah-tengah masyarakat kita. Bangsa ini membutuhkan pemuda-pemuda yang tangguh dan berpegang teguh pada Pancasila,” tegas Sugeng.

Terlebih saat ini, sebutnya, persebaran informasi sangat sulit untuk dibendung. Penyebaran konten-konten bersifat provokatif dan memecah belah sangat sering ditemui terutama di media sosial yang sering dijadikan sarana oleh kelompok radikal untuk menghasut generasi muda.

“Penguatan nilai-nilai kebangsaan haruslah ditanamkan baik di lingkungan sekolah maupun universitas. Jangan sampai lembaga pendidikan yang melahirkan insan intelektual lantas dicekoki dengan paham radikal yang dapat merongrong kebhinekaan,” imbuh anggota Komisi D DPRD Provinsi Jawa Timur tersebut.

Sementara itu, Syafril Nazirudin, Kabiro Media dan Opini BKN PDI Perjuangan yang menjadi narasumber dalam kegiatan Sosialisasi Wawasan Kebangsaan ini menegaskan bahwa pemuda adalah ujung tombak pembangunan bangsa.

Sehingga sangat tidak mengherankan apabila kelompok-kelompok radikal menjadikan pemuda sebagai target penyebaran paham radikalisme.

“Beberapa waktu belakangan ramai di media sosial terkait dengan peristiwa penendangan sesajen, dan juga pengharaman kesenian wayang. Perlu digelorakan semangat untuk melawan paham-paham ekslusif yang mencoba untuk menggerus adat, tradisi, dan budaya warisan luhur bangsa,” beber Syafril.

Menurutnya, generasi muda adalah pihak yang paling rentan terpapar ideologi dan pandangan radikal. Hal ini disebabkan propaganda kelompok-kelompok tersebut yang disebarkan melalui medsos dan sengaja menargetkan generasi muda yang mayoritas pengguna medsos.

“Pemikiran-pemikiran bersifat eksklusif dan provokatif ini, memiliki potensi besar untuk merusak toleransi dan persatuan bangsa apabila para pemuda tidak memiliki fondasi pemahaman dasar mengenai kebangsaan dan Pancasila yang kuat,” jelasnya.

Mahasiswa Doktor Ilmu Politik itu juga berpesan, kepada pemuda pemudi yang hadir dalam kesempatan ini, untuk terus merawat dan menjaga tradisi, adat, dan budaya setempat.

Sehingga paham-paham eksklusif seperti khilafahisme akan susah untuk menyebarkan pemahamannya di tengah masyarakat. (ace/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Baktiono Dorong Pemkot Surabaya Proaktif Cari Pimpinan Perumda yang Kompeten

Anggota Komisi B DPRD Surabaya Baktiono meminta Pemkot Surabaya proaktif mencari figur profesional berkompeten ...
HEADLINE

Hasto: Program MBG Lebih Efektif Jika Libatkan Warung dan UMKM Lokal

Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menilai Program Makan Bergizi Gratis akan lebih efektif jika melibatkan ...
KRONIK

Dongkrak UMKM, Business Matching BEC x SCF Capai Rp 1,22 Miliar

BANYUWANGI – Kolaborasi Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) yang digelar Pemkab Banyuwangi dan Sekarkijang Creative ...
EKSEKUTIF

Bupati Gresik Cup 2026, Wadah Menjaring dan Mengasah Kemampuan Atlet

GRESIK – Sebanyak 1.413 atlet resmi memulai persaingan di Bupati Gresik Cup 2026. Ajang ini sebagai wadah menjaring ...
UMKM

DPRD Kabupaten Pasuruan Kemas Produk UMKM Jadi Oleh-oleh untuk Tamu Kedinasan

KABUPATEN PASURUAN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pasuruan terus menunjukkan komitmen nyata ...
KRONIK

RedTalks Segera Hadir, Ajak Generasi Muda Kupas Nasionalisme di Era Modern

SURABAYA – Di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi digital, makna nasionalisme terus ...