Sabtu
05 April 2025 | 3 : 56

Sosialisasi Pengutamaan Bahasa Negara, Puti Ingatkan Pentingnya Diplomasi Kesusastraan

PDIP-Jatim Puti 04052023

SURABAYA – Anggota Komisi X DPR RI, Puti Guntur Soekarno, menyoroti penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar di tengah globalisasi dan kemajuan teknologi yang saat ini memengaruhi perubahan perilaku masyarakat, termasuk dalam penggunaan bahasa Indonesia.

“Kita harus mengakui, dewasa ini penggunaan bahasa Indonesia memprihatinkan. Banyak istilah di ruang publik yang seharusnya menggunakan bahasa Indonesia malah diabaikan dan justru menggunakan bahasa asing seperti e-money, lalu nama makanan,” ujar Puti dalam acara Sosialisasi Pengutamaan Bahasa Negara bagi Penutur Terbina di Surabaya, Kamis (4/5/2023).

Menurutnya, banyak anak muda yang lupa berbahasa Indonesia yang baik dan benar. Sebagian mereka justru merasa lebih bangga menggunakan bahasa asing maupun bahasa gaul atau slang.

“Banyak anak muda kita yang gagap dan tidak paham saat diajak berbicara menggunakan bahasa Indonesia dan lebih bangga, fasih menggunakan bahasa asing, apalagi di kota-kota besar. Ini kan memprihatinkan?” ujarnya dengan nada tanya.

Politisi PDI Perjuangan itu juga menjelaskan, setiap warga negara memiliki tanggung jawab untuk menghargai bahasa persatuan dan bahasa nasional, yakni bahasa Indonesia. Orang tua, tambahnya, yang merupakan tempat pendidikan pertama bagi anak, harusnya bisa mengajarkan dan menanamkan kebanggaan terhadap anak untuk berbahasa Indonesia yang baik dan benar.

“Ini menjadi tugas bersama. Perjuangan negara ini bukan hanya melalui angkat senjata, tapi juga diplomasi lewat kalimat, kesusastraan, pidato dengan menggunakan kata dan bahasa yang hebat, sehingga bisa menggerakkan rakyat dan melawan penjajah untuk mewujudkan kemerdekaan. Menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, menjadi salah satu bentuk penghargaan kita kepada para pejuang bangsa,” tuturnya.

Dalam banyak kesempatan, Puti sendiri lebih memilih untuk menyampaikan paparan ataupun pidatonya dalam menggunakan bahasa Indonesia yang kemudian baru diterjemahkan dalam bahasa asing saat di forum formal di lingkup internasional. Hal tersebut sebagai wujud kebanggaan sekaligus jati diri sebagai bangsa Indonesia.

“Ini lebih kepada kebanggaan menggunakan bahasa nasional kita. Seperti Bung Karno yang fasih berbahasa Inggris maupun bahasa asing lainnya, tapi dalam menggerakkan masyarakat, dan banyak kesempatan, Bung Karno lebih memilih menggunakan bahasa Indonesia untuk menggerakkan rakyat,” terangnya.

Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI itu juga mengingatkan pesan Bung Karno, yakni “gunakanlah bahasa Indonesia, pelajarilah bahasa Inggris (bahasa internasional), dan peliharalah serta lestarikanlah bahasa daerah”.

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Soal Rencana Pertemuan Megawati dan Prabowo, Jubir PDI Perjuangan: Silaturahmi Tokoh Bangsa Ini Sangat Penting

BLITAR – Juru bicara (jubir) PDI Perjuangan Ahmad Basarah menyebutkan, rencana pertemuan Ketua Umum (Ketum) PDI ...
HEADLINE

Tradisi Keluarga Jelang Puasa dan Pasca Lebaran, Megawati Nyekar Makam Ayahandanya, Bung Karno

BLITAR – Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri berziarah atau nyekar ke makam Presiden pertama Republik ...
KRONIK

Open House Bupati Banyuwangi, Sejumlah Teman Difabel Berbagi Inspirasi Kesuksesan

BANYUWANGI – Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menggelar open house di Pendopo Sabha Swagatha, Kamis ...
KRONIK

Catat, Ini Tanggal dan Tempat Gelaran Festival Ketupat Sumenep 2025

SUMENEP – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep akan menggelar Festival Ketupat 2025 pada Senin, 7 April 2025, di ...
KRONIK

Diaspora Banyuwangi Kumpul Harumkan Tanah Kelahiran dan Kuatkan Solidaritas

BANYUWANGI – Ratusan perantau asal Banyuwangi berkumpul melepas kangen akan tanah kelahiran dalam Festival Diaspora ...
HEADLINE

Kada PDI Perjuangan yang Absen di Retret Gelombang I, Megawati Instruksikan Ikut Gelombang II

JAKARTA – Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri memerintahkan para kepala daerah dari partai berlambang ...