Selasa
05 Mei 2026 | 9 : 15

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Tunggakan BPJS Kesehatan Dihapus, Deni: Langkah Nyata Pemerintah Perluas Perlindungan Sosial

Deni Wicaksono
Wakil Ketua DPRD Jawa Timur, Deni Wicaksono.

SURABAYA – Wakil Ketua DPRD Jawa Timur, Deni Wicaksono mengapresiasi kebijakan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang menyiapkan anggaran sebesar Rp20 triliun untuk menghapus tunggakan iuran BPJS Kesehatan.

Deni menilai kebijakan ini sebagai langkah strategis pemerintah dalam memperkuat sistem jaminan sosial nasional, sekaligus memperluas akses pelayanan kesehatan yang berkeadilan bagi seluruh rakyat Indonesia, khususnya di Jawa Timur.

Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jatim ini mengatakan, keputusan tersebut selaras dengan amanat UUD 1945 pasal 28H ayat (1) yang menyatakan hak setiap warga negara untuk memperoleh pelayanan kesehatan.

“Sebagai partai yang berpihak kepada wong cilik, kami menyambut baik langkah pemerintah ini. Negara harus hadir melindungi rakyat, terutama mereka yang selama ini kesulitan membayar iuran BPJS,” ujar Deni Wicaksono di Surabaya, Jumat (24/10/2025).

Alumnus FISIP Unair Surabaya itu memandang kebijakan penghapusan tunggakan iuran BPJS Kesehatan sebagai bukti konkret hadirnya negara untuk rakyat, khususnya kelompok ekonomi menengah ke bawah.

Dengan dihapuskannya tunggakan tersebut, jutaan masyarakat bisa kembali aktif menjadi peserta BPJS Kesehatan dan mendapatkan jaminan layanan medis yang utuh tanpa hambatan administrasi.

“Langkah ini merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah untuk memperluas perlindungan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” ujarnya.

Berdasarkan data BPJS Kesehatan, masih terdapat jutaan peserta non-aktif akibat menunggak iuran, termasuk di Jawa Timur.

Dengan adanya alokasi Rp20 triliun ini, pemerintah diharapkan mampu mengaktifkan kembali kepesertaan masyarakat rentan, seperti pekerja informal, petani, buruh harian, dan pelaku UMKM.

Jawa Timur termasuk provinsi dengan jumlah peserta BPJS Kesehatan terbanyak di Indonesia.

Fraksi PDIP DPRD Jatim pun menilai kebijakan penghapusan tunggakan ini akan memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kualitas layanan kesehatan di rumah sakit, puskesmas, dan klinik daerah.

Pemprov Jatim diharapkan dapat memperkuat integrasi data kepesertaan dan subsidi daerah, agar manfaat kebijakan benar-benar tepat sasaran dan dirasakan masyarakat yang membutuhkan.

Selain mendukung penuh kebijakan pemerintah pusat, anggota Fraksi PDIP DPRD Jatim ini juga menekankan pentingnya transparansi dan pengawasan ketat terhadap penyaluran dana Rp20 triliun tersebut.

“Pemerintah daerah dan DPRD memiliki tanggung jawab moral serta politik untuk memastikan dana ini benar-benar digunakan untuk kepentingan rakyat,” tegas Deni.

PDIP menilai, pengawasan ketat diperlukan agar tidak terjadi penyalahgunaan anggaran, sekaligus untuk memastikan keberlanjutan program jaminan kesehatan nasional di masa mendatang.

Oleh karenanya, kata Deni, Pemprov Jatim bersama Dinas Kesehatan dan BPJS Kesehatan Jatim segera melakukan pendataan ulang peserta non-aktif agar penerima manfaat penghapusan tunggakan tepat sasaran.

Selain itu, optimalisasi anggaran kesehatan daerah agar kebijakan pusat sejalan dengan perluasan Universal Health Coverage (UHC) di tingkat daerah.

“Pengawalan legislatif daerah melalui pembahasan APBD 2026 agar sinergi kebijakan pusat dan daerah di sektor kesehatan terus berkelanjutan,” bebernya.

Fraksi PDIP, imbuhnya, juga menyoroti kondisi rumah sakit di Jawa Timur yang mengalami tekanan finansial akibat persoalan pembayaran klaim BPJS.

Sebanyak 439 rumah sakit anggota Persatuan Rumah Sakit Indonesia (Persi) Jawa Timur dilaporkan mengalami kerugian hingga Rp500 miliar sepanjang tahun 2024 akibat 12.000 kasus pending claim atau sengketa klaim dengan BPJS Kesehatan.

Akibatnya, biaya pelayanan yang telah dilakukan rumah sakit tidak bisa dibayarkan, sehingga mengganggu stabilitas keuangan fasilitas kesehatan.

“Kami terus mengawal kebijakan pro-rakyat ini agar setiap warga negara memperoleh hak kesehatan secara adil dan bermartabat,” pungkasnya. (yols/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Nihil Anggaran BPJS Buruh Tani 2026, DPRD Jember Soroti Prioritas APBD

Nihilnya anggaran BPJS buruh tani Jember 2026 disorot DPRD, sementara program seremonial justru bernilai miliaran. ...
KABAR CABANG

PDIP Tulungagung Siap Jadi Kolaborator Ruang Ekspresi dan Pengembangan Potensi Kreatif

TULUNGAGUNG – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tulungagung berkomitmen mendukung pegiat seni, budayawan, dan generasi ...
KRONIK

PAC PDI Perjuangan Manding Bersama Warga Bersihkan Gulma di Lahan Pertanian

SUMENEP – Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan Kecamatan Manding, Kabupaten Sumenep, menggelar aksi gotong ...
EKSEKUTIF

Rijanto: Kolaborasi Pemda dan Komunitas Sosial Harus Diperluas untuk Perkuat Layanan Masyarakat

Rijanto dorong kolaborasi pemerintah dan komunitas sosial diperluas dalam Harlah Laskar Peduli Kasih Blitar. BLITAR ...
KRONIK

DPRD Banyuwangi Lanjutkan Pembahasan Tiga Raperda, Masrohan: Masukan Masyarakat Jadi Pertimbangan

BANYUWANGI – DPRD Kabupaten Banyuwangi melalui Panitia Khusus (Pansus) kembali melakukan pembahasan terhadap 3 ...
UMKM

Nuansa Tempo Dulu di Pasar Panganan Giri Biyen Gresik, Transaksi Pakai Koin Gobog

GRESIK – Suasana Kampung Kajen, Desa Giri, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, tampak berbeda pada Minggu ...