Senin
17 Agustus 2026 | 6 : 19

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Fraksi PDI Perjuanngan DPRD Jatim Dukung Pencabutan Enam Perda

pdip-jatim-251024-indriani-yulia

SURABAYA – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur mendukung pencabutan enam peraturan daerah (Perda) yang diajukan dalam Rancangan Perda tentang Pencabutan Perda.

Salah satunya perda yang sebelumnya diminta Gubernur Jawa Timur untuk tidak dicabut, yakni Perda Nomor 10 Tahun 2012 tentang Pengelolaan Bandara Abdulrachman Saleh Malang.

Juru bicara Fraksi PDI Perjuangan, Indriani Yulia Mariska, mengatakan bahwa pencabutan seluruh perda tersebut merupakan langkah penyesuaian terhadap peraturan perundang-undangan dan penyelarasan kewenangan sesuai dengan prinsip otonomi daerah yang bertanggung jawab.

“Fraksi PDI Perjuangan berpandangan bahwa pencabutan keenam perda memiliki dasar hukum yang kuat sekaligus urgensi sosial yang nyata,” ujar Indriani saat menyampaikan pandangan fraksi di rapat paripurna DPRD Jawa Timur, Kamis (23/10/2025).

Fraksi PDI Perjuangan menilai Perda Nomor 10 Tahun 2012 seharusnya dicabut karena pengelolaan bandara sipil kini menjadi kewenangan pemerintah pusat.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, kewenangan tersebut tidak lagi berada di tingkat provinsi.

“Surat dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara yang dijadikan dasar oleh gubernur bersifat administratif dan tidak dapat meniadakan ketentuan undang-undang yang lebih tinggi,” tegasnya.

Fraksi PDI Perjuangan menyatakan bahwa sikap tersebut juga sejalan dengan pandangan Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Jawa Timur, yang telah menyepakati perlunya pencabutan Perda Nomor 10 Tahun 2012.

Hal itu, kata Indriani, mencerminkan konsistensi kelembagaan DPRD dalam menjaga supremasi hukum dan mencegah tumpang tindih kewenangan antara pemerintah pusat dan daerah.

“Perbedaan pandangan antara gubernur dan DPRD adalah hal yang wajar dalam proses legislasi. Justru ini menunjukkan kedewasaan politik dan komitmen terhadap transparansi pembentukan peraturan,” ujarnya.

Fraksi PDI Perjuangan juga mendorong agar perbedaan pendapat itu diselesaikan melalui mekanisme hukum yang sah di Kementerian Dalam Negeri.

“Penyelesaian dapat dilakukan secara obyektif melalui Direktorat Produk Hukum Daerah agar hasil legislasi memiliki legitimasi konstitusional yang kuat,” kata dia.

Selain itu, Fraksi PDI Perjuangan mengapresiasi penggunaan metode omnibus dalam pencabutan lima perda lainnya yang dinilai tidak relevan. Menurut Indriani, langkah tersebut akan mempercepat harmonisasi hukum dan meningkatkan efisiensi pemerintahan daerah.

“Seluruh proses pencabutan perda harus berpijak pada asas keadilan sosial, efisiensi pemerintahan, dan tanggung jawab moral untuk menghadirkan hukum yang benar-benar melayani rakyat Jawa Timur,” pungkasnya. (yols/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Malam Tiba di Flores, Risma dan Ganjar Langsung Temui Pengungsi Gempa

MANGGARAI BARAT – Jajaran DPP PDI Perjuangan tidak menunggu pagi untuk menemui warga terdampak gempa di Flores, ...
KRONIK

Peringati Kemerdekaan RI, ASN Banyuwangi Bagikan Ribuan Bendera Gratis untuk Warga

BANYUWANGI – Beragam cara dilakukan warga Banyuwangi untuk memperingati Hari Kemerdekaan RI. Salah satunya, para ...
KABAR CABANG

Energi Baru Pemilu 2029: Gen Z dan Perempuan Dominasi Pengurus Ranting PDIP Mojokerto

MOJOKERTO – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Mojokerto merampungkan seluruh tahapan konsolidasi dan pembentukan ...
LEGISLATIF

Novita Hardini Dorong UMKM Trenggalek Kantongi SNI, Jadi “Jaket Pengaman” Produk

TRENGGALEK – Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Dapil VII Jawa Timur, Novita Hardini, mendorong pelaku UMKM di ...
LEGISLATIF

Anggota DPRD Jatim Ony Setiawan Dorong Penguatan UMKM dan Koperasi di Tuban

TUBAN – Anggota Komisi B DPRD Provinsi Jawa Timur Fraksi PDI Perjuangan, Ony Setiawan, menginisiasi program ...
KRONIK

Amithya Ingatkan Generasi Muda Tak Kehilangan Jati Diri di Era Digital

MALANG – Ketua DPRD Kota Malang Amithya Ratnanggani Sirraduhita mengingatkan masyarakat agar tidak kehilangan jati ...