Minggu
11 Oktober 2026 | 12 : 08

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Fraksi PDI Perjuanngan DPRD Jatim Dukung Pencabutan Enam Perda

pdip-jatim-251024-indriani-yulia

SURABAYA – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur mendukung pencabutan enam peraturan daerah (Perda) yang diajukan dalam Rancangan Perda tentang Pencabutan Perda.

Salah satunya perda yang sebelumnya diminta Gubernur Jawa Timur untuk tidak dicabut, yakni Perda Nomor 10 Tahun 2012 tentang Pengelolaan Bandara Abdulrachman Saleh Malang.

Juru bicara Fraksi PDI Perjuangan, Indriani Yulia Mariska, mengatakan bahwa pencabutan seluruh perda tersebut merupakan langkah penyesuaian terhadap peraturan perundang-undangan dan penyelarasan kewenangan sesuai dengan prinsip otonomi daerah yang bertanggung jawab.

“Fraksi PDI Perjuangan berpandangan bahwa pencabutan keenam perda memiliki dasar hukum yang kuat sekaligus urgensi sosial yang nyata,” ujar Indriani saat menyampaikan pandangan fraksi di rapat paripurna DPRD Jawa Timur, Kamis (23/10/2025).

Fraksi PDI Perjuangan menilai Perda Nomor 10 Tahun 2012 seharusnya dicabut karena pengelolaan bandara sipil kini menjadi kewenangan pemerintah pusat.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, kewenangan tersebut tidak lagi berada di tingkat provinsi.

“Surat dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara yang dijadikan dasar oleh gubernur bersifat administratif dan tidak dapat meniadakan ketentuan undang-undang yang lebih tinggi,” tegasnya.

Fraksi PDI Perjuangan menyatakan bahwa sikap tersebut juga sejalan dengan pandangan Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Jawa Timur, yang telah menyepakati perlunya pencabutan Perda Nomor 10 Tahun 2012.

Hal itu, kata Indriani, mencerminkan konsistensi kelembagaan DPRD dalam menjaga supremasi hukum dan mencegah tumpang tindih kewenangan antara pemerintah pusat dan daerah.

“Perbedaan pandangan antara gubernur dan DPRD adalah hal yang wajar dalam proses legislasi. Justru ini menunjukkan kedewasaan politik dan komitmen terhadap transparansi pembentukan peraturan,” ujarnya.

Fraksi PDI Perjuangan juga mendorong agar perbedaan pendapat itu diselesaikan melalui mekanisme hukum yang sah di Kementerian Dalam Negeri.

“Penyelesaian dapat dilakukan secara obyektif melalui Direktorat Produk Hukum Daerah agar hasil legislasi memiliki legitimasi konstitusional yang kuat,” kata dia.

Selain itu, Fraksi PDI Perjuangan mengapresiasi penggunaan metode omnibus dalam pencabutan lima perda lainnya yang dinilai tidak relevan. Menurut Indriani, langkah tersebut akan mempercepat harmonisasi hukum dan meningkatkan efisiensi pemerintahan daerah.

“Seluruh proses pencabutan perda harus berpijak pada asas keadilan sosial, efisiensi pemerintahan, dan tanggung jawab moral untuk menghadirkan hukum yang benar-benar melayani rakyat Jawa Timur,” pungkasnya. (yols/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

SEMENTARA ITU...

Doding Berharap Padepokan PSHT Karangan Jadi Pusat Pembinaan Karakter dan Persaudaraan

TRENGGALEK – Ketua DPRD Trenggalek Doding Rahmadi berharap pembangunan Padepokan Persaudaraan Setia Hati Terate ...
EKSEKUTIF

Empat Bulan Belum Dioperasi, Eri Cahyadi Pindahkan Pasien Kanker ke RSUD Soewandhie

SURABAYA – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meminta percepatan penanganan medis terhadap Dian, warga penyandang ...
LEGISLATIF

Milton Dick Pimpin IPU hingga 2029, Puan Maharani Harap Peran Parlemen Dunia Menguat

TANZANIA – Ketua DPR RI Puan Maharani berharap Milton Dick, yang terpilih sebagai Presiden ke-32 ...
KABAR CABANG

Gedung DPC PDIP Kabupaten Malang Dikembangkan Jadi Rumah Rakyat, Ini Fasilitasnya

DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang berencana mengembangkan kantor menjadi Rumah Rakyat dengan fasilitas rumah ...
LEGISLATIF

Krisis Air Petani Tumpang, Zulham Desak Tugu Tirta Bangun Embung atau Sumur Artetis

MALANG – Wakil Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Malang, Zulham Akhmad Mubarok, mendesak Perumda Air Minum ...
UMKM

Kisah Busono Membangun Kemandirian Petani Tembakau Senori

TUBAN — Kiprah kader partai politik tidak melulu soal adu gagasan di panggung kekuasaan. Di sudut Kabupaten Tuban, ...