Minggu
27 September 2026 | 10 : 25

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Banyuwangi Gelar Ritual Meras Gandrung dan Festival Musik Perkusi

PDIP-Jatim-Ipuk-Fiestiandani-24102025

BANYUWANGI – Pertunjukan kolosal 1.400 penari Gandrung Sewu 2025 akan digelar di Pantai Marina Boom, pada Sabtu (25/10/2025). Dalam rangkaian event yang masuk Kharisma Event Nusantara Kementerian Pariwisata itu, Pemkab Banyuwangi menggelar ritual Meras Gandrung dan Banyuwangi Percussion Festival sehari sebelumnya, pada Jumat (24/10/2025).

Meras Gandrung yang digelar di Pantai Boom, mulai pukul 15.00, merupakan ritual merayakan kelulusan atau wisuda menjadi penari Gandrung. Dalam ritual ini, penari Gandrung menjalani prosesi sakral yang dipimpin oleh penari Gandrung senior.

“Prosesi ini menampilkan keseluruhan tahap seorang penari, mulai awal belajar hingga akhirmya resmi diwisuda sebagai penari gandrung profesional,” ujar Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani.

Tahun ini, Gandrung Sewu mengangkat tema “Selendang Sang Gandrung” yang bermakna tentang warisan budaya, cinta kasih dan perjuangan masyarakat Osing dalam pelestarian tradisi.

Penari yang tampil bukan hanya anak-anak berbakat dari Banyuwangi. Dari 1.300 penari, 200 di antaranya adalah anak muda dari daerah lain seperti Malang, Kediri, Sidoarjo, Gresik, Pasuruan, Probolinggo, Bali, dan Situbondo.

Bukan hanya itu, akan tampil juga penari diaspora asal Banyuwangi dari Sorong Papua dan Sumatera Selatan. Juga seorang penari dari Amerika Serikat.

“Gandrung Sewu bukan sekadar pagelaran seni, tapi juga ajang konsolidasi sosial. Di sini semua pihak turut berpartisipasi demi suksesnya Gandrung Sewu” jelas Ipuk.

Setelah menyaksikan Meras Gandrung, juga disajikan pentas musik perkusi yang unik dan otentik dalam Banyuwangi Percussion Festival, di Terminal Terpadu Sobo mulai 18.00 WIB.

“Tiga sanggar seni musik di Banyuwangi dan sanggar seni dari Solo akan beradu kepiawaian dalam membawakan alat-alat musik pukul. Ini akan menjadi penampilan yang menyenangkan dan menarik bagi para penonton,” tutur Ipuk.

Politisi PDI Perjuangan juga menjelaskan, perkusi yang bakal ditampilkan adalah perkusi Osing khas Banyuwangi. Ciri khasnya terletak pada kecepatan pukulan dan harmoni musik rancan nan energik. Tema ini sengaja dipilih untuk mengenalkan identitas kultur di kabupaten ujung Pulau Jawa itu.

“Kami ingin khasanah musik perkusi Using Banyuwangi bisa ditampilkan secara baik dan menghibur. Sehingga masyarakat luas akan makin mengenalnya,” tandas Ipuk. (ars/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Akad Massal KPR Subsidi di Banyuwangi, Bupati Ipuk Dorong Akses Rumah Terjangkau

BANYUWANGI – Sebanyak 100 keluarga di Banyuwangi mengikuti akad massal Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bersubsidi, ...
SEMENTARA ITU...

Ngaji Pusaka Jadi Ruang Edukasi Generasi Muda, Doding: Kenalkan Keris sebagai Warisan Budaya

TRENGGALEK – Tradisi Ngaji Pusaka dalam rangkaian Bersih Desa Sukowetan, Kecamatan Karangan, Kabupaten Trenggalek, ...
LEGISLATIF

Amithya Desak Korban Kekerasan di Sekolah Dapat Trauma Healing dan Pendampingan Intensif

MALANG – Ketua DPRD Kota Malang Amithya Ratnanggani Sirraduhita mendesak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan ...
EKSEKUTIF

Mas Dhito Ajak Santri Warisi Semangat Resolusi Jihad dan Terapkan dalam Kehidupan

KEDIRI – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menitipkan pesan kepada para santri agar terus mewarisi semangat ...
KABAR CABANG

DPC Magetan Kibarkan Bendera Setengah Tiang Hormati Wafatnya Guruh Soekarnoputra

MAGETAN — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Magetan menginstruksikan seluruh jajaran pengurus ...
KRONIK

Kenangan Didik Nurhadi Bersama Guruh Soekarnoputra: Pesan PIP hingga Tolak Politik Uang

Didik Nurhadi mengenang kedekatannya dengan Guruh Soekarnoputra sejak 2014 sebagai Ketua BAGUS. Ia mengingat pesan ...