PASURUAN – Calon Wakil Presiden Nomor Urut 03, Mahfud MD menghadiri Rembuk Rakyat di Stadion Untung Suropati, Kota Pasuruan, Senin (5/2/2024).
Saat melakukan orasi di depan ratusan orang yang hadir, Mahfud MD salah satunya menyoroti banyaknya warga yang berhak mendapat bantuan sosial (bansos), tapi bertahun-tahun tidak tersentuh.
Mahfud MD juga menyinggung aksi pembagian bansos di pinggir jalan raya yang tidak tepat sasaran.
“Ada di sini yang gak pernah dapat ya bu,” tanya Mahfud MD.
Sontak peserta acara berteriak sambil mengangkat dan melambaikan tangannya.
“Iya tidak dapat, tidak pernah dapat, banyak,” teriak mereka.
Mendapati pernyataan itu, Mahfud MD menyatakan bahwa banyak penyaluran bansos yang tidak tepat sasaran.
“Karena administrasinya kacau,” tegas dia.
Dia juga menyoroti adanya oknum pegawai yang membawa bansos untuk dirinya sendiri.
“Ada bansos yang dibagi di pinggir jalan itu tidak boleh. Karena kalau bagi bansos itu dilihat KTP-nya, apakah kamu miskin atau tidak. Kalau setiap orang lewat bawa motor dikasih bansos itu tak berhak atas bansos. Lha ini semua nanti kita akan membuat KTP Sakti,” terang Mahfud MD disambut tepuk tangan.

Dia menegaskan jika penyaluran bansos adalah tugas negara dalam menunaikan UUD 1945, di mana fakir miskin dan anak terlantar dipelihara negara. Atas dasar itulah, uang negara yang bersumber dari APBN digunakan untuk penyaluran bansos.
“Uang untuk bansos ini gampang. Uang untuk membantu petani dan nelayan itu gampang. Pertama dari APBN karena rakyat membayar pajak. Yang kedua, dari korupsi orang yang kita potong habis-habisan. Korupsi sekarang itu jumlahnya triliunan.
“Yang saya tangani saja ada Rp687 triliun. Kalau Rp30 triliun saja dibagikan kesejahteraan petani, untuk dibagi ke rakyat yang membutuhkan, itu mudah, asal kita berani memberantas korupsi,” tandasnya.(moc/hs)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










