oleh

Soal Penggantian Bambang DH, Wasekjen: Plt Memang Hanya 3 Bulan

pdip-jatim-bambang-dh-011JAKARTA – Wakil Sekjen DPP PDI Perjuangan Ahmad Basarah mengatakan, Bambang DH merupakan kader loyalis Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Loyalitas Bambang DH teruji sejak zaman PDI Promeg yang penuh dengan perjuangan dan penderitaan.

“Jadi dia pasti loyal ke Bu Mega,” kata Basarah, dalam keterangan kepada media, (Selasa, 30/8/2016).

Pernyataan Basarah ini terkait kabar yang menyebutkan, bahwa penggantian Bambang DH sebagai Plt Ketua DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta  seiring dengan penolakan tegasnya terhadap Ahok untuk dicalonkan menjadi Gubernur DKI Jakarta.

Basarah menegaskan, penolakan Bambang DH terhadap Ahok bukan bentuk pembangkangan terhadap Megawati. Hal ini dilakukan karena faktor kekecewaan kalangan kader dan pengurus partai di DKI Jakarta yang sudah menggumpal sebagai reaksi terhadap sikap Ahok yang sudah berkali-kali melecehkan eksistensi PDI Perjuangan.

Sikap Bambang ini, jelas Basarah, hanyalah sebagai artikulator keresahan pengurus dan kader partai di DKI Jakarta yang dia pimpin sebagai Plt Ketua DPD PDI Perjuangan Jakarta. (Baca juga: DPP PDI Perjuangan Tetapkan Adi Wijaya sebagai Ketua Definitif PDIP DKI)

Menurutnya, pergantian Bambang DH kepada Adi Wijaya karena memang tugas utama dia sebagai Ketua Bidang Pemenangan Pemilu DPP PDI Perjuangan, harus fokus mengurus 101 Pilkada serentak 2017 di seluruh Indonesia dengan target kemenangan sebesar 50 persen.

“Jabatan Ketua Plt DKI yang diembannya sudah lebih dari tiga bulan. Sementara menurut ketentuan partai, jabatan Ketua Plt tidak boleh lebih dari tiga bulan,” jelasnya.

Dengan demikian, lanjut Basarah, opini dan pendapat yang mengatakan pergantian Bambang DH dari jabatan Ketua Plt PDI Perjuangan DKI Jakarta karena menolak Ahok, tidaklah tepat.

Apalagi semua kader dan pengurus PDI Perjuangan DKI Jakarta, termasuk Bambang DH, akan tetap setia menunggu keputusan resmi Megawati

“Berbagai dinamika politik partai kami di Jakarta terkait dengan pilkada, termasuk soal penolakan terhadap Ahok, adalah dinamika dan dialektika politik yang wajar dalam tradisi PDI Perjuangan sebagai partai penganut madzhab demokrasi terpimpin yang menjaga disiplin hirarki kepemimpinan organisasi,” paparnya.

Sementara itu, Bambang DH mengatakan, soal pergantiannya sebagai Plt Ketua DPD PDIP DKI sebagai suatu yang wajar. “Dalam organisasi biasa saja. Kan memang Plt, hanya sementara,” ungkap Bambang.

Soal sikapnya selama ini, jelas Bambang, hal itu semata untuk memperjuangkan aspirasi politik warga Jakarta, terutama mereka yang berasal dari kalangan menengah ke bawah.

“Partai politik tugasnya kan mengartikulasikan kepentingan rakyat. Itu (penolakan terhadap Ahok) bukan suara pribadiku. Itu arus bawah. Saya hanya ingin jangan sampai partai tercerabut dari akar kerakyatannya,” terangnya. (goek)