Selasa
15 September 2026 | 5 : 02

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Ketika Bung Karno ‘Menyapa’ Gen Z Jember

pdip jatim 260613 pra bbk dpc jember 1

Kantor DPC PDI Perjuangan Jember berubah wajah selama Bulan Bung Karno 2026. Ribuan anak muda memadati markas partai untuk mengikuti Soekarno Fun Run dan E-Sport, menghadirkan wajah politik yang lebih dekat dengan generasi muda.

JEMBER – Biasanya orang datang ke kantor partai membawa banyak hal.

Membawa undangan rapat.

Membawa proposal.

Membawa aspirasi.

Atau membawa urusan politik yang serius.

Namun pemandangan berbeda terlihat di Jalan Supriadi Nomor 54, Kelurahan Baratan, Kecamatan Patrang, Jember, pada Jumat hingga Sabtu, 12-13 Juni 2026.

Di halaman Kantor DPC PDI Perjuangan Jember, tak tampak wajah-wajah tegang yang sedang membicarakan strategi politik.

Yang terlihat justru anak-anak muda.

Banyak sekali anak muda.

Sebagian mengenakan kaos olahraga.

Sebagian lagi sibuk menenteng ponsel.

Ada yang antre mengambil jersey.

Ada yang sibuk menukarkan tiket.

Ada yang berfoto bersama teman-temannya.

Suasana yang biasanya identik dengan rapat dan konsolidasi mendadak berubah menjadi ruang publik yang hidup.

Riuh.

Hangat.

Dan penuh energi.

Juni memang selalu punya tempat khusus bagi PDI Perjuangan.

Bulan ini dikenal sebagai Bulan Bung Karno. Sebuah momentum untuk mengenang lahirnya Pancasila, hari lahir Bung Karno, hingga wafatnya Sang Proklamator.

Namun di Jember, peringatan itu tidak berhenti pada seremoni atau diskusi sejarah.

Ia menjelma menjadi ruang perjumpaan generasi baru.

Di dalam gedung, aula yang biasanya dipenuhi kursi rapat berubah fungsi.

Meja-meja registrasi berdiri berjajar.

Relawan hilir mudik melayani peserta Soekarno Fun Run 2026 yang datang mengambil perlengkapan lomba.

Sementara di sisi lain gedung, layar-layar besar memantulkan cahaya dari arena Soekarno E-Sport.

Suara komentator sesekali terdengar memecah keramaian.

Anak-anak muda berkumpul mengelilingi layar, menyaksikan pertandingan yang berlangsung sengit.

Dua dunia yang selama ini terlihat berbeda olahraga fisik dan olahraga digital bertemu dalam satu ruang.

Dan semuanya berlangsung di kantor partai.

Pemandangan yang mungkin sulit dibayangkan beberapa tahun lalu.

Di balik kesibukan itu, ada sosok yang ikut memastikan semuanya berjalan sesuai rencana.

Namanya Aditya Kevin Prananda.

Di usia yang masih tergolong muda, ia mendapat kepercayaan mengomandoi pelaksanaan Soekarno Fun Run tahun ini.

Bagi Kevin, tugas itu bukan sekadar menyelenggarakan sebuah acara.

Ada tantangan yang lebih besar.

Bagaimana membuat anak muda merasa bahwa politik tidak selalu berjarak.

Bahwa kantor partai tidak selalu identik dengan ruang yang kaku.

Bahwa partai politik juga bisa menjadi tempat bertemunya kreativitas, olahraga, teknologi, dan gagasan-gagasan baru.

“Kami ingin unjuk gigi sebagai kader yang mampu menyelenggarakan acara yang memang diminati dan relevan dengan selera kalangan muda,” ujarnya.

Pilihan itu terlihat dari cara mereka menyusun acara.

Fun Run dipilih karena tren olahraga lari sedang digemari banyak kalangan.

E-Sport dihadirkan karena menjadi bagian dari budaya generasi digital.

Di sekitar arena, berbagai stan usaha berdiri meramaikan suasana.

Brand-brand yang akrab di telinga anak muda ikut hadir.

Mereka menjual produk, membangun interaksi, sekaligus menghidupkan denyut ekonomi kreatif lokal.

Pemandangan ini memberi kesan bahwa politik sedang mencoba menemukan bahasa baru.

Bahasa yang lebih mudah dipahami generasi muda.

Bahasa yang tidak melulu berupa pidato panjang atau jargon-jargon ideologis.

Tetapi hadir dalam bentuk aktivitas yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Mungkin itulah yang membuat halaman kantor partai di Baratan akhir pekan ini terasa berbeda.

Politik tidak lagi berdiri di atas panggung yang tinggi.

Ia turun ke bawah.

Bercampur dengan peluh para pelari.

Bersanding dengan layar pertandingan E-Sport.

Berjalan bersama pelaku UMKM.

Dan berbincang dengan anak-anak muda yang selama ini sering dianggap jauh dari dunia politik.

Di sudut Jember itu, sebuah pesan sederhana sedang dicoba disampaikan.

Bahwa politik bisa hadir tanpa harus terasa menakutkan.

Bahwa partai bisa menjadi rumah yang terbuka.

Dan bahwa masa depan, pada akhirnya, memang sedang dipersiapkan oleh generasi yang hari ini memenuhi halaman kantor itu dengan tawa, semangat, dan mimpi-mimpi mereka sendiri. (art/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

HEADLINE

Said Abdullah: Gaji P3K 2027 Ditanggung Pusat, Disiapkan Anggaran Rp23 Triliun

JAKARTA — Kabar baik bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K). Mulai 2027, gaji atau honorarium P3K ...
EKSEKUTIF

Rijanto: Komunikasi Lintas Kelompok Penting untuk Jaga Kerukunan Blitar

BLITAR — Bupati Blitar Rijanto menegaskan pentingnya komunikasi dengan berbagai kelompok keagamaan untuk menjaga ...
EKSEKUTIF

Eri Siapkan Bendera Hitam untuk PD yang Gagal Bina Kampung Pancasila

SURABAYA — Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyiapkan sanksi simbolik berupa bendera hitam bagi perangkat daerah ...
KRONIK

Amin Thohari Kembali Salurkan Air Bersih, Kini 2 Desa di Kedungadem

BOJONEGORO– Anggota DPRD Kabupaten Bojonegoro Fraksi PDI Perjuangan, Amin Thohari, kembali menyalurkan bantuan air ...
LEGISLATIF

Raperda P-APBD 2026 Disepakati, Syaifuddin: Anggaran Pendidikan dan Kesehatan Tak Boleh Dicoret

SURABAYA — Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) ...
LEGISLATIF

DPRD Magetan Sidak Gudang Pengepul Kentang Mitra Indofood usai Keluhan Petani Soal Panen Lambat

MAGETAN — Komisi B DPRD Kabupaten Magetan turun langsung meninjau gudang pengepul kentang di Jalan Raya ...