Senin
14 September 2026 | 3 : 22

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Bulan Bung Karno di Lumajang, PDIP Jatim Gelar Doa Bersama dan Bagikan 56 Tumpeng

pdip jatim 260612 doa bersama bbk 1

DPD PDI Perjuangan Jawa Timur menggelar doa bersama dan tahlil Bulan Bung Karno di Lumajang. Said Abdullah menegaskan pentingnya merawat tradisi kebangsaan dan meneladani semangat pengabdian Bung Karno kepada rakyat.

LUMAJANG – DPD PDI Perjuangan Jawa Timur menggelar doa bersama dan tahlil dalam rangka memperingati Bulan Bung Karno di Kabupaten Lumajang, Jumat (12/6/2026) malam.

Kegiatan berlangsung di Glagah Arum, Senduro, Lumajang tersebut menjadi momentum untuk merawat tradisi kebangsaan sekaligus meneguhkan semangat gotong royong dan pengabdian kepada rakyat yang diwariskan Presiden pertama Republik Indonesia, Ir Soekarno.

Baca juga: Implementasikan Arahan Megawati, PDIP Jatim Tanam 1.000 Pohon di Lumajang

Acara yang berlangsung khidmat itu diikuti kader PDI Perjuangan dari berbagai tingkatan, termasuk kalangan generasi muda atau Gen Z. Doa bersama dipimpin langsung Pengasuh Pondok Pesantren Darul Muhlisin, Gus Khoir.

Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, MH Said Abdullah, mengatakan tradisi tasyakuran dan doa bersama merupakan bagian dari budaya bangsa yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Menurutnya, bangsa Indonesia mampu bertahan hingga saat ini karena tetap menjaga tradisi menghormati dan mendoakan para pendahulu yang telah berjasa bagi bangsa dan negara.

“Tradisi tasyakuran dan doa bersama ini lahir dari kebudayaan bangsa kita. Sampai hari ini bangsa Indonesia tetap eksis karena memiliki tradisi menghormati dan mendoakan para pendahulu. Dalam ajaran Islam pun, sejak zaman Rasulullah SAW, mendoakan orang-orang yang telah mendahului merupakan bagian dari ikhtiar menjaga hubungan batin dan keteladanan,” ujar Said.

Ketua Badan Anggaran DPR RI itu menegaskan, Bulan Bung Karno tidak semata menjadi ajang mengenang sosok proklamator, tetapi juga momentum untuk meneladani nilai perjuangan, pengabdian, dan kecintaan Bung Karno kepada rakyat.

Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Kehormatan DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Agus Wicaksono, menyebut rangkaian kegiatan tersebut merupakan refleksi bagi kader partai untuk terus mewarisi api perjuangan Bung Karno melalui kerja nyata di tengah masyarakat.

“Dalam rangka Bulan Bung Karno, ini menjadi refleksi bagi kita semua untuk mewarisi api perjuangannya, yang salah satunya diwujudkan melalui semangat bergotong royong. Karena itu, dalam agenda ini kami juga melaksanakan tahlil bersama dan membagikan 56 tumpeng kepada masyarakat,” kata Agus.

Sebanyak 56 tumpeng dibagikan kepada masyarakat sebagai simbol 56 tahun wafatnya Bung Karno sekaligus wujud semangat berbagi dan kebersamaan yang menjadi bagian dari nilai-nilai perjuangan sang proklamator.

Agus menambahkan, kehadiran Gus Khoir memberikan penguatan nilai spiritual sekaligus kebangsaan kepada para kader, terutama generasi muda yang ikut hadir dalam kegiatan tersebut.

Dalam tausiyahnya, Gus Khoir mengingatkan pentingnya menjaga semangat gotong royong serta keberpihakan kepada masyarakat kecil dalam setiap aktivitas sosial dan politik.

“Gus Khoir berpesan kepada kami agar terus bergotong royong dalam membangun Lumajang. Beliau juga mengingatkan ajaran Bung Karno bahwa Tuhan berada di gubuk-gubuk rakyat. Artinya, ketika kemiskinan masih ada, maka menjadi kewajiban kita untuk ikut hadir dan membantu menyelesaikan persoalan yang dihadapi masyarakat,” ujar Agus.

Menurutnya, pesan tersebut menjadi pengingat bahwa kader partai tidak cukup hadir hanya saat momentum politik, tetapi harus memastikan keberadaannya benar-benar dirasakan masyarakat, terutama anak yatim, kaum duafa, dan kelompok rentan lainnya.

“Karena itu, kita harus memastikan kehadiran kita di tengah-tengah anak yatim dan kaum duafa. Semangat gotong royong dan keberpihakan kepada wong cilik adalah bagian dari nilai-nilai yang diwariskan Bung Karno dan harus terus dirawat,” tegasnya.

Kegiatan doa bersama dan tahlil Bulan Bung Karno di Lumajang berlangsung penuh khidmat. Selain menjadi ruang refleksi bagi kader partai, agenda tersebut juga menjadi pengingat bahwa perjuangan Bung Karno akan tetap hidup melalui semangat gotong royong, kepedulian sosial, dan pengabdian kepada rakyat. (yols/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

Ranting dan Anak Ranting Desa Ngunut Manfaatkan Pekarangan untuk Tanam Sayur Hortikultura

TULUNGAGUNG – Ranting dan Anak Ranting PDI Perjuangan Desa/Kecamatan Ngunut, Kabupaten Tulungagung, memasifkan ...
LEGISLATIF

Syaifuddin Zuhri Desak Pelebaran Wiyung–Menganti Dituntaskan di Era Eri

SURABAYA — Ketua DPRD Kota Surabaya Syaifuddin Zuhri mendorong proyek pelebaran Jalan Wiyung–Menganti dan sejumlah ...
OLAHRAGA

Mengenal Gemblidik Race, Balapan Sepeda Kayu Asal Lumbang Kabupaten Pasuruan

KABUPATEN PASURUAN – Ajang olahraga tradisional balap papan kayu gelindingan, Gemblidik Race 2026, berlangsung ...
LEGISLATIF

Puan Desak Pencarian Korban Virgo Transport 8 Jadi Prioritas, Minta Sistem Keselamatan Pelayaran Dibenahi

JAKARTA — Ketua DPR RI Puan Maharani meminta operasi pencarian dan penyelamatan korban KMP Virgo Transport 8 yang ...
SEMENTARA ITU...

SRC 2026 Jadi Kawah Candradimuka, Surabaya Bidik 250 Emas di Porprov 2027

SURABAYA — Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menjadikan Surabaya Rising Champion (SRC) 2026 sebagai salah satu ...
HEADLINE

Soekarno Run Banyuwangi Libatkan Disabilitas Netra Layani Sport Massage Pelari

Soekarno Run Banyuwangi melibatkan penyandang disabilitas netra dalam layanan sport massage bagi peserta sebagai ...