Rabu
30 September 2026 | 12 : 42

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Soal Insentif bagi Petugas Kebersihan di Perkampungan, Anas Karno Siap Perjuangkan Usulan Warga

pdip-jatim-231208-akar-sambung-roso

SURABAYA – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Surabaya Anas Karno mengatakan, kesejahteraan petugas kebersihan yang mengambil sampah rumah-rumah di lingkungan perkampungan mulai RT hingga RW perlu mendapat sentuhan dari pemerintah.

“Perhatian terhadap petugas kebersihan sampah akan mempertegas Surabaya sebagai kota Adipura. Karena petugas kebersihan sampah ini, salah satu ujung tombak penjaga kebersihan kota, dan pemukiman warganya,” kata Anas Karno dalam acara Sambung Roso dengan masyarakat Panjang Jiwo, Kecamatan Tenggilis Mejoyo, pada Kamis (8/12/2023) malam.

Anas menambahkan, insentif terhadap petugas kebersihan sampah merupakan bentuk apresiasi terhadap jasa-jasa mereka. Tugas mereka berat, apalagi saat musim hujan seperti sekarang ini.

“Kita akan perjuangkan supaya aspirasi warga terwujud, lewat formulasi yang tepat. Sehingga petugas kebersihan sampah mendapatkan insentif layaknya pelayan-pelayan sosial masyarakat lainnya. Seperti ketua RT, ketua RW, Modin dan KSH,” ujarnya.

Aspirasi warga itu diungkapan Ketua RW 04 Kelurahan Panjang Jiwo Kecamatan Tenggilis Didik. Dia mengaku prihatin, dengan taraf hidup petugas kebersihan yang kebanyakan berasal dari keluarga yang tidak mampu.

“Honor petugas kebersihan sampah di tempat kami Rp. 1 juta. Itupun masih dipotong ongkos menaikkan sampah ke depo Rp 35 ribu. Sebulan mereka narik sampah 15 kali. Jadi kalau hitung upah mereka tinggal Rp 500an ribu,” keluh Didik saat mengikuti kegiatan Sambung Roso bersama Anas Karno.

Di hadapan Anas, Didik menjelaskan, di RW 04 memiliki 5 petugas kebersihan sampah yang melayani 5 RT, dengan jumlah keluarga masing-masing RT sebanyak 250-an.

“Kita sebenarnya tidak tega dengan honor sebesar itu. Tapi untuk menaikkan juga berat bagi warga. Karena iuran kampung dari warga juga dipakai untuk keperluan lain. Seperti bayar listrik PJU, keamanan, perawatan makam dan lain-lain,” ujarnya.

Didik berharap petugas kebersihan juga mendapatkan insentif dari pemerintah kota, seperti ketua RT, ketua RW, KSH, modin dan marbot.

“Karena kita sampaikan persoalan ini ke Pak Anas, supaya bisa disampaikan aspirasi kami dan menjadi atensi,” ujarnya. (dhani/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Baktiono Minta Seleksi Direksi BUMD Surabaya Bebas Manuver Politik

SURABAYA – Proses seleksi calon Direksi lima Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kota Surabaya mendapat perhatian DPRD ...
KRONIK

Sinung Soroti Rencana Utang Rp45 Miliar dalam APBD Bondowoso 2027

BONDOWOSO – Wakil Ketua DPRD Bondowoso, Sinung Sudrajad, menyoroti rencana pemerintah daerah menarik utang Rp45 ...
EKSEKUTIF

Debit Sumber Air Menurun, 500 Warga Selorejo Kediri Dapat Bantuan Air Bersih

KEDIRI – Sekitar 500 warga Dusun Selorejo, Desa Surat, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, mengalami kesulitan ...
LEGISLATIF

Rencana Kementerian Haji dan Umrah Mengaudit Forensik BPKH, Abidin Fikri Setuju dengan Catatan

JAKARTA – Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Abidin Fikri meminta pemerintah, khususnya ...
KRONIK

Tiga Pilar Cup Ngawi; Sepakbola Lintas Profesi, Lariskan UMKM

NGAWI – Setiap sore, suasana di Lapangan Alun-Alun Merdeka Kabupaten Ngawi ramai oleh pertandingan sepak bola dan ...
LEGISLATIF

Pemkot-DPRD Surabaya Sepakat Desil Bukan Patokan Mutlak Penyaluran Bansos

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) dan DPRD Kota Surabaya sepakat tidak menjadikan klasifikasi desil dalam data ...