Minggu
26 Juli 2026 | 11 : 03

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

SMK Negeri 2 Ponorogo Gelar Lomba Solo Vokal Bahasa Jawa, Bupati Sugiri: Nguri-Nguri Budaya

PDIP-Jatim-Bupati-Sugiri-01022024

PONOROGO – Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, mengapresiasi kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5): Kearifan Lokal dam Kebhinnekaan, yang digelar oleh SMK Negeri 2 Ponorogo, Rabu (31/1/2024).

Dalam pagelaran P5 itu, SMK Negeri 2 Ponorogo menggelar lomba solo vokal lagu bahasa Jawa dan memasak yang diikuti oleh siswa SMP/MTs, serta bazar jajanan tradisional yang dibuat oleh seluruh kelas. Tampak seluruh siswa dan guru mengenakan pakaian tradisional Jawa.

Menurut Bupati Sugiri, kegiatan tersebut merupakan upaya untuk nguri-nguri Budaya Jawa sekaligus untuk menyiapkan bonus demografi. “Ini SMK yang keren, nyambung dengan programnya untuk menyiapkan bonus demografi, menyiapkan generasi yang berkualitas,” ujarnya.

Wakabid Pemenangan Pemilu DPC PDI Perjuangan Ponorogo itu juga menekankan, pelajar tidak hanya diberi pendidikan tentang akademis, melainkan juga pendidikan karakter.

“Tidak hanya fisik dan SDM saja yang disiapkan, tapi mental dan akhlak juga harus. Makanya saya menaruh hati mudah-mudahan SMK 2 mampu mewujudkan itu. Dengan model pendidkan inilah yang dicari yang dibutuhkan untuk masa depan bangsa dan negara,” jelasnya.

Orang nomor satu di Pemkab Ponorogo itu memberikan pesan kepada para siswa untuk terus berinovasi dan berbudaya dengan tidak melupakan sejarah. Menurutnya, SDM dan budaya sama-sama pentingnya. “Tetep njawani, tetep takdzim, sopan, berbudaya. Ini keren banget,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala SMKN 2 Ponorogo, Farida Hanim Handayani, mengungkapkan, pagelaran P5 tersebut mengambil konsep Jawa tradisional lantaran agar para murid tidak melupakan budaya Jawa. Seperti pemilihan lagu dalam lomba solo vokal, diharuskan menyanyi lagu bahasa Jawa.

Begitu pula dengan bazar jajanan tradisional pun, produk yang dibuat sendiri oleh siswa kelas 10 hingga 12 itu seperti nasi tiwul, klepon, gatot, es dawet, dan sebagainya.

“Yang kearifan lokal kita angkat produk lokal Ponorogo dijadikan makanan tradisonal, tapi dikemas kekinian sehingga tidak kalah dengan makanan-makanan yang saat ini sedang ngetren di kafe,” jelasnya. (jrs/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

Doding Rahmadi: Pengurus PDI Perjuangan Harus Siap Saat Masyarakat Membutuhkan

Sekretaris DPC PDI Perjuangan Trenggalek Doding Rahmadi meminta seluruh pengurus dari DPC hingga anak ranting ...
SEMENTARA ITU...

Rumah Dinas Ketua DPRD Surabaya Jadi Ruang Terbuka Aspirasi Warga

SURABAYA — Ketua DPRD Kota Surabaya, H Syaifuddin Zuhri, membuka pintu rumah dinasnya lebar-lebar malam ini, Sabtu ...
KABAR CABANG

30 Tahun Kudatuli, DPC Sidoarjo Bakal Gelar Teatrikal Detik-detik Pengambilalihan Paksa Kantor DPP PDI

SIDOARJO – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Sidoarjo bakal menggelar aksi teatrikal kolosal ...
KABAR CABANG

Musran Serentak di Widodaren, Ketua DPC PDI Perjuangan Ngawi Minta Pengurus Baru Aktif Turun ke Masyarakat

NGAWI – Pelaksanaan Musyawarah Ranting (Musran) PDI Perjuangan di Kabupaten Ngawi terus berlanjut. Partai ...
KRONIK

Ketika Ribuan Gen Alpha Banyuwangi Memengan Tradisional, Ajak Lestarikan Permainan Nusantara

BANYUWANGI – Taman Blambangan Banyuwangi dipadati ribuan siswa SD. Para generasi alpha tersebut memainkan permainan ...
KRONIK

PDI Perjuangan Jember Dukung Program Home Care Pemkab, Siap Dorong Tambahan Anggaran

JEMBER – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Jember menyatakan dukungan terhadap peluncuran ...