Kamis
25 Juni 2026 | 7 : 11

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

SMA di Nganjuk Uji Coba PBM Tatap Muka, Tatit: Jangan Sampai Ada Klaster Baru

pdip-jatim-tatit-020420

NGANJUK – Ketua DPRD Nganjuk Tatit Heru Tjahjono mewanti-wanti agar jangan sampai ada klaster baru setelah diadakannya proses belajar (PBM) mengajar secara tatap muka yang saat ini dalam tahap uji coba.

Dia menekankan agar proses belajar mengajar di wilayah Nganjuk yang berstatus Tanggap Darurat Bencana Covid-19, tetap harus melaksanakan protokol kesehatan secara ketat.

Terkait ini, kata Tatit, DPRD Nganjuk akan melakukan pembahasan. “Memang Surat Edaran (SE) Bupati perlu. Dan agar ada landasan, kita akan membahasnya,” kata Tatit, Rabu (12/8/2020).

Baca juga: Darurat Covid-19 di Nganjuk Diperpanjang 2 Bulan, Ini Penjelasan Wabup Marhaen

Seperti diberitakan, sejumlah Sekolah Menengah Atas di Nganjuk, sejak Senin kemarin mulai melakukan proses belajar mengajar secara tatap muka dengan tetap mematuhi protokol kesehatan secara ketat.

Hanya saja sekolah tatap muka ini tidak dilakukan setiap hari melainkan dijadwal dan dibagi hari.

Pembelajaran secara tatap muka ini salah satunya dilakukan oleh SMAN 2 Nganjuk. Pada masa masuk awal sekolah ini pihak sekolah memilih melakukan proses belajar mengajar secara tatap muka.

Protokol kesehatan dilakukan secara ketat, yakni setiap siswa yang datang dites dengan thermogun, siswa harus bermasker, dan di tambah dengan face shield, serta tiap kelas di lengkapi dengan bak cuci tangan. Bahkan pihak sekolah membuat sekat meja belajar siswa.

Untuk pembelajaran secara tatap muka ini, pengelola sekolah membagi 3 gelombang, setiap gelombang hanya berlangsung 2 jam pembelajaran.

Tiap harinya hanya ada 12 anak tiap kelas dari sebanyak 10 kelas dengan jarak duduk yang berjauhan dan tiap hari hanya ada satu mata pelajaran yang berlangsung selama 2 jam saja.

Pembelajaran tatap muka ini dilakukan setelah pengelola sekolah berkoordinasi dengan Gugus Tugas Covid-19 dan Dinas Pendidikan Nganjuk, serta melakukan penyebaran angket kepada seluruh wali murid.

“Jadi, uji coba tersebut nantinya bisa menjadi acuan pada pembahasan apakah bisa dilanjutkan atau ada cara lain. Terpenting, tidak ada klaster baru dan sistem belajar bisa berjalan kembali,” pungkas Tatit. (endyk)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KRONIK

Fraksi PDIP Dorong Andy Firasadi Aktif Advokasi Rakyat usai Dilantik Jadi Anggota DPRD Jatim 

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur akan mendorong Andy Firasadi aktif melakukan advokasi masyarakat usai ...
HEADLINE

Ribuan Perempuan di Gresik Doa Bersama Peringati Haul ke-56 Bung Karno

GRESIK – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Gresik menggelar doa bersama dalam rangka memperingati Haul ke-56 Presiden ...
LEGISLATIF

Jadi Anggota DPRD Jatim, Andy Firasadi Prioritaskan Desa Sadar Hukum dan Pos Bantuan Hukum

Andy Firasadi resmi dilantik sebagai anggota DPRD Jawa Timur melalui mekanisme PAW Fraksi PDI Perjuangan. Usai ...
KABAR CABANG

25 Tahun Mengabdi di Pelosok, Bidan Sugiarti dapat Apresiasi dari DPC Ngawi

NGAWI – Tiga bidan di Kabupaten Ngawi mendapatkan penghargaan dari DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ngawi dalam rangka ...
KRONIK

Diana Sasa ke 1.500 Wisudawan Unesa: Ijazah dan IPK Saja Tak Cukup Hadapi Dunia Kerja

Anggota DPRD Jatim sekaligus alumnus Unesa, Diana Sasa, mengingatkan 1.500 wisudawan Unesa agar tidak hanya ...
KABAR CABANG

Malam Ketika Kantor PDIP Kabupaten Malang Menjelma Ruang Zikir untuk Bung Karno dan Negeri

DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang menggelar Tawasulan dan Dialog Kebangsaan bertajuk “Lautan Doa” untuk ...