Selasa
28 April 2026 | 1 : 59

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

SMA di Nganjuk Uji Coba PBM Tatap Muka, Tatit: Jangan Sampai Ada Klaster Baru

pdip-jatim-tatit-020420

NGANJUK – Ketua DPRD Nganjuk Tatit Heru Tjahjono mewanti-wanti agar jangan sampai ada klaster baru setelah diadakannya proses belajar (PBM) mengajar secara tatap muka yang saat ini dalam tahap uji coba.

Dia menekankan agar proses belajar mengajar di wilayah Nganjuk yang berstatus Tanggap Darurat Bencana Covid-19, tetap harus melaksanakan protokol kesehatan secara ketat.

Terkait ini, kata Tatit, DPRD Nganjuk akan melakukan pembahasan. “Memang Surat Edaran (SE) Bupati perlu. Dan agar ada landasan, kita akan membahasnya,” kata Tatit, Rabu (12/8/2020).

Baca juga: Darurat Covid-19 di Nganjuk Diperpanjang 2 Bulan, Ini Penjelasan Wabup Marhaen

Seperti diberitakan, sejumlah Sekolah Menengah Atas di Nganjuk, sejak Senin kemarin mulai melakukan proses belajar mengajar secara tatap muka dengan tetap mematuhi protokol kesehatan secara ketat.

Hanya saja sekolah tatap muka ini tidak dilakukan setiap hari melainkan dijadwal dan dibagi hari.

Pembelajaran secara tatap muka ini salah satunya dilakukan oleh SMAN 2 Nganjuk. Pada masa masuk awal sekolah ini pihak sekolah memilih melakukan proses belajar mengajar secara tatap muka.

Protokol kesehatan dilakukan secara ketat, yakni setiap siswa yang datang dites dengan thermogun, siswa harus bermasker, dan di tambah dengan face shield, serta tiap kelas di lengkapi dengan bak cuci tangan. Bahkan pihak sekolah membuat sekat meja belajar siswa.

Untuk pembelajaran secara tatap muka ini, pengelola sekolah membagi 3 gelombang, setiap gelombang hanya berlangsung 2 jam pembelajaran.

Tiap harinya hanya ada 12 anak tiap kelas dari sebanyak 10 kelas dengan jarak duduk yang berjauhan dan tiap hari hanya ada satu mata pelajaran yang berlangsung selama 2 jam saja.

Pembelajaran tatap muka ini dilakukan setelah pengelola sekolah berkoordinasi dengan Gugus Tugas Covid-19 dan Dinas Pendidikan Nganjuk, serta melakukan penyebaran angket kepada seluruh wali murid.

“Jadi, uji coba tersebut nantinya bisa menjadi acuan pada pembahasan apakah bisa dilanjutkan atau ada cara lain. Terpenting, tidak ada klaster baru dan sistem belajar bisa berjalan kembali,” pungkas Tatit. (endyk)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Eri Tegaskan Pasar Tumpah Harus Ditertibkan, Pedagang Diarahkan ke Pasar Resmi

Eri Cahyadi tegaskan pasar tumpah di Surabaya harus ditertibkan dan pedagang diarahkan ke pasar resmi demi ...
KRONIK

Kelompok Seni Tiban di Blitar Tumbuh Pesat sejak 2021, Jadi Tanda Kuatnya Kesadaran Budaya

Jumlah kelompok seni tiban di Blitar meningkat dari 6 menjadi 20 sejak 2021, didorong kesadaran masyarakat dan ...
LEGISLATIF

DPRD Jember Soroti Pergeseran Anggaran APBD, Minta Eksekutif Jaga Transparansi dan Kepatuhan Regulasi

DPRD Jember soroti pergeseran anggaran APBD, minta transparansi dan kepatuhan regulasi dalam pengelolaan keuangan ...
KABAR CABANG

Banteng Kota Blitar Implementasikan Arahan Megawati Lewat Gerakan Tanam Pohon

Kader PDIP Kota Blitar tanam pohon saat Hari Kartini sebagai implementasi arahan Megawati untuk ketahanan pangan ...
EKSEKUTIF

Gresik Peringkat 6 Nasional dalam Penyelenggaraan Pemerintah Daerah

GRESIK – Pemerintah Kabupaten Gresik kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Dalam Evaluasi ...
MILANGKORI

Puan: Negara Wajib Jamin Anak Aman, Termasuk di Daycare

Ketua DPR RI Puan Maharani tegaskan negara wajib jamin keamanan anak, termasuk di daycare, usai kasus kekerasan di ...