Jumat
14 Agustus 2026 | 4 : 11

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Kelompok Seni Tiban di Blitar Tumbuh Pesat sejak 2021, Jadi Tanda Kuatnya Kesadaran Budaya

pdip jatim 260428 GW

Jumlah kelompok seni tiban di Blitar meningkat dari 6 menjadi 20 sejak 2021, didorong kesadaran masyarakat dan dukungan pemerintah.

BLITAR — Perkembangan jumlah kelompok seni tiban di Kabupaten Blitar menunjukkan tren signifikan sejak 2021. Dari yang semula hanya enam kelompok, kini meningkat menjadi 20 kelompok aktif, mencerminkan tumbuhnya kesadaran masyarakat dalam menjaga warisan budaya lokal.

Peningkatan ini disampaikan anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur yang juga pembina Paguyuban Seni Tiban Blitar-Tulungagung Guntur Wahono dalam pengukuhan Pengurus Paguyuban Seni Tiban Kabupaten Blitar masa bakti 2026–2029 di Pendopo Ronggo Hadinegoro, Senin (27/4/2026).

“Perkembangan ini menjadi indikator kuat bahwa masyarakat semakin sadar pentingnya melestarikan budaya leluhur,” ujarnya.

Menurut Guntur, lonjakan jumlah kelompok seni tiban tidak lepas dari meningkatnya partisipasi masyarakat, terutama generasi muda, dalam menjaga kesenian tradisional.

Selain itu, proses regenerasi dalam organisasi juga menjadi faktor penting yang membuat seni tiban tetap hidup dan berkembang.

“Regenerasi kepengurusan menjadi langkah strategis agar program bisa berlanjut dan kualitasnya meningkat,” tegasnya.

Bupati Blitar, Rijanto, mengapresiasi konsistensi para pelaku seni yang terus menjaga eksistensi tiban di tengah arus modernisasi.

Ia menilai pertumbuhan kelompok seni ini menjadi bukti bahwa identitas budaya daerah masih terjaga dengan kuat.

“Ini menunjukkan semangat masyarakat dalam merawat budaya lokal masih sangat tinggi,” ujarnya.

Rijanto menegaskan, pemerintah daerah akan terus mendorong seni tiban agar tidak hanya lestari, tetapi juga mampu berkembang hingga ke tingkat nasional.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah, pembina, dan komunitas menjadi kunci untuk memperluas ruang ekspresi sekaligus meningkatkan kualitas pertunjukan.

Pengukuhan pengurus paguyuban ini juga menjadi langkah strategis dalam memperkuat kelembagaan seni tradisi di Blitar.

Dengan tata kelola yang lebih baik, paguyuban diharapkan mampu menjadi wadah pembinaan berkelanjutan sekaligus mendukung penguatan sektor kebudayaan daerah. (arif/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

HEADLINE

Krisis Air Bersih meluas di Bojonegoro, Abidin Fikri Kembali Kirim Bantuan

BOJONEGORO – Dampak kemarau panjang yang diperparah fenomena El Nino mulai memicu krisis air bersih di sejumlah ...
HEADLINE

Banteng Jatim FC Tahan Banteng Kalbar, 25 Talenta Muda Terus Ditempa di Soekarno Cup

Banteng Jatim FC menahan imbang Banteng Kalbar di laga kedua Soekarno Cup 2026. Tim ini membawa 25 talenta terbaik ...
LEGISLATIF

Ririk Dorong Potensi Munjungan Dikembangkan, dari Wisata hingga Perikanan

TRENGGALEK – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Trenggalek, Ririk Wahyumawati, mendorong potensi ...
KRONIK

Ketua DPRD Sumenep Sambut Audiensi Mahasiswa Terkait Usulan Regulasi LGBT

SUMENEP – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Spear of Justice menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Dewan ...
KRONIK

Lumpia Ipung dan Riuh Soekarno Cup: Empat Dekade Mengais Rezeki di Gelora 10 November

SURABAYA – Peluit pertandingan belum lama berbunyi. Suara suporter bersahutan. Para pemain muda berlari mengejar ...
EKSEKUTIF

Mas Dhito Ingatkan Anak Muda Kediri Dampak Bullying dan Pernikahan Dini

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana kembali mengingatkan dampak bullying dan dispensasi pernikahan dini serta ...