Jumat
03 Juli 2026 | 7 : 38

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Sinung Sudrajat: Impor Beras Akan Permalukan Indonesia

pdip-jatim-sinung-sudrajat-bws2

BONDOWOSO – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bondowoso, Sinung Sudrajat mengatakan, impor beras yang direncanakan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi bukan hanya akan menyakiti hati petani, namun juga mempermalukan nama Indonesia. 

Sebab, kata Sinung, sejatinya Indonesia sejak dahulu dikenal dengan negara agraris. Bahkan sejarah pernah mencatat bahwa Indonesia pernah melakukan swasembada beras.

Dari fakta tersebut, kata Sinung, harusnya, dengan jutaan hektare lahan pertanian, Indonesia tidak perlu khawatir kekurangan beras. 

“Bagaimana mungkin di negara  dengan jutaan lahan pertanian,  beras sebagai makanan pokoknya, harus impor, itu jelas jelas mempermalukan Indonesia sebagai negara agraris,” kata Sinung, Sabtu (27/3/2021).

Soal alasan Mendag yang mengatakan bahwa impor beras dilakukan, sebagai antisipasi kelangkaan beras serta menstabilkan harga beras di masa pandemi, legislator dari Fraksi PDI Perjuangan tersebut menyatakan, seharusnya pemerintah telah memprediksi dan membuat perhitungan dengan matang seperti memberi stimulus kepada petani, atau memprioritaskan penanaman padi sebagai program nasional. 

“Jadi kekhawatiran akan terjadinya kelangkaan beras atau harga beras malah bisa diantisipasi,” ujar Sekretaris DPC PDI Perjuangan Bondowoso tersebut.

Menurutnya, pandemi sudah terjadi setahun yang lalu. “Kalau pemerintah ingin mengantisipasi kelangkaan beras atau takut harga beras akan mahal karena pandemi, harusnya perencanaan untuk antisipasi hal sudah disiapkan jauh-jauh hari, jadi tidak ada lagi kekhawatiran kekurangan beras,” jelas Sinung.

Dia menambahkan, bahwa sebagai negara dengan sumber daya alam yang melimpah, untuk persoalan pangan harusnya bukan hal sulit untuk diatasi. Ttinggal bagaimana pemerintah bisa dengan serius merencanakan program ketahanan pangan nasional, seperti pemberdayaan petani dan pengembangan produk pangan pengganti beras.

“Untuk urusan pangan, negara sebesar Indonesia yang kaya sumber daya alamnya, urusan harusnya tidak perlu khawatir, apalagi sampai impor. Yang penting pemerintah punya program dan komitmen yang jelas untuk menjaga ketahanan pangan nasional,” pungkasnya. (ryo)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KRONIK

DPRD Banyuwangi Setujui Raperda Pertanggungjawaban APBD Tahun 2025

BANYUWANGI – DPRD Kabupaten Banyuwangi menyetujui Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun 2025 disahkan ...
KABAR CABANG

Widarto: PDI Perjuangan Punya Tanggung Jawab Ideologis Membela Masyarakat Kecil

Ketua DPC PDI Perjuangan Jember Widarto menegaskan partainya memiliki tanggung jawab ideologis dan politik membela ...
LEGISLATIF

Komisi C DPRD Surabaya Kawal Pengawasan Parkir Berbasis AI, Eri Irawan: Sistem Ini Tak Bisa Bohong

Komisi C DPRD Surabaya mengawal penerapan CCTV berbasis AI untuk mengawasi parkir dan memvalidasi pendapatan ...
KABAR CABANG

Sholawat, Dialog, dan Ziarah: Cara PDI Perjuangan Bondowoso Merawat Kedekatan dengan Warga

BONDOWOSO – Malam belum terlalu larut ketika lantunan sholawat memenuhi aula DPC PDI Perjuangan Bondowoso, Kamis ...
LEGISLATIF

Novita Hardini Desak Pemerintah Wajibkan Platform Digital Punya Dana Jaminan untuk Lindungi Seller UMKM

Novita Hardini mendesak pemerintah mewajibkan platform digital memiliki escrow fund atau dana jaminan untuk ...
KRONIK

Bupati Ipuk Ajak Seluruh Stakeholder Perkuat Kolaborasi Layanan Kesehatan

BANYUWANGI – Di tengah tantangan fiskal yang dihadapi pemerintah, pemangku kesehatan daerah diharapkan bisa ...