Minggu
19 Juli 2026 | 5 : 52

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Siaga Bencana Hidrometeorologi, Bupati Ngawi Pastikan Kesiapan Personel dan Relawan

IMG-20251105-WA0025_copy_688x468

NGAWI – Cuaca di Kabupaten Ngawi dalam beberapa pekan terakhir menunjukkan kondisi yang tidak stabil. Pagi yang terasa gerah kerap berganti dengan hujan deras pada siang hari. Situasi ini menjadi sinyal potensi bencana hidrometeorologi yang perlu diantisipasi sejak dini.

Kabupaten Ngawi memiliki beragam potensi ancaman. Jika hujan turun tanpa henti, wilayah yang dilalui dua sungai besar; Bengawan Solo dan Bengawan Madiun berisiko terendam banjir. Di sisi lain, tanah longsor mengintai kawasan lereng utara Gunung Lawu, sementara angin kencang kerap muncul tiba-tiba dan menyebabkan pohon tumbang maupun kerusakan rumah warga.

Menanggapi kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ngawi telah menyiapkan langkah siaga bencana dengan melibatkan seluruh elemen terkait.

“Saat ini sudah memasuki musim penghujan. Untuk menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, Pemkab Ngawi telah berkoordinasi dengan seluruh stakeholder, termasuk para relawan,” ujar Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono usai apel siaga bencana di lapangan Polres Ngawi, Rabu (5/11/2025).

Apel tersebut diikuti oleh berbagai unsur, mulai dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), relawan kebencanaan, hingga jajaran TNI dan Polri. Kolaborasi lintas sektor ini menjadi bentuk kesiapan terpadu menghadapi musim hujan yang diperkirakan berlangsung hingga enam bulan ke depan.

Bupati Ony menegaskan, kesiapsiagaan perlu difokuskan di wilayah yang telah dipetakan sebagai zona rawan. Daerah rawan banjir meliputi Kecamatan Ngawi, Kwadungan, Padas, Pangkur, dan Geneng. Adapun wilayah rawan longsor berada di Kecamatan Kendal, Sine, Ngrambe, dan Jogorogo. Sementara Kecamatan Paron, Bringin, dan Kedunggalar dikategorikan rawan angin kencang.

Selain menyiapkan personel, Bupati Ony juga menekankan pentingnya mitigasi di lapangan serta mengajak seluruh relawan Desa Tanggap Bencana (Destana) dan masyarakat untuk terlibat aktif mengurangi risiko bencana.

“Segala sesuatu bisa terjadi. Karena itu, kita perlu memastikan kesiapan personel, relawan, dan masyarakat agar lebih sadar dan waspada menghadapi potensi bencana hidrometeorologi,” pungkasnya. (and/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

Menumbuhkan Spirit Gotong Royong Melalui Turnamen Voli Piala Kades Sumbersuko, Lumajang

LUMAJANG – Lapangan Voli Brajamusti di Desa Sumbersuko, Lumajang, menjadi saksi riuh rendahnya ratusan warga yang ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Tegaskan Car Free Day Surabaya Harus Bebas Pungli

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan kawasan Car Free Day harus bebas dari pungutan liar. Pemkot menggandeng ...
KRONIK

Rano Karno: Si Doel, Kudatuli, dan Utang Demokrasi yang Tak Boleh Dilupakan

Dalam peringatan 30 tahun Kudatuli, Rano Karno menyebut perjalanan politiknya tak lepas dari perjuangan para korban ...
LEGISLATIF

DPRD Jember Minta Pemkab Bangun Sistem Pengelolaan Sampah dari Hulu hingga Hilir

Wakil Ketua DPRD Jember Widarto meminta Pemkab Jember membangun sistem pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir. ...
HEADLINE

PDIP Bakal Resmikan Monumen Kudatuli, Simbol Perjuangan Demokrasi dan Tolak Kekerasan Negara

PDI Perjuangan akan meresmikan Monumen Kudatuli pada 27 Juli 2026 sebagai simbol penghormatan terhadap pejuang ...
SEMENTARA ITU...

Doding Rahmadi Ajak Organisasi Pencak Silat Kedepankan Rasaning Ati dan Persaudaraan

Ketua KONI Trenggalek Doding Rahmadi mengajak seluruh organisasi pencak silat mengedepankan rasaning ati, menjaga ...