Rabu
03 Juni 2026 | 11 : 58

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Siaga Bencana Hidrometeorologi, Bupati Ngawi Pastikan Kesiapan Personel dan Relawan

IMG-20251105-WA0025_copy_688x468

NGAWI – Cuaca di Kabupaten Ngawi dalam beberapa pekan terakhir menunjukkan kondisi yang tidak stabil. Pagi yang terasa gerah kerap berganti dengan hujan deras pada siang hari. Situasi ini menjadi sinyal potensi bencana hidrometeorologi yang perlu diantisipasi sejak dini.

Kabupaten Ngawi memiliki beragam potensi ancaman. Jika hujan turun tanpa henti, wilayah yang dilalui dua sungai besar; Bengawan Solo dan Bengawan Madiun berisiko terendam banjir. Di sisi lain, tanah longsor mengintai kawasan lereng utara Gunung Lawu, sementara angin kencang kerap muncul tiba-tiba dan menyebabkan pohon tumbang maupun kerusakan rumah warga.

Menanggapi kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ngawi telah menyiapkan langkah siaga bencana dengan melibatkan seluruh elemen terkait.

“Saat ini sudah memasuki musim penghujan. Untuk menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, Pemkab Ngawi telah berkoordinasi dengan seluruh stakeholder, termasuk para relawan,” ujar Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono usai apel siaga bencana di lapangan Polres Ngawi, Rabu (5/11/2025).

Apel tersebut diikuti oleh berbagai unsur, mulai dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), relawan kebencanaan, hingga jajaran TNI dan Polri. Kolaborasi lintas sektor ini menjadi bentuk kesiapan terpadu menghadapi musim hujan yang diperkirakan berlangsung hingga enam bulan ke depan.

Bupati Ony menegaskan, kesiapsiagaan perlu difokuskan di wilayah yang telah dipetakan sebagai zona rawan. Daerah rawan banjir meliputi Kecamatan Ngawi, Kwadungan, Padas, Pangkur, dan Geneng. Adapun wilayah rawan longsor berada di Kecamatan Kendal, Sine, Ngrambe, dan Jogorogo. Sementara Kecamatan Paron, Bringin, dan Kedunggalar dikategorikan rawan angin kencang.

Selain menyiapkan personel, Bupati Ony juga menekankan pentingnya mitigasi di lapangan serta mengajak seluruh relawan Desa Tanggap Bencana (Destana) dan masyarakat untuk terlibat aktif mengurangi risiko bencana.

“Segala sesuatu bisa terjadi. Karena itu, kita perlu memastikan kesiapan personel, relawan, dan masyarakat agar lebih sadar dan waspada menghadapi potensi bencana hidrometeorologi,” pungkasnya. (and/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Wabup Kediri Minta Masyarakat Ikut Kawal SPMB 2026, Laporkan Jika Ada Dugaan Pelanggaran

Wakil Bupati Kediri Dewi Mariya Ulfa mengajak masyarakat ikut mengawal pelaksanaan SPMB 2026. Pemkab Kediri ...
LEGISLATIF

Anas Karno Ajak Aparatur Kelurahan dan Kecamatan Jaga Profesionalisme Pelayanan

Sekretaris Komisi A DPRD Surabaya Anas Karno mengajak aparatur kelurahan dan kecamatan menjaga profesionalisme ...
KABAR CABANG

Bulan Bung Karno 2026, DPC Nganjuk Gelar Doa Bersama dan Ziarah Makam Tokoh Partai

NGANJUK – Menyambut bulan Juni yang diperingati sebagai Bulan Bung Karno, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI ...
LEGISLATIF

Widarto: Jika Diperlukan, Perlindungan BPJS bagi ABK Nelayan Bisa Dibiayai Pemerintah

Wakil Ketua DPRD Jember Widarto menilai perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi ABK nelayan penting karena tingginya ...
KRONIK

DPD PDI Perjuangan Jatim akan Tutup Musancab dengan Tanam Ribuan Pohon di Lumajang

SURABAYA – DPD PDI Perjuangan Jawa Timur akan mengisi rangkaian peringatan “Bulan Bung Karno” dengan aksi penanaman ...
SEMENTARA ITU...

Dari Istana Gebang hingga Makam Bung Karno, Pelajaran yang Tak Ditemukan di Buku

Puluhan siswa SD Bangle 02 Blitar mengikuti outing class sejarah ke Istana Gebang, Perpustakaan Bung Karno, dan ...