Jumat
28 Agustus 2026 | 1 : 21

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Setiap Hari, Lansia Miskin di Banyuwangi Diberi Makanan Bergizi Gratis

pdip-jatim-anas-rantang-kasih

BANYUWANGI  – Pemkab Banyuwangi memulai program pemberian makanan bergizi secara gratis kepada warga miskin. Program yang diutamakan untuk warga lanjut usia (lansia) yang sudah nonproduktif itu namanya Rantang Kasih.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, untuk tahap awal dilakukan secara gotong-royong. Setelah melalui uji coba satu-dua bulan, akan disempurnakan.

“Ada 1.000 lansia sasaran, lalu ditambah 2.000 lansia di pertengahan 2018. Tiap hari kita antarkan makanan bergizi ke rumah-rumah mereka,” kata Azwar Anas saat mengumumkan program itu dengan mengantarkan makanan bergizi ke sejumlah warga lansia, Kamis (26/10/2017).

Sejumlah warga lansia yang dikunjungi Anas antara lain Ibu Misnah, Bakiah, Sami, Ramli, dan Asiah yang tinggal di beberapa desa di Kecamatan Glagah.

“Anggaran tahap awal ini sekitar Rp 5,5 miliar, dan pasti terus ditambah. PAD kita terus meningkat, maka harus menetes sampai ke bawah, termasuk lewat program ini,” jelas Anas.

Dia menambahkan, makanan yang diberikan sesuai gizi seimbang yang disupervisi Dinas Kesehatan Banyuwangi. Misalnya, ada sayur, buah, daging yang diatur tiap harinya.

“Nanti dipetakan, mana lansia yang tidak boleh makan daging karena punya penyakit tertentu. Jadi jangan gara-gara makan ini nanti kolesterolnya naik. Bukannya sehat, malah gawat,” ujarnya.

Untuk memperluas sasaran program, Anas menggandeng Badan Amil Zakat serta lembaga-lembaga lainnya, termasuk dunia usaha. Lewat program ini, diharapkan masyarakat bisa guyub, dan punya kepedulian sosial.

Publik luas bisa berpartisipasi di program ini. “Misalnya, bagi yang punya rezeki, tinggal kontak warung sekitar rumah lansia sasaran yang belum ter-cover makanan dari APBD, beri uang mingguan ke warungnya, biar warungnya yang mengantar makanan ke rumah warga,” kata Anas.

Program ini juga sebagai upaya meningkatkan cinta kepada orang tua. Anas bercerita pernah menemukan fakta menyedihkan tentang orang tua yang hidup kekurangan, sedangkan anaknya hidup berkecukupan di tempat lain.

“Ini benar terjadi, laporan lewat media sosial, ada lansia kekurangan hidup sendirian di rumah yang tidak layak di sebuah desa. Lalu dicek, ternyata anak lansia itu hidup berkecukupan dengan pekerjaan layak, pokoknya ekonominya baik, di kecamatan lain. Lihat fakta itu, antara ingin marah dan ingin nangis jadi satu,” ujar Anas.

“Saya ingin bilang, siapalah kita tanpa orang tua. Jangan sampai lupa orang tua,” imbuh bupati berusia 44 tahun ini. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Bupati Malang Ingin Purna PMI Tak Kembali Jadi Pencari Kerja, tapi Penggerak Ekonomi Daerah

Bupati Malang HM Sanusi ingin purna PMI tak kembali menjadi pencari kerja, tetapi mampu memanfaatkan modal dan ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP Soroti APBD Perubahan Kota Madiun, Bansos Turun hingga BTT Melonjak

MADIUN — Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Madiun menyoroti sejumlah perubahan komposisi anggaran dalam Raperda ...
KRONIK

Soroti Anggaran Pemeliharaan Aplikasi Rp310 Juta, Alfan PDIP Jember: Belum Sebanding Kualitas Layanan

JEMBER – Anggaran pemeliharaan aset tidak berwujud dan aplikasi layanan masyarakat sebesar Rp310,3 juta di Dinas ...
KRONIK

Soroti 903 KK Minta Update Data, Agung Priyanto: Jangan Sampai Rakyat Kehilangan Hak Gara-Gara Desil

PONOROGO – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Ponorogo, Agung Priyanto, menyoroti penggunaan desil ...
SEMENTARA ITU...

Ribuan Warga Padati Siraman Gong Kyai Pradah, Tradisi Leluhur Blitar Tetap Lestari di Tengah Efisiensi

Ribuan warga memadati Alun-alun Lodoyo menyaksikan Siraman Gong Kyai Pradah. Tradisi leluhur Blitar tetap ...
KRONIK

Bebas Asap Rokok, Dua Tempat di Banyuwangi Ini Raih Penghargaan Tertinggi di Jawa Timur

BANYUWANGI – Komitmen Kabupaten Banyuwangi dalam menciptakan lingkungan yang sehat mendapat apresiasi di tingkat ...