Minggu
25 Oktober 2026 | 4 : 39

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Serius Sikapi Fenomena MinyaKita, DPRD Jatim Bakal Panggil Disperindag

pdip-jatim-250314-ony-s

SURABAYA – Fenomena minyak goreng merek MinyaKita yang tidak sesuai takaran menjadi sorotan serius Komisi B DPRD Jawa Timur.

Anggota DPRD Jatim, Ony Setiawan, menegaskan bahwa sebagai wakil rakyat, mereka perlu mendapatkan penjelasan komprehensif dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) terkait permasalahan ini.

Menurut Ony, fenomena ini telah banyak ditemui di berbagai daerah di Jawa Timur dan berpotensi merugikan konsumen. Lebih-lebih di masa-masa yang permintaan minyak goreng meningkat seperti bulan Ramadan.

“Sehingga, kami perlu membahas hal ini bersama dinas terkait. Kami ingin mendapatkan penjelasan lengkap tentang bagaimana bisa terjadi ketidaksesuaian takaran ini,” ungkap Ony Setiawan di Surabaya, Jumat (14/3/2025).

Legislator yang juga Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jatim tersebut menegaskan bahwa pemerintah harus melakukan pengawasan secara komprehensif di semua lini. Mulai dari produsen, pengemas, distributor, hingga pengecer MinyaKita.

“Harusnya pemerintah melakukan pengawasan aktif di semua lini. Fenomena ini tidak bisa dianggap hal biasa, terutama mengingat minyak goreng sudah masuk dalam kategori bahan pokok yang sangat dibutuhkan masyarakat,” jelasnya.

Menurut Ony, fenomena ketidakakuratan takaran pada produk minyak goreng ini merupakan contoh nyata dari praktik koruptif yang sangat merugikan.

“Kejahatan semacam ini jelas merugikan rakyat. Kami di DPRD Jatim berkewajiban untuk mengawasi agar konsumen tidak terus dirugikan oleh pola operasional yang tidak transparan,” tegas Ony.

Dalam upaya menanggulangi masalah ini, Komisi B DPRD Jawa Timur berencana untuk segera memanggil pihak Disperindag guna mendapatkan klarifikasi dan penjelasan teknis terkait masalah ini.

Menurut Ony, rencana pemanggilan ini merupakan langkah awal untuk memastikan bahwa setiap tahap pengawasan dilakukan secara sistematis dan tegas.

“Kita perlu melakukan pembahasan intensif, karena di bulan Ramadan ini, kebutuhan masyarakat atas minyak goreng sangat tinggi. Kami harus mencegah agar produk yang beredar tidak hanya tidak sesuai takaran, tetapi juga tidak merugikan konsumen,” pungkasnya. (yols/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

Antusias Ikuti Pembekalan Ideologi, Pengurus PDIP Sukowono Ziarah ke Makam Bung Karno

JEMBER – Pengurus PDI Perjuangan Kecamatan Sukowono, Jember, mendapat kesempatan berziarah ke makam Presiden ...
KRONIK

Tutup Kegiatan Mentor Sebaya SDIT Al-Uswah, Ansari Tekankan Pendidikan Karakter sejak Dini

PAMEKASAN – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI, Hj. Ansari, menekankan pentingnya pendidikan karakter sejak usia ...
KRONIK

Jember Kekurangan PPL, 170 Penyuluh Harus Mendampingi 1.500 Kelompok Tani

JEMBER – Jumlah petugas penyuluh lapangan (PPL) di Kabupaten Jember dinilai belum sebanding dengan kebutuhan ...
LEGISLATIF

Puan Maharani Minta Pemerintah Jamin Keselamatan Petugas dan Relawan Karhutla

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani meminta pemerintah menjamin keselamatan dan kesehatan petugas serta relawan ...
SEMENTARA ITU...

Rita Haryati Ajak Warga Magetan Jaga Persatuan dan Gotong Royong Lewat Napak Tilas

MAGETAN – Semangat persatuan dan gotong royong harus terus dijaga sebagai warisan berharga dari para pendahulu. ...
KRONIK

Pemkab Banyuwangi Bekali Santri Wawasan Bisnis Digital dan Media Sosial

BANYUWANGI – Memperingati Hari Santri Nasional, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi menggelar berbagai ...