Kamis
04 Juni 2026 | 4 : 04

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Serius Sikapi Fenomena MinyaKita, DPRD Jatim Bakal Panggil Disperindag

pdip-jatim-250314-ony-s

SURABAYA – Fenomena minyak goreng merek MinyaKita yang tidak sesuai takaran menjadi sorotan serius Komisi B DPRD Jawa Timur.

Anggota DPRD Jatim, Ony Setiawan, menegaskan bahwa sebagai wakil rakyat, mereka perlu mendapatkan penjelasan komprehensif dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) terkait permasalahan ini.

Menurut Ony, fenomena ini telah banyak ditemui di berbagai daerah di Jawa Timur dan berpotensi merugikan konsumen. Lebih-lebih di masa-masa yang permintaan minyak goreng meningkat seperti bulan Ramadan.

“Sehingga, kami perlu membahas hal ini bersama dinas terkait. Kami ingin mendapatkan penjelasan lengkap tentang bagaimana bisa terjadi ketidaksesuaian takaran ini,” ungkap Ony Setiawan di Surabaya, Jumat (14/3/2025).

Legislator yang juga Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jatim tersebut menegaskan bahwa pemerintah harus melakukan pengawasan secara komprehensif di semua lini. Mulai dari produsen, pengemas, distributor, hingga pengecer MinyaKita.

“Harusnya pemerintah melakukan pengawasan aktif di semua lini. Fenomena ini tidak bisa dianggap hal biasa, terutama mengingat minyak goreng sudah masuk dalam kategori bahan pokok yang sangat dibutuhkan masyarakat,” jelasnya.

Menurut Ony, fenomena ketidakakuratan takaran pada produk minyak goreng ini merupakan contoh nyata dari praktik koruptif yang sangat merugikan.

“Kejahatan semacam ini jelas merugikan rakyat. Kami di DPRD Jatim berkewajiban untuk mengawasi agar konsumen tidak terus dirugikan oleh pola operasional yang tidak transparan,” tegas Ony.

Dalam upaya menanggulangi masalah ini, Komisi B DPRD Jawa Timur berencana untuk segera memanggil pihak Disperindag guna mendapatkan klarifikasi dan penjelasan teknis terkait masalah ini.

Menurut Ony, rencana pemanggilan ini merupakan langkah awal untuk memastikan bahwa setiap tahap pengawasan dilakukan secara sistematis dan tegas.

“Kita perlu melakukan pembahasan intensif, karena di bulan Ramadan ini, kebutuhan masyarakat atas minyak goreng sangat tinggi. Kami harus mencegah agar produk yang beredar tidak hanya tidak sesuai takaran, tetapi juga tidak merugikan konsumen,” pungkasnya. (yols/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Konflik Galian C di Magetan, DPRD Hentikan Sementara Operasional Tambang demi Redam Gejolak Warga

MAGETAN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Magetan mengambil langkah taktis dengan menghentikan ...
EKSEKUTIF

Wabup Kediri Minta Masyarakat Ikut Kawal SPMB 2026, Laporkan Jika Ada Dugaan Pelanggaran

Wakil Bupati Kediri Dewi Mariya Ulfa mengajak masyarakat ikut mengawal pelaksanaan SPMB 2026. Pemkab Kediri ...
LEGISLATIF

Anas Karno Ajak Aparatur Kelurahan dan Kecamatan Jaga Profesionalisme Pelayanan

Sekretaris Komisi A DPRD Surabaya Anas Karno mengajak aparatur kelurahan dan kecamatan menjaga profesionalisme ...
KABAR CABANG

Bulan Bung Karno 2026, DPC Nganjuk Gelar Doa Bersama dan Ziarah Makam Tokoh Partai

NGANJUK – Menyambut bulan Juni yang diperingati sebagai Bulan Bung Karno, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI ...
LEGISLATIF

Widarto: Jika Diperlukan, Perlindungan BPJS bagi ABK Nelayan Bisa Dibiayai Pemerintah

Wakil Ketua DPRD Jember Widarto menilai perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi ABK nelayan penting karena tingginya ...
KRONIK

DPD PDI Perjuangan Jatim akan Tutup Musancab dengan Tanam Ribuan Pohon di Lumajang

SURABAYA – DPD PDI Perjuangan Jawa Timur akan mengisi rangkaian peringatan “Bulan Bung Karno” dengan aksi penanaman ...