JEMBER – Anggota Komisi B DPRD Jember Wahyu Prayudi Nugroho minta tingginya serapan pupuk di awal tahun harus diimbangi pengawasan distribusi agar tidak menimbulkan kelangkaan di wilayah lain. Permintaan ini dia sampaikan pada saat rapat dengar pendapat (RDP) bersama Pupuk Indonesia, Senin (26/1/2026).
Saat ini serapan pupuk subsidi di Kabupaten Jember pada awal 2026 terbilang tinggi. Hingga Januari, realisasi penyaluran pupuk subsidi telah mencapai lebih dari 10 persen dari total alokasi tahunan.
Kecamatan Balung dan Gumukmas tercatat sebagai wilayah dengan tingkat penyaluran tertinggi. “Kebutuhan petani memang meningkat karena masa tanam, tapi distribusi harus tetap merata. Jangan sampai kecamatan tertentu berlebih sementara wilayah lain kekurangan,” ujar dia.
Tak hanya minta pengawasan, legislator banteng tersebut juga menegaskan DPRD Jember akan terus mengawal distribusi pupuk subsidi bersama Pupuk Indonesia dan Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Pemkab Jember.
“Jika kebutuhan pupuk terus meningkat, kami juga membuka peluang pengajuan realokasi ke pemerintah provinsi,” katanya.
Sementara Account Executive Pupuk Indonesia Cabang Jember, Slamet Saputra, mengatakan lonjakan serapan pupuk terjadi karena masa tanam berlangsung serentak hampir di seluruh wilayah Jember. Bahkan, dalam waktu singkat jumlah petani yang menebus pupuk cukup tinggi.
“Pada bulan Januari saja realisasi sudah mencapai 10,92 persen. Dalam waktu tiga jam, dari pukul 06.00 sampai 09.00 pagi, tercatat sekitar 200 petani melakukan penebusan pupuk,” kata Slamet.
Menurutnya, Balung dan Gumukmas menjadi kecamatan dengan penyaluran tertinggi karena kebutuhan pupuk meningkat seiring pola tanam yang bersamaan. Kondisi tersebut perlu diantisipasi agar alokasi pupuk subsidi tidak habis di awal tahun.
“Kami khawatir alokasi pupuk untuk satu tahun justru terserap di Januari. Karena itu perlu edukasi kepada petani agar penggunaan pupuk disesuaikan dengan sistem tanam dan kebutuhan lahan,” ujarnya. (art/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










