Rabu
22 Juli 2026 | 3 : 12

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Seperti Ini, Supersemar dari Sudut Pandang Narsum “Ngobrol Pintar”

pdip-jatim-220314-ngobrol-pintar-1

SURABAYA – Komunitas Ngobrol Pintar menggelar history class di Cafe Historisma, Kota Surabaya, Minggu (13/3/2022). Topik yang dibabar, “Soekarno dan Supersemar” .

“History Class ini diselenggarakan terkait dengan momentum peristiwa 11 Maret 56 tahun lalu, yang dikenal dengan penyerahan Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar-red), diikuti 50 peserta,” jelas Aven Januar, koordinator panitia kepada media, Senin (14/3/2022).

Hadir sebagai pembicara yakni sejarahwan dan juga Komisaris PT PLN Eko Sulistyo, budayawan Jawa Timur Henky Kurniadi, dan Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Dr Moch Mubarrok.

Didampingi advokat senior Surabaya Edward Dewaruci sebagai host, menurut Aven, kegiatan ini terselenggara berkat kerja sama Komunitas Ngobrol Pintar bersama PT PLN.

Sementara itu, saat di depan peserta history class, Eko Sulistyo di antaranya menyebutkan, bahwa memahami sejarah masa lalu merupakan cara yang paling efektif untuk mendapatkan perspektif baru tentang kehidupan masa kini dan masa depan.

Eko yang juga mantan Deputy 4 Kantor Staf Kepresidenan (KSP) ini menambahkan bahwa ada beberapa sudut pandang dalam peristiwa sejarah Supersemar.

Sudut pandang pertama yang selalu dibahas banyak pengamat adalah polemik yang melingkari peristiwa bersejarah tersebut.

Baca juga: Gebrakan “Ngopi” di Awal 2022, Kupas Soal CSR BUMN

“Tapi bagi saya, sudut pandang yang lebih rasional adalah posisi Soekarno yang saat itu “wajib” dijatuhkan oleh dunia barat. Mengapa begitu, karena potensi sumberdaya alam Indonesia yang sedemikian besar, sehingga Supersemar adalah bagian dari konspirasi besar negara-negara barat untuk mencoba merebut kembali potensi Indonesia tersebut,” beber Eko.

Pada kesempatan kedua, Henky Kurniadi memaparkan secara jelas bahwa Soekarno saat jelang 1966 itu, sebenarnya dengan ideologi nasionalisnya anti kolonialisme. Hal tersebut yang bagi negara barat dianggap mendukung komunisme atau kutub timur.

Sementara, justru Soekarno berusaha tetap setia menolak ideologi timur maupun ideologi barat, dengan mengusung gerakan non blok.

“Di awal 1960-an, blok barat memunculkan ide dasar pertama tentang globalisasi dan free market (pasar bebas-red). Tapi di saat bersamaan Soekarno berkampanye menolak ide dasar globalisasi itu, dimana Soekaeno melihat itu adalah bentuk baru dari penjajahan gaya baru atau neokolonialisme,” papar Henky yang juga mantan anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI periode 2014-2019 ini.

Dengan latar belakang itulah, dia meyakini bahwa blok barat mulai menyusun skenario besar untuk konspirasi bersama beberapa pendukung utamanya di dalam pemerintahan Soekarno untuk menjatuhkan kekuasaan Soekarno di Indonesia.

Terkait Supersemar, dosen FISH Unesa Dr Mubarok menyebut, selalu dikaitkan dengan adagium, bahwa sejarah adalah ditulis dan dikonstruksi hingga dinarasikan oleh para pemenang, padahal itu belum tentu kebenaran.

Mengapa begitu? Mantan aktifis PMII ini menjelaskan, bahwa hal tersebut muncul dikarenakan banyaknya kepentingan yang melingkari narasi Supersemar yang bagi orde baru di bawah kepemimpinan soeharto untuk memperkuat legitimasi kekuatannya sendiri.

“Munculnya konspirasi Supersemar itu dikarenakan adanya dua faktor utama, yakni intervensi kekuatan asing khususnya blok barat, dan yang kedua adalah peristiwa politik itu unpredictable (tidak terprediksi-red) waktu itu. Termasuk Soekarno yang begitu kuat bisa dengan cepat mengalami fase kejatuhannya,” papar Mubarok. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

SEMENTARA ITU...

Syaifuddin Zuhri Dorong Turnamen Usia Dini Digelar Rutin untuk Cetak Pesepak Bola Berkualitas

SURABAYA – Ketua DPRD Surabaya Syaifuddin Zuhri mendorong turnamen sepak bola usia dini digelar secara rutin ...
KABAR CABANG

DPC Bojonegoro Gandeng Praktisi, Latih Petani Bikin Pupuk Organik Murah Meriah

BOJONEGORO – Upaya menjaga ketahanan pangan dan merespons tingginya harga pupuk kimia terus dilakukan di daerah. ...
KRONIK

Sambut Bulan Kemerdekaan, Bupati Lukman Pimpin ASN Percantik Kota Bangkalan

BANGKALAN – Menyambut Bulan Kemerdekaan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan menggerakkan aparatur sipil negara ...
EKSEKUTIF

Pemkab Ngawi Siapkan Regulasi Mengemudi Sepeda Motor bagi Anak Usia 17 Tahun Ke Bawah

NGAWI – Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono mengaku prihatin atas meningkatnya kasus kecelakaan lalu lintas yang ...
EKSEKUTIF

Mas Dhito Tinjau Lahan Calon Hotel Haji Pertama di Indonesia Dekat Bandara Dhoho

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana meninjau lahan calon hotel haji pertama di Indonesia di dekat Bandara ...
LEGISLATIF

Asmadi Minta UMKM Dilibatkan dalam Revitalisasi GOR Ganesha, Pedagang Lama Harus Diprioritaskan

BATU – Ketua Komisi B DPRD Kota Batu, Asmadi, meminta Pemerintah Kota Batu melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, ...