Selasa
09 Juni 2026 | 2 : 39

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Senang Dikunjungi Ganjar Pranowo, Uskup Agung Malang Hidangkan Sarapan Rawon dan Nasi Goreng

pdip-jatim-231013-gp-keuskupan-malang-2

“Jangan menyakiti orang karena perbedaan agama, suku maupun golongan. Agar kita bisa merasakan sebagai sesama anak bangsa yang merdeka”

MALANG – Ganjar Pranowo bersilaturahmi ke Keuskupan Agung Malang, Jumat (13/10). Bakal capres 2024 itu disambut hangat Uskup Agung Malang Mgr. Henricus Pidyarto Gunawan dan para Romo serta tokoh Katolik Malang lainnya.

Baik Ganjar maupun Mgr Henricus saling sapa dan memuji sesama. Canda tawa mengiringi pertemuan mereka. Suasana penuh persaudaraan pun tersaji dalam pertemuan singkat itu.

“Selamat datang di Malang, Pak Ganjar. Kami senang sekali Pak Ganjar bersilaturahmi ke sini, menengok kami,” ucap Mgr Henricus.

Uskup Henricus kemudian mengajak Ganjar masuk ke kediaman dan mengobrol bersama. Setelah itu, Ganjar diajak sarapan bareng dengan menu rawon, pecel dan nasi goreng.

“Pak Ganjar pasti belum sarapan, mari, pak, ini ada rawon, pecel dan nasi goreng, tetapi, hati-hati, Pak Ganjar, rawonnya pedas,” ucap Mgr Henricus disambut senyum Ganjar.

Dalam pertemuan itu, Ganjar dan Mgr Henricus berdiskusi tentang isu kebangsaan. Namun, yang paling intens keduanya membicarakan soal toleransi, persaudaraan, dan perdamaian.

“Tentu kami sangat senang Pak Ganjar mau berkunjung. Ini kunjungan persaudaraan dan kami menerima pak Ganjar dengan senang hati. Tadi kami ngobrol banyak, khususnya tentang pentingnya persaudaraan,” ucapnya.

Ganjar mengaku sangat senang bisa bersilaturahmi dan diterima oleh Mgr Henricus dan para tokoh agama lainnya di Malang. Ganjar mengatakan banyak diskusi soal kebangsaan, nilai kemanusiaan dan toleransi.

“Ini penting agar suasana damai tetap tercipta. Apalagi menjelang pemilu seperti ini, biasanya ada cerita yang tidak mengenakkan. Maka kita mesti menjaga bersama-sama,” ucapnya.

Ganjar dan Mgr Henricus serta tokoh agama di Malang sepakat, menjelang tahun politik ini semuanya saling menjaga perasaan. Tidak boleh terjadi perpecahan antar-anak bangsa hanya karena beda pilihan.

“Jangan menyakiti orang karena perbedaan agama, suku maupun golongan. Agar kita bisa merasakan sebagai sesama anak bangsa yang merdeka,” katanya. (ace/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

BERITA TERKINI

Diana Sasa Temukan Banyak Mata Air di Lokasi Tambang Sayutan: “Harus Dievaluasi”

MAGETAN – Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur, Diana Sasa, turun langsung meninjau lokasi aktivitas tambang di Desa ...
LEGISLATIF

Novita Hardini Desak Pemerintah Siapkan Mitigasi untuk Lindungi Industri Manufaktur

Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini mendesak pemerintah menyiapkan langkah mitigasi konkret untuk menjaga daya ...
KRONIK

Bupati Ipuk Tinjau Pembangunan Sekolah Rakyat, Progres 75 Persen

BANYUWANGI – Pemerintah pusat membangun Sekolah Rakyat (SR) di Banyuwangi. Saat ini, progres pembangunannya ...
KABAR CABANG

Harlah Bung Karno, BPEK Tuban “Ngangsu Kaweruh” Ideologi dan Ekonomi Kreatif di Blitar

KOTA BLITAR – Memperingati hari kelahiran Soekarno, Proklamator Kemerdekaan Republik Indonesia, Badan Pemberdayaan ...
EKSEKUTIF

Pemkab Kediri Fokus Tekan Pengangguran, Mas Dhito Genjot Pelatihan Kerja hingga Job Fair

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menegaskan Pemkab Kediri fokus menekan Tingkat Pengangguran Terbuka ...
KRONIK

Ganjar Ajak Generasi Muda Suarakan Kegelisahan Bangsa Lewat Film dan Seni

Ganjar Pranowo mengajak generasi muda menyalurkan gagasan, kritik sosial, dan kegelisahan terhadap kondisi bangsa ...