Minggu
01 November 2026 | 7 : 04

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Senang Dikunjungi Ganjar Pranowo, Uskup Agung Malang Hidangkan Sarapan Rawon dan Nasi Goreng

pdip-jatim-231013-gp-keuskupan-malang-2

“Jangan menyakiti orang karena perbedaan agama, suku maupun golongan. Agar kita bisa merasakan sebagai sesama anak bangsa yang merdeka”

MALANG – Ganjar Pranowo bersilaturahmi ke Keuskupan Agung Malang, Jumat (13/10). Bakal capres 2024 itu disambut hangat Uskup Agung Malang Mgr. Henricus Pidyarto Gunawan dan para Romo serta tokoh Katolik Malang lainnya.

Baik Ganjar maupun Mgr Henricus saling sapa dan memuji sesama. Canda tawa mengiringi pertemuan mereka. Suasana penuh persaudaraan pun tersaji dalam pertemuan singkat itu.

“Selamat datang di Malang, Pak Ganjar. Kami senang sekali Pak Ganjar bersilaturahmi ke sini, menengok kami,” ucap Mgr Henricus.

Uskup Henricus kemudian mengajak Ganjar masuk ke kediaman dan mengobrol bersama. Setelah itu, Ganjar diajak sarapan bareng dengan menu rawon, pecel dan nasi goreng.

“Pak Ganjar pasti belum sarapan, mari, pak, ini ada rawon, pecel dan nasi goreng, tetapi, hati-hati, Pak Ganjar, rawonnya pedas,” ucap Mgr Henricus disambut senyum Ganjar.

Dalam pertemuan itu, Ganjar dan Mgr Henricus berdiskusi tentang isu kebangsaan. Namun, yang paling intens keduanya membicarakan soal toleransi, persaudaraan, dan perdamaian.

“Tentu kami sangat senang Pak Ganjar mau berkunjung. Ini kunjungan persaudaraan dan kami menerima pak Ganjar dengan senang hati. Tadi kami ngobrol banyak, khususnya tentang pentingnya persaudaraan,” ucapnya.

Ganjar mengaku sangat senang bisa bersilaturahmi dan diterima oleh Mgr Henricus dan para tokoh agama lainnya di Malang. Ganjar mengatakan banyak diskusi soal kebangsaan, nilai kemanusiaan dan toleransi.

“Ini penting agar suasana damai tetap tercipta. Apalagi menjelang pemilu seperti ini, biasanya ada cerita yang tidak mengenakkan. Maka kita mesti menjaga bersama-sama,” ucapnya.

Ganjar dan Mgr Henricus serta tokoh agama di Malang sepakat, menjelang tahun politik ini semuanya saling menjaga perasaan. Tidak boleh terjadi perpecahan antar-anak bangsa hanya karena beda pilihan.

“Jangan menyakiti orang karena perbedaan agama, suku maupun golongan. Agar kita bisa merasakan sebagai sesama anak bangsa yang merdeka,” katanya. (ace/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Mas Dhito Ingatkan Pendataan Digital Bansos Harus Sesuai Kondisi Riil, Bukan Like and Dislike

KEDIRI – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mengingatkan proses pendataan kependudukan secara digital untuk ...
HEADLINE

Deni Wicaksono Dorong Kader GMNI Isi Ruang Strategis di Lembaga Negara

SURABAYA – Ketua DPD Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI) Jawa Timur, Deni Wicaksono, ...
LEGISLATIF

Salah Tafsir Kuota Perempuan BPD, Komisi A DPRD Jember Minta Pengisian Dievaluasi

JEMBER – Komisi A DPRD Jember menemukan dugaan salah tafsir penerapan kuota minimal 30 persen keterwakilan ...
LEGISLATIF

Dewanti Rumpoko Dorong Trans Jatim Malang Raya Terintegrasi dengan Angkot, Lindungi Pendapatan Sopir

SURABAYA – Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur, Dewanti Rumpoko, mendorong integrasi Bus Trans Jatim Koridor II Malang ...
KRONIK

Baguna Ngawi Jenguk Nenek Usia 97 Tahun, Korban Angin Kencang di Kwadungan

NGAWI – Di usianya yang hampir satu abad, Saelah (97 tahun) harus menghadapi kenyataan pahit setelah rumahnya ...
KRONIK

Guru Madin Keluhkan Kesejahteraan, Hj. Ansari Siap Memperjuangkan

PAMEKASAN – Seorang guru madrasah diniyah, Moh. Jufri, menyampaikan keluh kesahnya pada anggota Fraksi PDI ...