Sekjen PDIP: Ramadan Momen Jokowi dan Prabowo Rekonsiliasi

 19 pembaca

JAKARTA – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menyebut bulan Ramadan merupakan momentum yang baik untuk rekonsiliasi kedua kubu pasangan calon presiden. Bulan yang penuh berkah dan rahmat tersebut, menurutnya, sangat baik untuk membangun silaturahmi.

“Bulan Ramadan momentum yang sangat baik, saya yakin bulan suci tersebut akan kita gunakan dengan sebaik-baiknya untuk membangun tidak hanya silaturahmi. Tapi semangat berdedikasi dengan seluruh keimanan kita untuk bangsa dan negara dan semangat untuk membangun persaudaraan, semangat untuk membersihkan diri,” kata Hasto, di Rumah Aspirasi, Jakarta Pusat, kemarin.

Dia melanjutkan, momen puncaknya saat halal bihalal Idul Fitri. Menurutnya momentum di hari Lebaran ini mampu meredakan ketegangan.

“Puncaknya nanti berhalal-bihalal. Oleh karena itu momentum bulan Ramadan itu kami meyakini juga mampu menyejukkan berbagai ketegangan,” kata Sekretaris TKN Jokowi-Ma’ruf.

Hasto juga menilai kedua pasangan calon presiden lebih baik melakukan rekonsiliasi secara langsung. Dia setuju Jokowi dan Prabowo bertemu langsung.

“Jadi kami sepakat bahwa pertemuan secara langsung antara pak Jokowi dan pak Prabowo itu merupakan hal yang positif dan menunjukkan tingkat kedewasaan politik,” ujarnya.

Pasangan Capres-cswapres nomor urut 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin, lanjut Hasto, pada saatnya juga akan bertemu dengan para tokoh nasionalis. Dalam peremuan itu, Jokowi-Ma’ruf akan membicarakan dan meminta masukan soal masa depan bangsa dan negara.

Menurut Hasto, Jokowi-Ma’ruf akan bertemu dengan para tokoh nasional lintas bidang mulai tokoh tokoh politik, tokoh hukum, tokoh ekonomi, maupun tokoh masyarakat, dan tokoh agama.

Pertemuan akan dilakukan setelah KPU mengumumkan secara resmi hasil perolehan suara Pemilu Presiden 2019. Saat ini, kata dia, Jokowi-Ma’ruf dan TKN masih menunggu KPU melakukan rekapitulasi suara secara manual, yang hasilnya akan diumumkan pada 22 Mei mendatang.

“Setelah KPU mengumumkan siapa presiden dan wakil presiden terpilih, maka Jokowi-Ma’ruf adalah presiden dan wakil presiden pilihan rakyat, bukan lagi dari parpol,” kata Hasto.

Berdasarkan hasil penghitungan suara riil yang dilakukan KPU, hingga Kamis (25/4/2019), pukul 16.00 WIB, pasangan capres-cawapres 01, Joko Widodo-Ma’ruf Amin, memperoleh suara 56,10 persen, sedangkan pasangan capres-cawapres 02, Prabowo-Sandiaga memperoleh suara 43,90 persen. (goek)