Sabtu
05 September 2026 | 3 : 00

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Sarangan Longsor Lagi, PDI Perjuangan Magetan Sampaikan Rekomendasikan Penanganan Jangka Pendek dan Menengah

IMG-20260117-WA0089_copy_553x369

MAGETAN – Longsor kembali terjadi di kawasan wisata telaga Sarangan, Sabtu (17/1/2025). Dua kali longsor dalam sepekan, memantik struktural DPC maupun Fraksi PDI Perjuangan DPRD Magetan mengeluarkan rekomendasi penanganan jangka pendek hingga menengah.

Ketua DPC PDI Perjuangan Magetan, Diana AV Sasa dalam keterangannya kepada media menegaskan, agar pihak pemkab segera membentuk satuan tugas khusus untuk penanganan jangka pendek.

“Satgasus Sarangan Aman,” kata Diana Sasa.

Adapun satgasus, jelas dia, bekerja 24 jam selama puncak musim hujan dengan komando jelas dan satu pintu informasi. Satgasus melibatkan pihak BPBD, PUPR, Dishub, Polres/Polsek, Koramil, Dinkes (PSC 119 & Puskesmas), Dispar, DLH, Perhutani/pengelola kawasan bila terkait, serta unsur relawan/masyarakat setempat.

Tugas satgasus, jelas Diana Sasa, melakukan asesmen titik rawan, menempatkan personel siaga di titik-titik kritis, serta menyiapkan jalur evakuasi, rambu, barrier, dan penerangan. Juga memastikan kesiapan layanan kesehatan seperti triase, ambulans dan rujukan.

“Juga mengelola informasi resmi agar tidak terjadi simpang siur di publik,” katanya.

Berikutnya, kata Diana Sasa,  pemberlakukan Buka–Tutup jalur di segmen rawan. Skema ini mesti diintegrasikan dengan pengaturan parkir dan arus wisata agar tidak menumpuk di zona bahaya.

“Buka–tutup bukan untuk menghambat ekonomi warga, tetapi untuk memastikan aktivitas wisata tetap berjalan dengan standar keselamatan,” tandasnya.

Jangka Menengah

Tidak sekadar jangka pendek, Fraksi PDI Perjuangan DPRD Magaten juga merilis sejumlah poin untuk penanganan jangka menengah bencana longsor.

Ketua Fraksi, Suyono Wiling usai sidak ke lokasi longsor menyampaikan, ada sejumlah indikasi yang menjadi penyebab bencana tersebut. Indikasi alih fungsi lahan, penanganan banjir dan longsor yang tidak konsisten, dan kurangnya perawatan pada drainase atau saluran air. Serta kurang sinerginya instansi-instansi terkait kawasan Sarangan.

Karena itu, Suyono menyampaikan, ada beberapa poin rekomendasi sebagai solusi kepada pemangku kebijakan Magetan, sebagai berikut:

1. Menghentikan sementara alih fungsi hutan disertai evaluasi menyeluruh.

2. Menegakkan penataan ruang yang konsisten dan kolaboratif lintas sektor sebagai upaya pencegahan bencana.

3. Melakukan mitigasi dan deteksi dini melalui pemetaan titik rawan longsor dan banjir, mulai dari tebing, jalan, sempadan sungai, hingga saluran irigasi yang tersumbat.

4. Segera melakukan aksi nyata pada titik-titik rawan bencana.

5. Menyiapkan sarana, prasarana, serta tenaga ahli dan terampil dalam penanganan bencana.

6. Melakukan pengamanan konstruksi beton di sepanjang tebing rawan longsor sekitar ±300 meter di kawasan terdampak.

7. Melakukan relokasi warung-warung UMKM di area rawan bencana dengan cara yang humanis, adil, dan berpihak pada keberlangsungan ekonomi pelaku UMKM.

“Pariwisata tidak cukup hanya menjual keindahan, tetapi juga harus menjamin kenyamanan dan keselamatan. Ini adalah tanggung jawab kita bersama agar Magetan yang indah tidak hanya menjadi cerita bagi anak cucu kita kelak,” tegas Suyono Wiling. (rud/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Tambahan Fiskal Rp223 Miliar di P-APBD Jember 2026, PDIP: Apa Manfaat Nyatanya Buat Warga?

JEMBER – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Jember mempertanyakan manfaat tambahan ruang fiskal sekitar Rp223,12 ...
OLAHRAGA

Trenggalek Bertekad Tembus 10 Besar Porprov Jatim 2027

KONI Trenggalek menargetkan masuk 10 besar Porprov Jatim 2027 meski anggaran terbatas. Dari 40 atlet yang siap ...
EKSEKUTIF

Tanam Pohon Peringatan Hari Lahir Kejaksaan, Wabup Antok Berharap Srigati Bisa Jadi Agro Wisata

NGAWI – Kejaksaan Negeri Ngawi menanam sejumlah pohon buah di kawasan wisata religi Palereman Srigati, Desa ...
KRONIK

Imbas 1.600 Pekerja PT INKA Banyuwangi Dirumahkan, DPRD Desak Pemkab dan Pusat Turun Tangan

BANYUWANGI – Ketua DPRD Kabupaten Banyuwangi, I Made Cahyana Negara, menyatakan keprihatinan mendalam atas ...
OLAHRAGA

Bupati Fauzi Lepas Assyabaab U-13, Titipkan Pesan Penting Soal Karakter dan Disiplin

SUMENEP – Sebanyak 25 anggota Assyabaab U-13 resmi dilepas menuju Kabupaten Jember untuk mengikuti kompetisi Zona ...
LEGISLATIF

Baktiono Dorong RT/RW Dilibatkan Aktif dalam Pendataan Bansos, Data Desil Harus Sesuai Kondisi Riil Warga

SURABAYA – Anggota Komisi B DPRD Kota Surabaya Baktiono mendorong pemerintah melibatkan RT dan RW secara aktif ...