Jumat
28 Agustus 2026 | 4 : 09

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Sandiaga Angkat Kasus Rakyat untuk Kritisi Jokowi, Sekjen PDIP: Metode Usang!

pdip-jatim-johan-budi-hasto-puti

JAKARTA – Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto memuji penampilan KH Ma’ruf Amin dalam debat ketiga Pilpres 2019 yang digelar di Hotel Sultan, Jakarta pada Minggu (17/3/2019) malam.

Hasto menilai, dengan tampilan khas seorang ulama besar, KH Ma’ruf Amin berkomitmen dengan gagasan riset nasional yang dicanangkan Presiden Jokowi Widodo alias Jokowi sebagai bagian untuk memajukan Indonesia di masa mendatang.

“Riset merupakan ukuran kemajuan sebuah bangsa. Integrasi lembaga riset dalam satu Badan Riset Nasional guna menjawab 10-year challenge merupakan langkah terobosan,” kata Hasto kepada wartawan, Senin (18/3/2019).

Baca juga: Hasto: Penampilan Kiai Ma’ruf di Luar Dugaan, Fokus, dan Visioner

“Di situlah anak bangsa diberi ruang untuk melakukan riset kembangkan kemampuan negeri. Sebaliknya, Sandi hanya terpaku pada kritik atas program Jokowi tanpa diferensiasi program, tanpa terobosan,” tambahnya.

Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Jokowi – Ma’ruf inimenambahkan, ide Ma’ruf Amin dalam memaparkan program riset nasional yang digagas Jokowi, sangat mencerahkan serta diiringi dengan jawaban dari NU.

Seperti istilah yang dipakai KH Ma’ruf Amin jauh lebih konkret, misalnya untuk kesehatan, gagasan terhadap pentingnya penghormatan terhadap profesi tenaga medis. Namun pada saat bersamaan menegaskan komitmen negara hadir adalah solusi bagi penyempurnaan program BPJS dengan coverage yang luas.

“Sehingga kata Pak Kiai Ma’ruf, BPJS merupakan program asuransi terbesar di dunia,” jelas Hasto.

Dalam debat tersebut, Hasto juga memberikan penilaian jika sebenarnya Sandiaga Uno sangat terkejut dengan penampilan Ma’ruf Amin di atas panggung kemarin.

“Sering tampilnya Sandi ke ruang publik menyebabkan tidak ada lagi gagasan baru yang disampaikan, kecuali mengulang-ulang pola yang sama yakni menyebut nama Ibu Lies. Metode mengangkat kasus rakyat untuk kritisi program Jokowi terkesan sama dengan debat sebelumnya. Metode ini pun nampak usang di mata publik,” ungkap Hasto. “Alhasil, Ma’ruf Amin tampil mengejutkan dan rakyat memberikan apresiasi atas tampilan sosok yang tetap menampilkan jati dirinya sebagai ulama pengayom umat tersebut yang mampu mengelaborasi substansi masalah langsung dengan tawaran solusi,” pungkasnya. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KRONIK

Setengah Jam di Posko Baguna, Tempat Para Penggembira Muktamar Melepas Lelah

JOMBANG – Matahari sedang terik-teriknya ketika jarum jam menunjuk pukul 13.30 WIB, Kamis (27/8/2026). Sinar ...
EKSEKUTIF

Bupati Malang Ingin Purna PMI Tak Kembali Jadi Pencari Kerja, tapi Penggerak Ekonomi Daerah

Bupati Malang HM Sanusi ingin purna PMI tak kembali menjadi pencari kerja, tetapi mampu memanfaatkan modal dan ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP Soroti APBD Perubahan Kota Madiun, Bansos Turun hingga BTT Melonjak

MADIUN — Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Madiun menyoroti sejumlah perubahan komposisi anggaran dalam Raperda ...
KRONIK

Soroti Anggaran Pemeliharaan Aplikasi Rp310 Juta, Alfan PDIP Jember: Belum Sebanding Kualitas Layanan

JEMBER – Anggaran pemeliharaan aset tidak berwujud dan aplikasi layanan masyarakat sebesar Rp310,3 juta di Dinas ...
KRONIK

Soroti 903 KK Minta Update Data, Agung Priyanto: Jangan Sampai Rakyat Kehilangan Hak Gara-Gara Desil

PONOROGO – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Ponorogo, Agung Priyanto, menyoroti penggunaan desil ...
SEMENTARA ITU...

Ribuan Warga Padati Siraman Gong Kyai Pradah, Tradisi Leluhur Blitar Tetap Lestari di Tengah Efisiensi

Ribuan warga memadati Alun-alun Lodoyo menyaksikan Siraman Gong Kyai Pradah. Tradisi leluhur Blitar tetap ...