Minggu
31 Mei 2026 | 3 : 28

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Sambut Suro, BKN PDIP Jatim Gelar Sarasehan “Tradisi Ditelan Perubahan”

pdip-jatim-oni-sarasehan-budaya-1

SURABAYA – Menyambut bulan Suro, Badan Kebudayaan Nasional (BKN) DPD PDI Perjuangan Jawa Timur menggelar sarasehan budaya, Rabu malam (18/8/2020). Hadir dalam sarasehan bertema “Tradisi Ditelan Perubahan” ini, berbagai komunitas lintas budaya di Surabaya dan sekitarnya.

Ketua BKN DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Ony Setiawan mengatakan, hasil dari sarasehan ini selanjutnya akan diteruskan kepada pemerintah dan instansi terkait lainnya, untuk dijadikan pijakan dan langkah dalam pemajuan kebudayaan, baik di Jawa Timur maupun nasional.

“Dengan sarasehan ini, pemikiran yang dihasilkan diharapkan bisa membawa dampak positif bagi perkembangan kebudayaan,” kata Ony, di sela sarasehan.

Baca juga: BKN PDIP Jatim Gelar Festival Video Dokumentasi Tradisi Bulan Suro

Melalui sarasehan ini, jelas Wakil Ketua Bidang Komunitas Seni Budaya DPD PDIP Jatim ini, di antaranya adalah agar generasi muda bisa lebih mencintai kebudayaannya. Terlebih kebudayaan merupakan pintu masuk pembangunan bangsa.

Setelah sarasehan budaya ini, secara periodik BKN PDIP Jatim akan melakukan berbagai kegiatan bertema kebudayaan. “Contohnya adalah Festival Video Dokumentasi Tradisi Bulan Suro yang kami gelar setelah sarasehan ini, atau 20 Agustus hingga 18 September 2020,” sebut Ony.

Sarasehan budaya diawali menyanyikan Indonesia Raya tiga stansa dan tari Jejer Jaran Dawuk. Kemudian dilanjutkan Sulug Sabdo Palon bait 8 -9 oleh Ki Bayu (Dalang remaja) dan Kidung oleh Cak Lupus yang diiringi gamelan Jawa Timuran.

Ketua Panitia Sarasehan Budaya, Endin Didik Handoko mengatakan, total ada 31 komunitas yang hadir dalam sarasehan ini. Sebagai moderator Otto Bambang Wahyudi, dari Majelis Luhur Kepercayaan Indonesia (MLKI).

“Mereka yang mengkonfirmasi kehadiran ada juga pengurus BKN di cabang,” katanya.

Didik menjelaskan, digelarnya sarasehan adalah untuk menjaga berkembangnya ekosistem kebudayaan, kemudian mempertahankan eksistensi individu maupun komunitas budaya di masyarakat yang selama ini aktif dan memiliki tujuan perlindungan, pengembangan, pemanfaatan dan pembinaan kebudayaan.

Dalam sarasehan budaya ini, BKN ingin memberikan wawasan kepada masyarakat tentang kebudayaan serta menggali gagasan atau pemahaman dari stakeholder dalam upaya pemajuan kebudayaan di Jawa Timur.

Selama ini, imbuh Didik, sudah banyak contoh nyata yang menggambarkan bahwa tradisi itu telah ditelan perubahan, salah satunya terkait isu penghancuran keris. Padahal keris merupakan produk budaya bangsa Indonesia. (rad)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

HEADLINE

Pengurus PAC Se-Tuban Dilantik, Dapat Tugas Perdana Tanam Bibit Sukun

TUBAN – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Jawa Timur melantik jajaran kepengurusan PAC se-Kabupaten Tuban ...
KRONIK

PDI Perjuangan Ponorogo Target Pertahankan Kemenangan dan Tambah Kursi di Pemilu 2029

PONOROGO – Wakabid Ideologi dan Kaderisasi DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Bambang Yuwono, menegaskan pentingnya ...
EKSEKUTIF

Rijanto Akui Infrastruktur Jalan Jadi Pekerjaan Rumah Besar Pemkab Blitar

Bupati Blitar Rijanto mengakui perbaikan infrastruktur jalan masih menjadi pekerjaan rumah besar Pemkab Blitar. ...
KRONIK

Tari Bujang Ganong Buka Pelantikan PAC PDI Perjuangan se-Kabupaten Ponorogo

PONOROGO – Tari Bujang Ganong tampil memukau sebagai pembuka dalam acara pelantikan Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI ...
KRONIK

Harga Bahan Pangan Naik, Wiwin Sumrambah Sebut Faktor Global hingga Cuaca Ekstrem

JOMBANG – Kenaikan harga sejumlah bahan pangan di Jawa Timur menjadi sorotan DPRD Jawa Timur.Anggota Fraksi PDI ...
KRONIK

Deni Wicaksono Minta Kader PDIP Aktif di Medsos, Pertarungan Politik Terjadi di Dunia Maya

PONOROGO – Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Deni Wicaksono, meminta seluruh kader Partai untuk aktif ...