Jumat
23 Oktober 2026 | 11 : 01

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Sambut Suro, BKN PDIP Jatim Gelar Sarasehan “Tradisi Ditelan Perubahan”

pdip-jatim-oni-sarasehan-budaya-1

SURABAYA – Menyambut bulan Suro, Badan Kebudayaan Nasional (BKN) DPD PDI Perjuangan Jawa Timur menggelar sarasehan budaya, Rabu malam (18/8/2020). Hadir dalam sarasehan bertema “Tradisi Ditelan Perubahan” ini, berbagai komunitas lintas budaya di Surabaya dan sekitarnya.

Ketua BKN DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Ony Setiawan mengatakan, hasil dari sarasehan ini selanjutnya akan diteruskan kepada pemerintah dan instansi terkait lainnya, untuk dijadikan pijakan dan langkah dalam pemajuan kebudayaan, baik di Jawa Timur maupun nasional.

“Dengan sarasehan ini, pemikiran yang dihasilkan diharapkan bisa membawa dampak positif bagi perkembangan kebudayaan,” kata Ony, di sela sarasehan.

Baca juga: BKN PDIP Jatim Gelar Festival Video Dokumentasi Tradisi Bulan Suro

Melalui sarasehan ini, jelas Wakil Ketua Bidang Komunitas Seni Budaya DPD PDIP Jatim ini, di antaranya adalah agar generasi muda bisa lebih mencintai kebudayaannya. Terlebih kebudayaan merupakan pintu masuk pembangunan bangsa.

Setelah sarasehan budaya ini, secara periodik BKN PDIP Jatim akan melakukan berbagai kegiatan bertema kebudayaan. “Contohnya adalah Festival Video Dokumentasi Tradisi Bulan Suro yang kami gelar setelah sarasehan ini, atau 20 Agustus hingga 18 September 2020,” sebut Ony.

Sarasehan budaya diawali menyanyikan Indonesia Raya tiga stansa dan tari Jejer Jaran Dawuk. Kemudian dilanjutkan Sulug Sabdo Palon bait 8 -9 oleh Ki Bayu (Dalang remaja) dan Kidung oleh Cak Lupus yang diiringi gamelan Jawa Timuran.

Ketua Panitia Sarasehan Budaya, Endin Didik Handoko mengatakan, total ada 31 komunitas yang hadir dalam sarasehan ini. Sebagai moderator Otto Bambang Wahyudi, dari Majelis Luhur Kepercayaan Indonesia (MLKI).

“Mereka yang mengkonfirmasi kehadiran ada juga pengurus BKN di cabang,” katanya.

Didik menjelaskan, digelarnya sarasehan adalah untuk menjaga berkembangnya ekosistem kebudayaan, kemudian mempertahankan eksistensi individu maupun komunitas budaya di masyarakat yang selama ini aktif dan memiliki tujuan perlindungan, pengembangan, pemanfaatan dan pembinaan kebudayaan.

Dalam sarasehan budaya ini, BKN ingin memberikan wawasan kepada masyarakat tentang kebudayaan serta menggali gagasan atau pemahaman dari stakeholder dalam upaya pemajuan kebudayaan di Jawa Timur.

Selama ini, imbuh Didik, sudah banyak contoh nyata yang menggambarkan bahwa tradisi itu telah ditelan perubahan, salah satunya terkait isu penghancuran keris. Padahal keris merupakan produk budaya bangsa Indonesia. (rad)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

Kebakaran TPA Supit Urang, Kader PDIP Kota Malang Salurkan Masker dan Air Minum

Kader PDI Perjuangan Kota Malang menyalurkan masker bagi warga dan air minum untuk petugas pemadam kebakaran di ...
LEGISLATIF

Reses Fery Sudarsono, Warga Curhat Soal PJU hingga Nasib BKK Desa

MADIUN – Minimnya penerangan jalan umum (PJU), persoalan infrastruktur, hingga ketergantungan desa terhadap Bantuan ...
KRONIK

Kisruh Poktan Maju Makmur, Candra Dorong Regenerasi Kepengurusan Sesuai Mekanisme

JEMBER – Penetapan kepengurusan Kelompok Tani Maju Makmur di Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan, menjadi salah satu ...
KRONIK

Dorong Ekonomi Berbasis Masjid, Banyuwangi Latih 150 Takmir Kembangkan Masjid Affiliate

BANYUWANGI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi mendorong masjid menjadi pusat pemberdayaan ekonomi ...
KRONIK

Ini, Tiga Pesan Bupati Lukman pada Peringatan Hari Santri dan Wisuda Tahfidz Juz 30

BANGKALAN – Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, berharap peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 tidak sekadar ...
UMKM

16 Pelaku UMKM Fatayat NU Gresik Terima Rombong Gratis dari Nila Yani

GRESIK – Sebanyak 16 pelaku UMKM dari anggota Fatayat NU Gresik mendapat bantuan rombong usaha gratis. Bantuan dari ...