Rabu
14 Oktober 2026 | 12 : 38

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Saat Lebaran, Toleransi Menjaga Mudik Tetap Berjalan di Posko PDIP Kota Madiun

pdip jatim 260321 posko kota madiun 2

MADIUN – Di tengah hangatnya suasana Lebaran, ketika sebagian orang berkumpul bersama keluarga, sebuah posko mudik di Kota Madiun tetap menyala tanpa henti.

Di sanalah, Posko Mudik PDI Perjuangan berdiri. Sederhana, namun penuh makna. Bukan hanya tempat singgah bagi pemudik, tetapi juga ruang di mana kepedulian dan toleransi berjalan beriringan.

Sejak dibuka pada 18 Maret, posko ini tak pernah benar-benar sepi. Pemudik datang silih berganti—ada yang sekadar bertanya arah, ada yang melepas lelah setelah menempuh perjalanan panjang.

“Pagi kemarin beberapa pemudik ada yang mampir untuk bertanya informasi,” ungkap Cornelius Sudarto, salah satu relawan, Sabtu (21/3/2026).

Di dalam posko, suasana dibuat senyaman mungkin. Kursi-kursi disusun rapi, kipas angin berputar pelan, sementara aroma kopi dan teh hangat menemani pemudik yang beristirahat.

Makanan ringan tersaji, bahkan layanan buka puasa dan sahur pun disiapkan bagi yang membutuhkan. (Baca juga: DPC PDI Perjuangan Kota Madiun Dirikan Posko Mudik Lebaran 2026 di Terminal Purboyo)

Semua disediakan dari semangat yang sama: gotong royong.
Posko ini dijaga selama 24 jam, dibagi dalam tiga shift. Para petugas datang dari berbagai unsur—pengurus DPC PDIP Kota Madiun, anggota fraksi, satgas, hingga kader PAC dan ranting.

Mereka bergantian, memastikan posko tetap hidup, kapan pun pemudik datang. Namun, ada satu momen yang membuat posko ini terasa lebih istimewa.

Saat Hari Raya Idul Fitri tiba, ketika sebagian kader merayakan bersama keluarga, posko tetap beroperasi. Tugas berjaga diambil alih oleh kader non-Muslim, memastikan pelayanan tidak terhenti.

“Ini bentuk toleransi. Teman-teman Nasrani yang berjaga agar yang Muslim bisa merayakan Lebaran,” ujar Cornelius.

Di titik itu, posko bukan lagi sekadar tempat singgah. Ia menjadi simbol—bahwa perbedaan tak menghalangi untuk saling menjaga.

Di luar, arus mudik terus bergerak. Kendaraan melintas, membawa rindu menuju kampung halaman. Sementara di dalam posko, ada tangan-tangan yang siap membantu, tanpa pamrih.

Hingga 26 Maret mendatang, posko ini akan terus berdiri. Menjadi tempat istirahat, tempat bertanya, sekaligus tempat menemukan ketenangan di tengah perjalanan panjang.

Karena pada akhirnya, mudik bukan hanya tentang sampai tujuan. Tapi juga tentang perjalanan yang dijaga—oleh kepedulian, oleh kebersamaan, dan oleh toleransi yang hidup dalam tindakan nyata. (ahm/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Pemkab Banyuwangi Gelar Operasi Katarak Gratis, Bantu 4.869 Warga

BANYUWANGI –  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi melalui kolaborasi dengan Palang Merah Indonesia (PMI) ...
KRONIK

Apresiasi Dedikasi Guru Ngaji, Hj. Ansari PDIP Salurkan Bantuan untuk Nenek Suidah

PAMEKASAN – Ketulusan Nenek Suidah (100), guru ngaji sebatang kara asal Dusun Toronan, Desa Larangan Badung, ...
KRONIK

Bantu Warga Terdampak Kekeringan, Nur Hakim PDIP Distribusikan Air Bersih

BANGKALAN – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Bangkalan, Nur Hakim, menyalurkan bantuan air bersih pada ...
KRONIK

Dugaan Pungli Lahan Perhutanan Sosial, DPRD Jember Minta Dinas Kehutanan Jatim Buka Data KHDPK

JEMBER – Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Jember, Candra Ary Fianto, meminta Cabang Dinas Kehutanan Jawa Timur membuka ...
LEGISLATIF

Fraksi PDI Perjuangan Sumenep Beri Catatan atas Alokasi Belanja di APBD 2027

SUMENEP – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Sumenep memberikan sejumlah catatan terhadap rancangan APBD 2027, ...
LEGISLATIF

Deni Wicaksono Ajak Warga Trenggalek Rawat Toleransi untuk Perkuat Pembangunan Daerah

TRENGGALEK – Wakil Ketua DPRD Jawa Timur Deni Wicaksono mengajak masyarakat Trenggalek terus memupuk toleransi dan ...