Minggu
30 Agustus 2026 | 5 : 25

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Saat Lebaran, Toleransi Menjaga Mudik Tetap Berjalan di Posko PDIP Kota Madiun

pdip jatim 260321 posko kota madiun 2

MADIUN – Di tengah hangatnya suasana Lebaran, ketika sebagian orang berkumpul bersama keluarga, sebuah posko mudik di Kota Madiun tetap menyala tanpa henti.

Di sanalah, Posko Mudik PDI Perjuangan berdiri. Sederhana, namun penuh makna. Bukan hanya tempat singgah bagi pemudik, tetapi juga ruang di mana kepedulian dan toleransi berjalan beriringan.

Sejak dibuka pada 18 Maret, posko ini tak pernah benar-benar sepi. Pemudik datang silih berganti—ada yang sekadar bertanya arah, ada yang melepas lelah setelah menempuh perjalanan panjang.

“Pagi kemarin beberapa pemudik ada yang mampir untuk bertanya informasi,” ungkap Cornelius Sudarto, salah satu relawan, Sabtu (21/3/2026).

Di dalam posko, suasana dibuat senyaman mungkin. Kursi-kursi disusun rapi, kipas angin berputar pelan, sementara aroma kopi dan teh hangat menemani pemudik yang beristirahat.

Makanan ringan tersaji, bahkan layanan buka puasa dan sahur pun disiapkan bagi yang membutuhkan. (Baca juga: DPC PDI Perjuangan Kota Madiun Dirikan Posko Mudik Lebaran 2026 di Terminal Purboyo)

Semua disediakan dari semangat yang sama: gotong royong.
Posko ini dijaga selama 24 jam, dibagi dalam tiga shift. Para petugas datang dari berbagai unsur—pengurus DPC PDIP Kota Madiun, anggota fraksi, satgas, hingga kader PAC dan ranting.

Mereka bergantian, memastikan posko tetap hidup, kapan pun pemudik datang. Namun, ada satu momen yang membuat posko ini terasa lebih istimewa.

Saat Hari Raya Idul Fitri tiba, ketika sebagian kader merayakan bersama keluarga, posko tetap beroperasi. Tugas berjaga diambil alih oleh kader non-Muslim, memastikan pelayanan tidak terhenti.

“Ini bentuk toleransi. Teman-teman Nasrani yang berjaga agar yang Muslim bisa merayakan Lebaran,” ujar Cornelius.

Di titik itu, posko bukan lagi sekadar tempat singgah. Ia menjadi simbol—bahwa perbedaan tak menghalangi untuk saling menjaga.

Di luar, arus mudik terus bergerak. Kendaraan melintas, membawa rindu menuju kampung halaman. Sementara di dalam posko, ada tangan-tangan yang siap membantu, tanpa pamrih.

Hingga 26 Maret mendatang, posko ini akan terus berdiri. Menjadi tempat istirahat, tempat bertanya, sekaligus tempat menemukan ketenangan di tengah perjalanan panjang.

Karena pada akhirnya, mudik bukan hanya tentang sampai tujuan. Tapi juga tentang perjalanan yang dijaga—oleh kepedulian, oleh kebersamaan, dan oleh toleransi yang hidup dalam tindakan nyata. (ahm/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

DPC PDI Perjuangan Pamekasan Gelar Futsal Cup 2026, Rebutkan Piala MH Said Abdullah dan Tabanas

PAMEKASAN – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Pamekasan menggelar Turnamen Futsal Cup 2026 antar-Pimpinan Anak Cabang ...
LEGISLATIF

Novita Hardini: Event di Daerah Jangan Cuma Ramai, UMKM Lokal Harus Ikut Panen

NGAWI — Event yang digelar di daerah jangan berhenti menciptakan keramaian. Anggota Komisi VII DPR RI Novita ...
KRONIK

Wujud Kepedulian, Hj. Ansari Salurkan 116 Unit Bantuan ATENSI Kemensos di Pamekasan

PAMEKASAN – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI, Hj. Ansari, menyalurkan 116 unit bantuan alat bantu fisik bagi ...
KABAR CABANG

Ranting dan Anak Ranting se-Kecamatan Pucanglaban Dikukuhkan, Komitmen Besarkan PDI Perjuangan

TULUNGAGUNG – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Tulungagung mengukuhkan pengurus Ranting dan ...
EKSEKUTIF

Pemkot Surabaya Ajak Generasi Muda Terlibat Kelola Sampah

SURABAYA — Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya akan terus melakukan sosialisasi dan mengajak berbagai elemen ...
KABAR CABANG

DPC Tuban Salurkan 15.000 Liter Air Bersih ke Senori, Minta Pemkab Tak Lambat Respon Kekeringan

TUBAN – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Tuban menerjunkan tim Badan Penanggulangan Bencana ...