Risma Dorong Warga Eks Lokalisasi Moroseneng Jadi Pelaku Usaha

 20 pembaca

SURABAYA – Wali Kota Tri Rismaharini mendorong warga eks lokalisasi Moroseneng agar mau membuka usaha dan bergabung dengan Pahlawan Ekonomi. Ajakan Risma ini disampaikan saat membuka acara pelayanan terintegrasi di Jalan Klakah Rejo Gang Lebar, Kelurahan Klakah Rejo, Kecamatan Benowo, Surabaya, kemarin.

“Saya memang ingin menyemangati warga di sini, bahwa dengan kesungguhan dan kemauan, ternyata bisa, tidak perlu dia orang berpendidikan tinggi, tapi kalau mau, ternyata dia bisa juga,” kata Risma

Program Pahlawan Ekonomi dan Pejuang Muda merupakan salah satu program andalan Pemkot Surabaya untuk mengembangkan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kota Pahlawan.

Risma mengundang Aminah salah satu anggota Pahlawan Ekonomi Surabaya yang saat ini sudah sukses dengan produknya yang bernama Selendang Semanggi. Aminah, selaku pemilik produk itu menceritakan asal muasalnya yang dulunya berdagang semanggi keliling kampung.

Sambil berkaca-kaca mengenang masa lalunya, ia pun menceritakan bahwa usahanya itu semakin sukses setelah bergabung dengan Pahlawan Ekonomi dan selalu dibimbing mentor-mentor yang profesional.

“Beliau ini bukti nyata bahwa kita semua bisa asalkan kita mau berusaha dan bekerja keras. Dulu dia juga merintisnya dari kecil, tapi sekarang produknya sudah masuk di toko swalayan dan sekarang mobilnya sudah dua,” kata Risma.

Setelah panjang lebar menyemangati warga, terutama ibu-ibu yang ada di eks lokalisasi itu, Risma kemudian berbicara secara khusus dengan siswa-siswi sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) yang turut hadir di acara itu.

Wali kota perempuan pertama di Kota Surabaya itu menjelaskan bahwa tas yang bagus, sepatu yang bagus dan baju yang bagus tidak menjamin dan tidak ada hubungannya dengan kecerdasan dan kepintaran.

“Oleh karena itu, jika kalian tidak punya sepatu bagus, tas bagus dan baju bagus tidak usah merengek-rengek kepada orang tuanya, karena itu tidak menjamin kalian akan juara kelas dan sukses,” kata dia.

Menurut Risma, kesuksesan itu sejatinya tergantung anak-anak itu sendiri, karena seorang guru dan orang tuanya hanya membantu untuk mencapai kesuksesan itu. Apalagi, ke depan anak-anak Surabaya itu akan bersaing dengan anak-anak di luar negeri, bukan lagi anak-anak yang ada di dalam negeri.

“Jadi, tidak perlu galau dan putus asa kalau hanya karena putus dengan pacarnya, itu kecil. Masih banyak yang harus kalian capai. Mulai sekarang tidak boleh lengah, maju dan maju lagi,” katanya.

Seusai acara itu, sengaja membakar semangat warga di eks lokalisasi Moroseneng itu supaya mereka mau menjadi pelaku usaha. Ia pun yakin bahwa dengan kesungguhan dan kemauan akan bisa menjadi pengusaha. Risma juga menambahkan mulai saat ini hingga akhir masa jabatannya sebagai Wali Kota Surabaya dua periode, akan terus mengkampanyekan ekonomi. Sebab, Kota Surabaya ini sudah dibangun sedemikian rupa, sehingga dia ingin yang menikmati infrastruktur ini adalah warga Kota Surabaya sendiri, bukan orang lain. (goek)