Kader PDI Perjuangan Magetan bersama masyarakat bergotong royong memperbaiki jalan, mengecat jembatan, serta merawat tugu dan monumen melalui Gerakan Merawat Pertiwi.
MAGETAN – Kader PDI Perjuangan Kabupaten Magetan bersama masyarakat bergotong royong memperbaiki dan merawat berbagai fasilitas umum sebagai bagian dari Gerakan Merawat Pertiwi dalam rangka Bulan Bung Karno 2026.
Aksi yang dilakukan meliputi penambalan jalan berlubang, pengecatan jembatan desa, hingga perawatan tugu dan monumen yang menjadi fasilitas bersama masyarakat di sejumlah kecamatan.
Kegiatan tersebut dilaksanakan secara serentak di berbagai wilayah. PAC PDI Perjuangan Panekan melakukan penambalan jalan berlubang di kawasan timur traffic light Panekan. PAC Sukomoro menggelar kerja bakti membersihkan sungai sekaligus mengecat jembatan di wilayah Kentangan.
Baca juga: PDI Perjuangan Magetan Ajak Kader Turun ke Lapangan Lewat Gerakan Merawat Pertiwi
Sementara itu, PAC Kawedanan melakukan pembersihan dan pengecatan kembali Tugu Pancasila di Desa Balerejo. Adapun PAC Takeran menggelar kerja bakti pengecatan Monumen Pahlawan dan Monumen Pancasila di kawasan Lapangan Takeran.
Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Magetan, Hendrad Subyakto, mengatakan gotong royong merupakan salah satu cara paling efektif untuk menjawab berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat sehari-hari.
“Tidak semua persoalan harus menunggu program besar atau anggaran besar. Ada banyak hal yang bisa diselesaikan bersama-sama ketika masyarakat dan kader mau turun tangan. Inilah semangat gotong royong yang ingin terus kita hidupkan,” kata Hendrad.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya berorientasi pada perbaikan fisik fasilitas umum, tetapi juga bertujuan membangun kembali kepedulian dan rasa memiliki masyarakat terhadap lingkungan sekitar.
“Ketika masyarakat ikut memperbaiki jalan, membersihkan lingkungan, atau merawat fasilitas umum, muncul rasa memiliki. Dari situlah tumbuh kepedulian untuk menjaga hasilnya bersama-sama,” ujarnya.
Ketua PAC PDI Perjuangan Kawedanan, Gatot Purnomo, menambahkan bahwa perawatan Tugu Pancasila di Desa Balerejo dilakukan karena keberadaannya memiliki nilai penting sebagai simbol kebersamaan dan persatuan masyarakat.
“Kami memilih merawat Tugu Pancasila karena ini bukan sekadar bangunan. Tugu ini menjadi simbol kebersamaan dan pengingat nilai-nilai yang menyatukan masyarakat. Kalau bukan kita yang merawat, siapa lagi?” katanya.
Ia menegaskan, Gerakan Merawat Pertiwi sengaja diarahkan pada kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekaligus memperkuat budaya gotong royong di tingkat desa.
“Yang terpenting bukan seberapa besar kegiatannya, tetapi seberapa besar manfaatnya. Kami ingin kader hadir dan bekerja bersama masyarakat, bukan hanya datang saat ada agenda politik,” ujarnya.
Melalui berbagai aksi tersebut, PDI Perjuangan Magetan berupaya menunjukkan bahwa semangat gotong royong tetap relevan sebagai solusi untuk menjaga lingkungan, fasilitas publik, dan ruang bersama yang digunakan masyarakat sehari-hari. (yols/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS









