PDI Perjuangan Magetan mengajak kader di 18 kecamatan turun langsung ke lapangan melalui Gerakan Merawat Pertiwi dengan aksi bersih sungai, tanam pohon, dan pelestarian lingkungan.
MAGETAN – PDI Perjuangan Kabupaten Magetan mengajak kader di 18 kecamatan turun langsung ke lapangan melalui Gerakan Merawat Pertiwi sebagai rangkaian peringatan Bulan Bung Karno 2026.
Gerakan tersebut diwujudkan melalui berbagai aksi nyata, mulai membersihkan sungai, menanam pohon, merawat sumber mata air, membersihkan situs budaya dan makam leluhur, hingga membantu warga yang membutuhkan.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Magetan Diana Sasa mengatakan, Gerakan Merawat Pertiwi merupakan upaya menghadirkan kembali semangat gotong royong yang menjadi salah satu ajaran penting Bung Karno.
“Kalau kita belajar ajaran Bung Karno, jangan hanya pidato dan kutipan-kutipan saja. Bung Karno mengajarkan keberpihakan kepada rakyat dan kecintaan kepada tanah air. Itu harus diwujudkan dalam tindakan nyata,” kata Diana.
Menurutnya, setiap Pengurus Anak Cabang (PAC) diberikan keleluasaan untuk menentukan bentuk kegiatan yang paling sesuai dengan kebutuhan masyarakat di wilayah masing-masing.
Karena itu, pelaksanaan Gerakan Merawat Pertiwi di setiap kecamatan memiliki bentuk yang beragam, namun tetap mengusung semangat yang sama, yakni menjaga lingkungan, merawat warisan budaya, dan memperkuat kepedulian sosial.
“Bentuknya bermacam-macam, tetapi ruhnya sama, yaitu merawat pertiwi. Ada yang menjaga lingkungan, ada yang merawat situs sejarah dan budaya, ada yang membantu sesama. Semua berangkat dari semangat gotong royong,” ujar anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur tersebut.
Sepanjang Juni 2026, sejumlah PAC menggelar berbagai kegiatan seperti tabur benih ikan di sungai, penanaman pohon, bersih-bersih taman dan sumber mata air, susur sungai, pengecatan monumen dan Tugu Pancasila, hingga kerja bakti di punden-punden desa.
Diana menilai kepedulian terhadap lingkungan perlu terus diperkuat di tengah berbagai tantangan yang dihadapi daerah, mulai dari berkurangnya sumber air hingga memudarnya budaya gotong royong di masyarakat.
“Merawat lingkungan itu bukan urusan pemerintah saja. Partai politik juga harus hadir. Kader harus memberi contoh bahwa menjaga sungai, menjaga pohon, menjaga sumber air, itu bagian dari mencintai tanah air,” tegasnya.
Ia berharap Gerakan Merawat Pertiwi tidak berhenti sebagai agenda tahunan Bulan Bung Karno, melainkan tumbuh menjadi kebiasaan dan gerakan bersama di tengah masyarakat.
“Kita ingin semangat merawat pertiwi ini menjadi gerakan bersama. Karena sesungguhnya tanah air ini tidak hanya diwariskan oleh leluhur kepada kita, tetapi juga dipinjamkan untuk anak cucu kita di masa depan,” pungkasnya. (yols/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS









