SURABAYA – Ketua Panitia Nasional Soekarno Cup 2026, Komarudin Watubun, menegaskan pemilihan Surabaya sebagai tuan rumah pembukaan turnamen memiliki makna historis yang kuat. Selain dikenal sebagai Kota Pahlawan, Surabaya merupakan tempat kelahiran Bung Karno yang dinilai tepat untuk menyalakan kembali semangat membangun generasi muda Indonesia melalui sepak bola.
Soekarno Cup 2026 resmi dibuka di Stadion 10 November Surabaya, Senin (10/8/2026). Ribuan penonton hadir menyaksikan pembukaan turnamen yang diikuti 16 kontingen dari berbagai provinsi di Indonesia.
“Dari kota inilah Bung Karno mengawali perjalanan hidupnya. Maka dari kota ini pula kita ingin menyalakan kembali semangat membangun generasi muda Indonesia,” ujar Komarudin dalam sambutannya.
Menurutnya, sepak bola tidak sekadar menjadi arena kompetisi untuk mencari pemenang. Olahraga tersebut dapat menjadi bahasa persatuan sekaligus sarana membentuk karakter generasi muda dan memperkuat semangat kebangsaan.
Komarudin mengatakan penyelenggaraan Soekarno Cup juga menjadi bentuk penghormatan terhadap gagasan Bung Karno mengenai politik olahraga. Semangat tersebut, kata dia, tercermin dalam penyelenggaraan Asian Games 1962 dan Ganefo yang kala itu menjadi bagian dari upaya menunjukkan martabat Indonesia di mata dunia.
Ia menjelaskan Soekarno Cup merupakan hasil rancangan Prananda Prabowo dengan membawa semangat geopolitik olahraga dan pembinaan generasi muda.
Komarudin juga mengingatkan seluruh pemain agar tidak hanya mengejar kemenangan selama mengikuti turnamen. Menurutnya, nilai sportivitas dan karakter yang dibangun selama kompetisi jauh lebih penting daripada sekadar membawa pulang trofi.

“Piala hanya dimiliki oleh satu tim, tetapi karakter yang kalian bangun selama turnamen ini akan menjadi milik kalian seumur hidup,” tegasnya.
Pembukaan Soekarno Cup 2026 berlangsung meriah. Prosesi diawali penampilan Tari Bantengan binaan Puti Guntur Soekarno, kemudian dilanjutkan atraksi drumband dan parade de ville yang menampilkan seluruh kontingen.
Para pemain memasuki lapangan dengan membawa identitas budaya daerah masing-masing. Sejumlah kontingen tampil dengan pakaian dan atribut khas daerah sebagai simbol keberagaman Indonesia.
Prosesi pembukaan kemudian ditandai penyerahan obor oleh legenda sepak bola Persebaya, Aji Santoso, kepada Komarudin Watubun. Para kepala daerah yang hadir selanjutnya melakukan tendangan bola secara simbolis dengan iringan lagu “Soekarno Anthem”.
Sementara itu, Ketua Panitia Daerah Soekarno Cup 2026 sekaligus Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi berharap turnamen tersebut menjadi tonggak penting bagi masa depan sepak bola Indonesia.
“Semoga ini akan menjadi momen yang tidak terlupakan di Jawa Timur dan khususnya Soekarno Cup. Akan lahir pemain-pemain dari Soekarno Cup untuk nasional,” kata Eri.
Soekarno Cup 2026 mempertemukan 16 tim dari berbagai provinsi dengan para pemain usia muda. Turnamen tersebut diharapkan menjadi ruang pembinaan sekaligus membuka jalan bagi lahirnya pemain-pemain yang mampu memperkuat sepak bola nasional. (nia/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










