Selasa
11 Agustus 2026 | 1 : 40

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Andreas Buka Peluang UMKM Eks Dolly Tembus Pasar Ekspor, Risma Tekankan Pasar Lokal Harus Kuat

pdip jatim 260811 umkm eks dolly

Anggota DPR RI Andreas Eddy Susetyo membuka peluang UMKM eks Dolly menembus pasar ekspor, sementara Risma menekankan pentingnya memperkuat pasar domestik.

SURABAYA – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI Andreas Eddy Susetyo membuka peluang pelaku UMKM Gotong Royong di Putat Jaya, kawasan eks lokalisasi Dolly, Surabaya, untuk menembus pasar ekspor. Namun, pengembangan pasar internasional dinilai harus dibarengi penguatan pasar domestik agar pelaku usaha benar-benar siap naik kelas.

Peluang tersebut disampaikan Andreas saat berbagi pengalaman pengembangan UMKM dalam rangkaian Klinik UMKM Gotong Royong yang digelar selama sepekan di kawasan Putat Jaya. Dukungan itu merespons permintaan mantan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini agar UMKM binaan di kawasan tersebut diarahkan menuju pasar yang lebih luas.

“Kalau Mas Andreas bisa bantu untuk ekspor, Insya Allah nanti UMKM Gotong Royong bisa berkembang,” kata Risma dalam sesi tanya jawab Klinik UMKM Gotong Royong, Sabtu (9/8/2026).

Risma menegaskan, sebelum membidik pasar ekspor, pelaku UMKM harus terlebih dahulu memastikan produknya memiliki pasar domestik yang kuat. Menurutnya, kualitas produk, kapasitas produksi, pemasaran, serta kemampuan menjaga keberlanjutan usaha menjadi modal penting untuk naik kelas.

Ia mencontohkan sejumlah UMKM Pahlawan Ekonomi yang telah berkembang, seperti Eceng Gondok Witrove, Selendang Semanggi, Kopi Jelly De’nil, dan Diah Cookies. Di kawasan Putat Jaya, terdapat pula pelaku usaha seperti Sandal Hotel/Alas Kaki Mampu Jaya, Batik Jarak Arum, dan Sablon Indana Production.

Sementara itu, Andreas menilai UMKM memiliki posisi strategis dalam perekonomian nasional karena menjadi salah satu sektor utama penyerap tenaga kerja.

“UMKM ini sangat penting di dalam struktur ekonomi Indonesia, karena yang menyerap tenaga kerja itu ada 90 persennya. Jadi sebetulnya Indonesia ini sangat tergantung dari pelaku UMKM,” ujar Andreas.

Menurutnya, pengembangan UMKM di kawasan eks Dolly tidak cukup hanya berhenti pada peningkatan produksi. Pelaku usaha juga perlu mendapat pendampingan menyeluruh mulai dari legalitas, perlindungan kekayaan intelektual, pemasaran hingga pengelolaan keuangan.

Klinik UMKM Gotong Royong bersama Dinas Koperasi UMKM Perdagangan Kota Surabaya mendampingi pelaku usaha dalam pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB), hak kekayaan intelektual (HAKI), produksi, pemasaran daring, dan pengelolaan keuangan. Pendampingan tersebut juga diperkuat melalui aplikasi UMKM Gotong Royong.

Dalam sesi tanya jawab, pelaku UMKM menyampaikan sejumlah kebutuhan, antara lain akses pemasaran ke instansi dan sekolah, pelatihan pemasaran digital, hingga strategi memenangkan persaingan tanpa terjebak perang harga.

Risma meminta pelaku usaha tidak hanya bergantung pada bantuan pemasaran melalui instansi pemerintah. Menurutnya, kekuatan produk dan kemampuan menjangkau konsumen secara langsung menjadi faktor utama dalam memenangkan persaingan.

Ia juga mendorong penguatan pemasaran digital, packaging, dan branding sebagai bagian dari pendampingan berkelanjutan.

Rangkaian Klinik UMKM Gotong Royong juga memberikan pelatihan craft dan food. Pelatihan craft meliputi pembuatan dompet, rompi, dan alas kaki, sedangkan sektor makanan mencakup nasi kotak, masakan Korea, dim sum, dan aneka minuman.

Produk-produk tersebut selanjutnya diarahkan masuk ke bazar, sentra UMKM dan Sentra Wisata Kuliner Pemerintah Kota Surabaya, jaringan hotel, serta kanal penjualan digital.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan Bazaar Kemerdekaan UMKM Gotong Royong pada 9 Agustus 2026 yang diikuti ratusan pelaku UMKM dan warga setempat.

Melalui penguatan produksi, legalitas, pemasaran, dan akses pasar, kawasan Putat Jaya yang sebelumnya dikenal sebagai lokalisasi Dolly diharapkan terus berkembang menjadi kawasan ekonomi kreatif yang mandiri dengan produk yang mampu bersaing di pasar lokal, nasional hingga internasional. (nia/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

SEMENTARA ITU...

Andreas Buka Peluang UMKM Eks Dolly Tembus Pasar Ekspor, Risma Tekankan Pasar Lokal Harus Kuat

Anggota DPR RI Andreas Eddy Susetyo membuka peluang UMKM eks Dolly menembus pasar ekspor, sementara Risma ...
KRONIK

Bupati Bupati Ipuk Lepas 32 Kontingen Pramuka Banyuwangi ke Jambore Nasional ke-12 di Cibubur

BANYUWANGI – Sebanyak 32 Pramuka Penggalang siswa berbagai SMP di Banyuwangi akan mengikuti Jambore Nasional ...
KRONIK

Guntur Wahono: Tiban Bukan Sekadar Adu Skill, Tapi Merawat Persaudaraan Antar Daerah

BLITAR – Seni tradisi Tiban tidak semestinya berhenti sebagai tontonan budaya. Di balik pertarungan para jawara di ...
OLAHRAGA

Kalah 1-4 dari Jabar, Deni Wicaksono Tegaskan Peluang Banteng Jatim Masih Terbuka

SURABAYA – Kekalahan telak 1-4 dari Banteng Jawa Barat membuat langkah Banteng Jatim di Soekarno Cup 2026 langsung ...
OLAHRAGA

Aji Santoso Dorong Soekarno Cup Berkelanjutan, 400 Talenta Muda Dibuka Jalan ke Klub Profesional

SURABAYA – Lapangan Soekarno Cup 2026 bukan sekadar tempat bagi pemain muda mengejar kemenangan. Di balik ...
KRONIK

Apresiasi Kegiatan Rejotangan Fun Trail Run, Erma Susanti: Pengungkit Wisata Desa

TULUNGAGUNG – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Jawa Timur, Erma Susanti, mengapresiasi dan mendukung ...