Jumat
25 September 2026 | 1 : 22

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Guntur Wahono Siapkan Sumur Bor Tenaga Surya untuk Atasi Krisis Air Petani Blitar

pdip jatim 260925 guntur wahono

BLITAR – Krisis air akibat kemarau panjang menjadi keluhan utama petani di wilayah barat Kabupaten Blitar. Menanggapi kondisi tersebut, Anggota DPRD Jawa Timur Fraksi PDI Perjuangan Guntur Wahono akan menginventarisasi kebutuhan sumur bor, termasuk mendorong pemanfaatan sumur bor tenaga surya untuk membantu memenuhi kebutuhan pengairan lahan pertanian.

Aspirasi itu disampaikan petani dalam kegiatan Sosialisasi Pendidikan terhadap Dinamika Pemerintahan bersama Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) se-Kabupaten Blitar di Pendapa Ageng Hand Astasih, Srengat, Kamis (24/9/2026).

Guntur mengatakan sumur bor tenaga surya dapat menjadi salah satu alternatif untuk mengatasi persoalan air sekaligus menekan biaya operasional petani.

“Maka yang bisa kami lakukan adalah menginventarisir, mengidentifikasi persoalan yang ada di masyarakat terkait dengan kebutuhan sumur-sumur bor. Ternyata ada sumur bor tenaga surya yang menarik, sangat meringankan beban masyarakat karena kebutuhan air tercukupi dan hemat operasional,” jelas Guntur.

Menurut dia, usulan tersebut akan dikoordinasikan dengan Dinas Pertanian agar kebutuhan sumur bor benar-benar sesuai dengan kondisi lapangan. Usulan itu juga akan diarahkan agar terintegrasi dengan kebijakan dan kemampuan APBD Provinsi Jawa Timur.

Persoalan air menjadi perhatian utama karena kondisi pertanian di wilayah barat Blitar dinilai lebih kering dibandingkan wilayah timur.

Ketua Gapoktan Kabupaten Blitar Maskuri mengatakan wilayah timur masih memiliki dukungan sumber air dari kawasan Gunung Kelud dan Gunung Kawi, sedangkan wilayah barat menghadapi keterbatasan sumber air.

“Yang jelas daerah-daerah yang kering itu memang sangat membutuhkan bantuan untuk pengadaan air berupa pompa air. Kami menginginkan adanya sumur-sumur yang lebih banyak di wilayah barat, pompa-pompa air yang bisa mendukung untuk pengairan,” ujar Maskuri.

Selain sumur bor dan pompa air, petani juga mengusulkan pembangunan dam atau bendungan serta normalisasi parit. Kebutuhan alat panen padi dan jagung juga disampaikan untuk membantu petani menghadapi keterbatasan tenaga kerja.

Masalah air tersebut menjadi bagian dari tantangan pertanian akibat kemarau dan penurunan debit sumber air. Dalam forum serupa, kebutuhan infrastruktur irigasi dan sumur bor juga menjadi aspirasi utama petani Blitar.

Guntur mengatakan seluruh aspirasi tersebut perlu dipetakan berdasarkan kebutuhan masing-masing wilayah. Dengan begitu, bantuan yang diberikan tidak sekadar menambah sarana pertanian, tetapi benar-benar menjawab persoalan yang dihadapi petani.

“Yang bisa kami lakukan adalah menginventarisir mengidentifikasi persoalan yang ada di masyarakat,” katanya.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Blitar Suwito Saren Satoto menilai kolaborasi antara pemerintah kabupaten dan pemerintah provinsi diperlukan untuk mempercepat penanganan persoalan air.

Ia mencontohkan, terdapat potensi sekitar 15 hektare sawah yang dapat memperoleh pasokan air apabila salah satu bendungan sungai ditinggikan.

Selain itu, menurut Suwito, terdapat potensi pengembangan hingga 150 titik sumur bor yang dapat menjadi bagian dari upaya mengatasi kekeringan. Petani juga perlu diarahkan menggunakan varietas padi yang lebih tahan terhadap kondisi kekurangan air.

“Terus yang berikutnya tentu pengeboran sumur. Ada 150 titik sumur bor yang bisa dilakukan oleh Dinas Pertanian. Terus kemudian bantuan alsintan yang sesuai kondisi saat ini, contohnya greenhouse, irigasi tetes,” pungkas Suwito.

Di tengah persoalan air, Guntur juga menyoroti pentingnya modernisasi pertanian dan regenerasi petani. Menurutnya, generasi muda membutuhkan model pertanian yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi dan memiliki prospek ekonomi.

“Anak muda kalau sistem tradisi sudah tidak menarik. Kita memberikan saran kepada petani-petani muda untuk melihat potensi seperti hidroponik melon premium ini menarik sekali,” ujarnya.

Ia menilai pengembangan petani muda tidak cukup hanya dengan memberikan fasilitas teknologi. Pengetahuan, akses pembiayaan melalui lembaga keuangan, serta kepastian pasar juga harus disiapkan.

Dorongan terhadap pertanian modern tersebut sebelumnya juga disampaikan Guntur dalam forum bersama Gapoktan. Ia menilai teknologi dan mekanisasi menjadi bagian penting untuk menghadapi perubahan iklim sekaligus menarik minat generasi muda masuk ke sektor pertanian.

Sementara itu, Maskuri mengapresiasi berbagai dukungan yang selama ini diberikan kepada petani, termasuk kultivator, traktor roda empat, dan bantuan sumur air.

Ia berharap pembinaan dan dukungan sarana pertanian terus diperkuat sehingga petani mampu beradaptasi dengan kondisi iklim yang semakin menantang.

Dalam forum tersebut, persoalan pupuk subsidi juga ikut disampaikan sebagai salah satu kebutuhan petani. Suwito menilai sosialisasi mengenai mekanisme pupuk subsidi perlu terus diperkuat hingga tingkat petani.

Bagi Guntur, seluruh aspirasi tersebut akan menjadi bahan inventarisasi untuk kemudian dikoordinasikan dengan pemerintah daerah dan perangkat daerah terkait. Fokusnya adalah memastikan kebutuhan petani, khususnya persoalan air, dapat diterjemahkan menjadi program yang tepat sasaran dan terintegrasi dengan kebijakan ketahanan pangan Jawa Timur. (arif/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Guntur Wahono Siapkan Sumur Bor Tenaga Surya untuk Atasi Krisis Air Petani Blitar

BLITAR – Krisis air akibat kemarau panjang menjadi keluhan utama petani di wilayah barat Kabupaten Blitar. ...
LEGISLATIF

Yuzar Rasyid Sidak Pasar Bandar dan Pahing, Cari Jalan Keluar Polemik Pedagang

KEDIRI – Anggota Komisi B DPRD Kota Kediri Yuzar Rasyid bersama sejumlah anggota dewan melakukan inspeksi mendadak ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP Kota Pasuruan Setujui P-APBD 2026 dengan Catatan

KOTA PASURUAN – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Pasuruan secara resmi menyatakan menerima dan menyetujui Rancangan ...
PEMILU

PDI Perjuangan Usulkan Parliamentary Threshold 6 Persen untuk RUU Pemilu

JAKARTA – PDI Perjuangan akan membawa usulan parliamentary threshold (PT) sebesar 6 persen sebagai sikap resmi ...
SEMENTARA ITU...

MMA Trenggalek Borong 10 Medali di Kejurprov Jatim, Jadi Modal Tatap Popda dan Porprov 2027

TRENGGALEK – Cabang olahraga (cabor) mixed martial arts (MMA) Trenggalek yang tergolong masih muda langsung ...
KABAR CABANG

Konsolidasi di Kecamatan Rembang, Kader Banteng Ditegaskan Harus Turun ke Akar Rumput

KABUPATEN ​PASURUAN — Jajaran pengurus dan kader PDI Perjuangan di Kabupaten Pasuruan diminta untuk tidak hanya ...