Selasa
11 Agustus 2026 | 5 : 08

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Banteng Magetan Gotong Royong Rawat Punden Desa hingga Makam Leluhur Peringati Bulan Bung Karno 2026

pdip jatim 260622 bersihkan punden

Kader PDI Perjuangan Magetan bersama masyarakat merawat punden desa, makam tokoh leluhur, dan situs bersejarah melalui Gerakan Merawat Pertiwi untuk menjaga warisan budaya dan kearifan lokal.

MAGETAN – Kader PDI Perjuangan Kabupaten Magetan bersama masyarakat turun langsung merawat punden desa, makam tokoh leluhur, dan situs bersejarah sebagai bagian dari Gerakan Merawat Pertiwi dalam rangka Bulan Bung Karno (BBK) 2026.

Kegiatan tersebut digelar di sejumlah wilayah sebagai upaya menjaga warisan budaya, memperkuat identitas masyarakat desa, sekaligus menumbuhkan kesadaran pentingnya merawat jejak sejarah dan kearifan lokal.

Aksi gotong royong dilakukan PAC PDI Perjuangan Karangrejo, Maospati, Lembeyan, Parang, dan Magetan. Bentuk kegiatannya meliputi pembersihan kawasan punden, pengecatan fasilitas pendukung, hingga penataan lingkungan sekitar situs yang memiliki nilai historis bagi masyarakat setempat.

Baca juga: PDI Perjuangan Magetan Ajak Kader Turun ke Lapangan Lewat Gerakan Merawat Pertiwi

Di Kecamatan Karangrejo, kader bersama warga melakukan kerja bakti dan pengecatan di Punden Desa Gebyok. Sementara PAC Maospati membersihkan dan mengecat pagar Punden Desa Klagen Gambiran.

Di Kecamatan Lembeyan, kegiatan dipusatkan di tiga punden yang berada di Desa Nguri. Sedangkan PAC Parang melakukan kerja bakti di kawasan Punden Krapyak atau Makam Joko Mustakim di Desa Sayutan. Adapun PAC Magetan menggelar bakti sosial di kawasan Makam Eyang Yosonegoro, Kelurahan Tambran.

Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Magetan, Nanang Sapto Aji, mengatakan punden dan situs leluhur bukan hanya memiliki nilai spiritual, tetapi juga menyimpan sejarah panjang perjalanan masyarakat desa.

“Setiap desa memiliki cerita, tokoh, dan jejak sejarahnya sendiri. Punden-punden itu adalah pengingat perjalanan panjang masyarakat desa. Kalau tidak dirawat, kita bisa kehilangan hubungan dengan akar budaya kita sendiri,” kata Nanang, Minggu (21/6/2026).

Menurutnya, pembangunan tidak hanya berbicara tentang infrastruktur fisik, tetapi juga menyangkut upaya menjaga warisan budaya dan memelihara ingatan kolektif masyarakat.

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sejarahnya. Karena itu kegiatan ini bukan semata membersihkan lokasi, tetapi juga bentuk penghormatan kepada para pendahulu yang telah membangun dan menjaga kampung halaman kita,” ujarnya.

Nanang menambahkan, semangat tersebut sejalan dengan ajaran Bung Karno yang menempatkan sejarah sebagai fondasi penting kehidupan berbangsa. Karena itu, menjaga situs budaya dan jejak leluhur menjadi bagian dari upaya merawat identitas bangsa di tengah arus modernisasi.

“Merawat punden dan situs leluhur bukan berarti hidup di masa lalu. Justru dengan memahami akar sejarah dan budaya, kita memiliki pijakan yang kuat untuk melangkah ke masa depan,” tegasnya.

Melalui Gerakan Merawat Pertiwi, PDI Perjuangan Magetan berupaya menghidupkan kembali budaya gotong royong sekaligus menumbuhkan kesadaran bahwa warisan budaya desa merupakan aset yang harus dijaga bersama sebagai penghubung antargenerasi. (yols/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

SEMENTARA ITU...

Eri Cahyadi Ingatkan Mahasiswa Baru ITS: Jangan Hanya Andalkan AI, Perkuat Karakter dan Integritas

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengingatkan mahasiswa baru ITS agar tidak hanya mengandalkan AI, tetapi memperkuat ...
SEMENTARA ITU...

Andreas Buka Peluang UMKM Eks Dolly Tembus Pasar Ekspor, Risma Tekankan Pasar Lokal Harus Kuat

Anggota DPR RI Andreas Eddy Susetyo membuka peluang UMKM eks Dolly menembus pasar ekspor, sementara Risma ...
KRONIK

Bupati Bupati Ipuk Lepas 32 Kontingen Pramuka Banyuwangi ke Jambore Nasional ke-12 di Cibubur

BANYUWANGI – Sebanyak 32 Pramuka Penggalang siswa berbagai SMP di Banyuwangi akan mengikuti Jambore Nasional ...
KRONIK

Guntur Wahono: Tiban Bukan Sekadar Adu Skill, Tapi Merawat Persaudaraan Antar Daerah

BLITAR – Seni tradisi Tiban tidak semestinya berhenti sebagai tontonan budaya. Di balik pertarungan para jawara di ...
OLAHRAGA

Kalah 1-4 dari Jabar, Deni Wicaksono Tegaskan Peluang Banteng Jatim Masih Terbuka

SURABAYA – Kekalahan telak 1-4 dari Banteng Jawa Barat membuat langkah Banteng Jatim di Soekarno Cup 2026 langsung ...
OLAHRAGA

Aji Santoso Dorong Soekarno Cup Berkelanjutan, 400 Talenta Muda Dibuka Jalan ke Klub Profesional

SURABAYA – Lapangan Soekarno Cup 2026 bukan sekadar tempat bagi pemain muda mengejar kemenangan. Di balik ...