Rabu
15 Juli 2026 | 8 : 46

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Risma Bakal Gercep Setarakan Fasilitas Ponpes-Madrasah dengan Sekolah Negeri

pdip-jatim-241119-TR-tambakberas-1

JOMBANG – Calon Gubernur Jawa Timur nomor urut 3, Tri Rismaharini menegaskan, pondok pesantren dan madrasah harus mendapatkan fasilitas yang setara dengan sekolah negeri. Kata Risma, kesetaraan ini merupakan kunci bagi kemajuan pendidikan di Jawa Timur.

Terkait itu, saat ini pihaknya sudah mulai bergerak menghimpun data kebutuhan seluruh pondok pesantren di Jawa Timur. Dia bertekad jika terpilih menjadi gubernur, program perbaikan fasilitas ini akan menjadi prioritas utama.

“Saya kejar data kebutuhan dari seluruh pondok pesantren. Kalau saya mendapat amanah memimpin Jatim pada Februari nanti, maka Maret saya sudah bisa mulai merealisasikan program ini,” kata Risma, saat bersilaturahmi ke Pondok Pesantren Almuhajirin 2, Bahrul Ulum, Tambak Beras, Jombang, Selasa (19/11/2024).

Di hadapan para santri dan pengasuh pesantren, Risma juga menyampaikan rencana memberikan bantuan insentif kepada para guru pesantren.

Insentif ini, kata Risma, diharapkan dapat digunakan untuk membayar Jaminan Hari Tua (JHT), sehingga kesejahteraan para guru tetap terjamin hingga masa pensiun.

“Kami juga ingin membantu para guru dengan memberikan insentif, agar mereka bisa membayar JHT dan memiliki perlindungan di hari tua. Pendidikan anak-anak bangsa ini sangat bergantung pada kesejahteraan para pendidiknya,” tegasnya.

Untuk itu, mantan Mensos RI tersebut mengaku tidak segan bekerja keras untuk menyerap aspirasi masyarakat, termasuk dari kalangan pesantren. “Kami berdua adalah makhluk Tuhan yang kecil, jadi mohon bantuan dan doa dari semuanya agar kami bisa menjalankan amanah ini dengan baik,” ucap Risma.

Risma pun menegaskan bahwa program-program yang ia siapkan bertujuan mencetak generasi pesantren yang tidak hanya unggul dalam ilmu agama. Tapi juga memiliki keterampilan duniawi yang relevan dengan kebutuhan zaman.

Menurutnya, lulusan pesantren harus memiliki keseimbangan antara kemampuan spiritual dan keterampilan praktis agar siap menghadapi berbagai tantangan di masa depan.

“Saya ingin anak-anak lulusan pesantren di sini tidak hanya memiliki ilmu agama yang kuat, tetapi juga bekal keterampilan duniawi yang bisa menjadi jalan untuk hidup mereka,” tuturnya.

Kehadiran Risma di Pondok Pesantren Almuhajirin 2 disambut dengan hangat oleh para santri dan pengasuh pondok.

Silaturahmi ini menjadi bukti nyata komitmen Risma dalam mengembangkan pendidikan berbasis pesantren. Ia percaya bahwa dengan memperhatikan kebutuhan pondok pesantren, Jawa Timur akan mampu melahirkan generasi yang cerdas, religius, dan siap bersaing di era global. (yols/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Harga Telur dan Daging Ayam di Ngawi Merangkak Naik, Pemkab Gelar Pasar Murah

NGAWI – Pemerintah Kabupaten Ngawi menggelar Gerakan Pangan Murah sebagai langkah menjaga stabilitas harga ...
KABAR CABANG

DPC Magetan Mulai Musran dan Musanran, Diana Sasa: Panaskan Mesin Partai, Perkuat Pengabdian Untuk Rakyat

MAGETAN – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Magetan resmi memulai pelaksanaan Musyawarah Ranting ...
KABAR CABANG

DPRD Jember Kaji Obligasi Daerah untuk Perkuat Fiskal di Tengah Berkurangnya Transfer Pusat

DPRD Jember mulai mengkaji penerapan obligasi daerah atau municipal bond sebagai alternatif pembiayaan pembangunan ...
KRONIK

Perkuat Sinergitas Antarlembaga, Komisi I DPRD Banyuwangi Kunker ke Lapas

BANYUWANGI – Komisi I DPRD Banyuwangi melakukan kunjungan kerja ke Lembaga Pemasyarakatan kelas II A Banyuwangi ...
KRONIK

Gen Z dan Karang Taruna Motor Ekonomi Kreatif Kampung, Anas: Beri Kesempatan Seluas-luasnya

SURABAYA – Generasi muda dinilai memiliki peran krusial dalam memperkuat pembangunan berbasis masyarakat. Karang ...
KRONIK

Empat SD Negeri di Ponorogo Nihil Siswa Baru, Riyanto Minta Dindik Siapkan Solusi

PONOROGO – Empat sekolah dasar negeri (SDN) di Kabupaten Ponorogo tidak mendapatkan satu pun siswa baru pada ...