Rijanto menegaskan komitmen menjaga toleransi dan kerukunan antarumat beragama jelang perayaan Waisak di Kabupaten Blitar.
BLITAR — Bupati Blitar, Rijanto, kembali menegaskan komitmennya menjaga kerukunan dan toleransi antarumat beragama di Kabupaten Blitar menjelang perayaan Tri Suci Waisak 2570 BE/2026 M.
Penegasan itu disampaikan Rijanto saat menerima audiensi Panitia Hari Besar Agama Buddha Kabupaten Blitar di Kantor Bupati Blitar, Selasa (12/5/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Rijanto memastikan Pemerintah Kabupaten Blitar mendukung penuh pelaksanaan kegiatan keagamaan agar umat dapat menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman.
“Pemerintah Kabupaten Blitar mendukung umat Buddha di Kabupaten Blitar untuk dapat melaksanakan ibadah dan perayaan Waisak dengan aman, nyaman, dan penuh kekhidmatan,” ujar Rijanto.
Menurutnya, perayaan Waisak tidak hanya memiliki makna spiritual bagi umat Buddha, tetapi juga menjadi momentum memperkuat nilai kemanusiaan, kedamaian, dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Ia berharap semangat toleransi dan persaudaraan terus tumbuh di Kabupaten Blitar yang dikenal memiliki keberagaman masyarakat.
“Semoga momentum Waisak ini semakin memperkuat nilai toleransi dan kerukunan antarumat beragama,” katanya.
Suasana audiensi berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan.
Sejumlah tokoh agama dan panitia Waisak tampak berdiskusi bersama pemerintah daerah terkait persiapan pelaksanaan ibadah dan rangkaian kegiatan keagamaan.
Rijanto menilai keberagaman yang dimiliki Kabupaten Blitar harus dijaga sebagai kekuatan sosial dalam membangun daerah. Menurutnya, keharmonisan masyarakat menjadi modal penting dalam menciptakan stabilitas dan mendukung pembangunan.
“Kabupaten Blitar dibangun di atas semangat persaudaraan dan kebersamaan. Karena itu, toleransi harus terus dirawat bersama agar kehidupan masyarakat tetap harmonis dan kondusif,” ujar politisi Banteng tersebut.
Dia juga menegaskan pemerintah daerah akan terus hadir dalam setiap kegiatan masyarakat, termasuk agenda keagamaan.
Rijanto menekankan seluruh umat beragama memiliki hak yang sama untuk menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman. Karena itu, pemerintah daerah disebut memiliki tanggung jawab menjaga suasana daerah tetap damai dan kondusif.
“Kami ingin seluruh masyarakat merasakan kehadiran pemerintah. Semua umat beragama memiliki hak yang sama untuk menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman,” tegasnya.
Ia optimistis sinergi antara pemerintah daerah dan tokoh agama mampu menjaga Kabupaten Blitar tetap damai, toleran, dan menjunjung tinggi kerukunan antarumat beragama. (arif/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS











