Selasa
01 September 2026 | 11 : 42

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Retribusi Pasar Tidak Sesuai Target, Nadi PDIP Minta Evaluasi Disperindag Pamekasan

PDIP-Jatim-Nadi-16012026

PAMEKASAN – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Pamekasan, Nadi Mulyadi, menyoroti pengelolaan retribusi pasar oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) yang capaiannya tidak sesuai target.

Target pendapatan asli daerah (PAD) dari retribusi pasar di tahun anggaran 2025 adalah Rp3,4 miliar, sementara realisasinya hanya Rp2,3 miliar. Dengan demikian, masih kurang Rp1,1 miliar.

Menurut Nadi, pihaknya akan mengevaluasi dinas terkait. Penetapan target, tambah dia, dilakukan berdasarkan potensi yang realistis.

“Apa pun itu kalau sudah menjadi target, harusnya tercapai, karena target itu realistis,” ujar Nadi.

Anggota Komisi II DPRD Pamekasan ini menjelaskan, penetapan target PAD telah mempertimbangkan berbagai hal. Harapannya, semua potensi pendapatan bisa terkelola dengan baik.

“Apa pun kondisinya, kalau sudah menjadi target harusnya dipenuhi. Kalau hanya sekadar mencatat, itu tidak mencerminkan birokrasi,” tandas Sekretaris DPC PDI Perjuangan Pamekasan itu.

Sementara Kepala Bidang Pasar Disperindag Pamekasan, Handiko Bayuadi, mengatakan bahwa mengacu pada target awal, capaian retribusi pasar 97 persen. Namun, seiring adanya perubahan target dalam Perubahan Anggaran Keuangan (PAK), persentase capaian tersebut turun secara signifikan menjadi 67 persen.

“Yang awalnya (target PAD, red) Rp2,4 miliar dinaikkan menjadi Rp3,4 miliar,” ujarnya.

Menurutnya, kenaikan target tersebut dinilai sangat memberatkan, mengingat keterbatasan potensi pasar yang ada. Dari total 12 pasar yang dikelola Pemkab Pamekasan, hanya tujuh yang benar-benar menjadi penopang utama pendapatan asli daerah.

“Tujuh itu, Pasar Keppo, Waru, Pakong, 17 Agustus, Palengaan, Kolpajung, dan Pasar Gurem. Itu pun masih terbagi dengan adanya hari pasaran,” jelasnya.

Kegagalan capaian PAD tersebut disebabkan beberapa faktor. Di antaranya, faktor alam, adanya penyakit hewan hingga banyaknya pedagang yang pindah berjualan ke trotoar. Juga banyak pedagang tidak berjualan saat musim tanam dan panen tembakau.

“Sehingga, semua itu jelas mengurangi pendapatan PAD kami. Jadi dinamika pasar komplet,” terangnya. (set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Eri Ultimatum Pengelola Parkir: Masih Terima Tunai, Jukir hingga Pejabat Dishub Diganti

SURABAYA — Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memberikan ultimatum keras terhadap pengelolaan parkir di Kota Pahlawan. ...
KRONIK

DPRD Jember Khawatir Artefak Sejarah Hilang, Minta Data Cagar Budaya Diperbarui

JEMBER – DPRD Jember mengkhawatirkan benda dan situs bersejarah di daerah itu hilang sebelum sempat dilindungi ...
KRONIK

Mbak Nia Kunjungi Stan MNV, Dorong UMKM Perempuan Naik Kelas

SUMENEP – Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sumenep, Nia Kurnia Fauzi, mengunjungi sejumlah stan pelaku usaha dalam ...
KABAR CABANG

Pelajar dan Mahasiswa di Lumajang Ikuti Lomba Pidato dan Baca Puisi di Kantor DPC PDI Perjuangan

LUMAJANG – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Republik Indonesia di Kabupaten Lumajang diwarnai dengan ajang ...
LEGISLATIF

Lindungi Warga, DPRD Surabaya Minta Data Bantuan Fokus ke Daerah

SURABAYA – DPRD Kota Surabaya mendorong Pemerintah Pusat memberi kewenangan otonomi daerah dalam pengelolaan data ...
MILANGKORI

Hambeging Bumi, Ketika Hari Jadi Trenggalek Mengajak Warganya Kembali Bersahabat dengan Alam

Hari Jadi ke-832 Trenggalek mengusung tema Hambeging Bumi. Beragam kegiatan, dari kirab pusaka hingga menjaga ...