Sabtu
17 Oktober 2026 | 5 : 42

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Retribusi Pasar Tidak Sesuai Target, Nadi PDIP Minta Evaluasi Disperindag Pamekasan

PDIP-Jatim-Nadi-16012026

PAMEKASAN – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Pamekasan, Nadi Mulyadi, menyoroti pengelolaan retribusi pasar oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) yang capaiannya tidak sesuai target.

Target pendapatan asli daerah (PAD) dari retribusi pasar di tahun anggaran 2025 adalah Rp3,4 miliar, sementara realisasinya hanya Rp2,3 miliar. Dengan demikian, masih kurang Rp1,1 miliar.

Menurut Nadi, pihaknya akan mengevaluasi dinas terkait. Penetapan target, tambah dia, dilakukan berdasarkan potensi yang realistis.

“Apa pun itu kalau sudah menjadi target, harusnya tercapai, karena target itu realistis,” ujar Nadi.

Anggota Komisi II DPRD Pamekasan ini menjelaskan, penetapan target PAD telah mempertimbangkan berbagai hal. Harapannya, semua potensi pendapatan bisa terkelola dengan baik.

“Apa pun kondisinya, kalau sudah menjadi target harusnya dipenuhi. Kalau hanya sekadar mencatat, itu tidak mencerminkan birokrasi,” tandas Sekretaris DPC PDI Perjuangan Pamekasan itu.

Sementara Kepala Bidang Pasar Disperindag Pamekasan, Handiko Bayuadi, mengatakan bahwa mengacu pada target awal, capaian retribusi pasar 97 persen. Namun, seiring adanya perubahan target dalam Perubahan Anggaran Keuangan (PAK), persentase capaian tersebut turun secara signifikan menjadi 67 persen.

“Yang awalnya (target PAD, red) Rp2,4 miliar dinaikkan menjadi Rp3,4 miliar,” ujarnya.

Menurutnya, kenaikan target tersebut dinilai sangat memberatkan, mengingat keterbatasan potensi pasar yang ada. Dari total 12 pasar yang dikelola Pemkab Pamekasan, hanya tujuh yang benar-benar menjadi penopang utama pendapatan asli daerah.

“Tujuh itu, Pasar Keppo, Waru, Pakong, 17 Agustus, Palengaan, Kolpajung, dan Pasar Gurem. Itu pun masih terbagi dengan adanya hari pasaran,” jelasnya.

Kegagalan capaian PAD tersebut disebabkan beberapa faktor. Di antaranya, faktor alam, adanya penyakit hewan hingga banyaknya pedagang yang pindah berjualan ke trotoar. Juga banyak pedagang tidak berjualan saat musim tanam dan panen tembakau.

“Sehingga, semua itu jelas mengurangi pendapatan PAD kami. Jadi dinamika pasar komplet,” terangnya. (set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Lamongan Kawal Raperda Tata Niaga dan Perlindungan Petani Tembakau

LAMONGAN — Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Lamongan berkomitmen mengawal pembentukan Rancangan Peraturan ...
LEGISLATIF

1.870 Kasus Narkoba Terungkap di Jatim, Andy Firasadi Dorong Pencegahan Berbasis Lingkungan

SURABAYA – Pemberantasan narkoba di Jawa Timur perlu diperkuat hingga ke lingkungan permukiman. Anggota Fraksi PDI ...
KRONIK

Hasto Kristiyanto Dorong Gerakan Merawat Pertiwi Perkuat Ekonomi Pesisir

MALANG – Gerakan pelestarian lingkungan harus memberi manfaat langsung bagi masyarakat. Sekretaris Jenderal DPP PDI ...
KRONIK

Reses di Ponorogo, Kanang Siap Perjuangkan Aspirasi Pendidikan hingga Penyediaan Air Bersih

PONOROGO – Anggota Komisi VI DPR RI, Ir. Budi Sulistyono (Kanang), berkomitmen memperjuangkan berbagai aspirasi ...
HEADLINE

Hasto: Konservasi Mangrove dan Ekowisata CMC Tiga Warna Layak Dicontoh Daerah Lain

MALANG – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengapresiasi langkah konkret pemberdayaan masyarakat ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi: Kota Modern Tak Boleh Kehilangan Jati Diri Budaya

SINGKAWANG – Kemajuan sebuah kota tidak cukup diukur dari jalan yang mulus, gedung yang menjulang, atau pesatnya ...