Selasa
27 Oktober 2026 | 4 : 56

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Rayakan Ultah Megawati, PDIP Surabaya Doa Bersama Anak Yatim Lintas Agama

pdip-jatim-syukuran-mega-ultah-dpc-sby

SURABAYA – Momen ulang tahun ke-73 Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri pada Kamis (23/1/2020) dirayakan DPC Surabaya dengan menggelar doa bersama puluhan anak yatim lintas agama dari berbagai panti asuhan di Kota Pahlawan.

Selain anak yatim, kantor DPC PDIP Surabaya di Jalan Setail juga didatangi belasan penyandang disabilitas yang ikut acara tasyakuran dan doa bersama. , DPC PDI Perjuangan Surabaya lalu menyerahkan santunan kepada para anak yatim tersebut.

“Hari ini, kita berbahagia dan bersyukur seiring bertambahnya usia Ibu Megawati. Kami mendoakan agar Bu Mega senantiasa diberi kesehatan, kekuatan, keberlimpahan dan menjadi teladan bagi seluruh rakyat Indonesia,” ujar Ketua DPC PDIP Surabaya Adi Sutarwijono.

Doa bersama digelar secara maraton sejak pukul 12.30 WIB hingga 17.30 WIB. Para anak yatim yang ikut dalam doa bersama antara lain datang dari Panti Asuhan Darul Aytam Dluafa’ Ruqoiyah, Yayasan Panti Asuhan Sejahtera, dan Panti Asuhan Don Bosco.

Selain itu, terdapat anak-anak yatim dari daerah sekitar kantor DPC PDIP Surabaya di Kecamatan Wonokromo. Adapun anak-anak berkebutuhan khusus datang dari Lingkungan Pondok Sosial Kalijudan.

Sebanyak 20 tumpeng disediakan untuk dinikmati bersama antara kader, pengurus PDIP Surabaya, dan para anak yatim.

Adi mengatakan, Megawati adalah milik seluruh rakyat, dari berbagai kalangan, lapisan, strata, dan golongan. Maka tak mengherankan, ratusan anak yatim lintas agama pun dengan ikhlas dan tulus mendoakan Presiden ke-5 RI tersebut.

Adi yang juga Ketua DPRD Surabaya ini lalu menceritakan kisah perjuangan dan perjalanan hidup Megawati.

“Lahir pada 23 Januari 1947 dalam suasana mencekam karena Agresi Militer Belanda, Megawati tumbuh menjadi pribadi yang kukuh pendirian. Megawati yang mendapat panggilan kesayangan “Ega” dari Bung Karno adalah ikon terbesar perlawanan terhadap rezim Orde Baru,” tuturnya.

Politisi yang kerap disapa Awi ini menambahkan, Megawati kemudian dikenal sebagai perempuan pertama yang menjadi presiden dalam sejarah Indonesia. Kiprah nyata Megawati untuk Megawati juga mendapat pengakuan dengan datangnya gelar doktor kehormatan dari kampus-kampus kredibel di dalam dan luar negeri.

“Perjuangan dan perjalanan hidup Bu Mega layak inspirasi bagi anak-anak muda, juga seluruh kaum perempuan. Bahwa dengan kerja keras dan tekad baja, Bu Mega bisa membuktikan bahwa kaum perempuan dapat memimpin negara sebesar Indonesia, mampu menguasai urusan publik untuk kemaslahatan masyarakat,” jelas Adi. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KRONIK

Atasi Kelangkaan Solar, Pemkab Bangkalan Terbitkan Edaran Khusus BBM Petani

BANGKALAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan terbitkan edaran khusus memprioritaskan alokasi Bahan Bakar ...
KRONIK

Polusi Surabaya Makin Parah, Wali Kota Eri Bongkar Penyebabnya

SURABAYA – Kondisi udara Kota Surabaya belakangan ini menjadi perbincangan hangat warganet. Sebagian dari mereka ...
EKSEKUTIF

Mas Dhito Tegaskan Pelaku Bullying di Kediri Bisa Di-DO, Guru dan Orang Tua Diminta Terlibat

KEDIRI – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menegaskan tidak akan memberikan ruang bagi tindakan perundungan ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP DPRD Jatim Dukung Perpres Ojol, Dewanti Desak Juknis Transparan

SURABAYA – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur mendukung penerapan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 27 Tahun ...
KRONIK

Pemkot Surabaya Tekan Polusi Udara Lewat Kereta SRRL dan Pembatasan Truk

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memfokuskan penanganan polusi udara pada dua kebijakan kunci, yakni ...
KABAR CABANG

Widarto: Mitigasi Bencana Lebih Penting daripada Besarnya Anggaran

JEMBER – Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Jember, Widarto, mengingatkan pemerintah dan masyarakat agar mewaspadai ...