Rabu
19 Agustus 2026 | 9 : 50

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Rayakan Ultah Megawati, PDIP Surabaya Doa Bersama Anak Yatim Lintas Agama

pdip-jatim-syukuran-mega-ultah-dpc-sby

SURABAYA – Momen ulang tahun ke-73 Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri pada Kamis (23/1/2020) dirayakan DPC Surabaya dengan menggelar doa bersama puluhan anak yatim lintas agama dari berbagai panti asuhan di Kota Pahlawan.

Selain anak yatim, kantor DPC PDIP Surabaya di Jalan Setail juga didatangi belasan penyandang disabilitas yang ikut acara tasyakuran dan doa bersama. , DPC PDI Perjuangan Surabaya lalu menyerahkan santunan kepada para anak yatim tersebut.

“Hari ini, kita berbahagia dan bersyukur seiring bertambahnya usia Ibu Megawati. Kami mendoakan agar Bu Mega senantiasa diberi kesehatan, kekuatan, keberlimpahan dan menjadi teladan bagi seluruh rakyat Indonesia,” ujar Ketua DPC PDIP Surabaya Adi Sutarwijono.

Doa bersama digelar secara maraton sejak pukul 12.30 WIB hingga 17.30 WIB. Para anak yatim yang ikut dalam doa bersama antara lain datang dari Panti Asuhan Darul Aytam Dluafa’ Ruqoiyah, Yayasan Panti Asuhan Sejahtera, dan Panti Asuhan Don Bosco.

Selain itu, terdapat anak-anak yatim dari daerah sekitar kantor DPC PDIP Surabaya di Kecamatan Wonokromo. Adapun anak-anak berkebutuhan khusus datang dari Lingkungan Pondok Sosial Kalijudan.

Sebanyak 20 tumpeng disediakan untuk dinikmati bersama antara kader, pengurus PDIP Surabaya, dan para anak yatim.

Adi mengatakan, Megawati adalah milik seluruh rakyat, dari berbagai kalangan, lapisan, strata, dan golongan. Maka tak mengherankan, ratusan anak yatim lintas agama pun dengan ikhlas dan tulus mendoakan Presiden ke-5 RI tersebut.

Adi yang juga Ketua DPRD Surabaya ini lalu menceritakan kisah perjuangan dan perjalanan hidup Megawati.

“Lahir pada 23 Januari 1947 dalam suasana mencekam karena Agresi Militer Belanda, Megawati tumbuh menjadi pribadi yang kukuh pendirian. Megawati yang mendapat panggilan kesayangan “Ega” dari Bung Karno adalah ikon terbesar perlawanan terhadap rezim Orde Baru,” tuturnya.

Politisi yang kerap disapa Awi ini menambahkan, Megawati kemudian dikenal sebagai perempuan pertama yang menjadi presiden dalam sejarah Indonesia. Kiprah nyata Megawati untuk Megawati juga mendapat pengakuan dengan datangnya gelar doktor kehormatan dari kampus-kampus kredibel di dalam dan luar negeri.

“Perjuangan dan perjalanan hidup Bu Mega layak inspirasi bagi anak-anak muda, juga seluruh kaum perempuan. Bahwa dengan kerja keras dan tekad baja, Bu Mega bisa membuktikan bahwa kaum perempuan dapat memimpin negara sebesar Indonesia, mampu menguasai urusan publik untuk kemaslahatan masyarakat,” jelas Adi. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

LEGISLATIF

DPRD Magetan Desak Pemkab Benahi Perizinan Aset Daerah Usai Polemik Izin Alun-Alun

MAGETAN — Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Magetan mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) ...
EKSEKUTIF

Mas Dhito: Toleransi Beragama di Sekolah Harus Diteruskan Antar Generasi

Mas Dhito berpesan agar semangat toleransi antarumat beragama di sekolah terus dijaga dan diwariskan kepada ...
LEGISLATIF

DPRD Jatim Dorong Pergub Dipercepat agar Perda Tak Mandek di Aturan

SURABAYA – DPRD Jawa Timur menekankan pentingnya percepatan penerbitan Peraturan Gubernur (Pergub) sebagai aturan ...
LEGISLATIF

Martin Dorong Pemprov Jatim Bangun Cadangan Air di Wilayah Rawan Kekeringan Bondowoso

SURABAYA – Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur, Martin Hamonangan, mendesak Pemprov Jatim mengubah pola penanganan ...
KRONIK

Desak Usut Tuntas Kasus Ibu Aniaya Anak di Pamekasan, Hj. Ansari: Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak

PAMEKASAN – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI, Hj. Ansari, meminta polisi untuk mengusut tuntas kekerasan ...
LEGISLATIF

Fraksi PDI Perjuangan Sumenep Ingatkan Efisiensi APBD 2026 Tak Geser Kepentingan Rakyat

SUMENEP – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumenep mengingatkan agar perubahan anggaran daerah tetap berpijak pada ...