oleh

Rayakan Tahun Baru Bersama Keluarga

JAKARTA – Bagi sebagian pejabat, malam Tahun Baru merupakan saat yang tepat untuk kongkow di luar rumah. Bertemu kolega, menikmati hiburan sembari menunggu detik-detik pergantian tahun.

Tapi hal itu tidak berlaku bagi Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo. Mantan Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP) itu lebih memilih pulang lebih awal dan menikmati detik-detik pergantian tahun bersama keluarga.

Selama ini dia mengaku lebih sering merayakan tahun baru di rumah daripada di pusat-pusat hiburan. “Seperti biasa menyambut Tahun Baru saya di rumah saja. Jam 9 (malam) sudah di rumah sambil nonton TV, tiduran, dan istirahat,” ungkapnya.

Memasuki tahun 2017, Tjahjo tidak punya resolusi khusus. Dia hanya berharap di tahun ayam api ini dirinya diberi kesehatan dan kelancaran dalam menjalankan tugas sebagai pembantu Presiden Jokowi.

“Memasuki Tahun Baru sujud syukur kepada Allah SWT atas limpahan berkah di tahuntahun lalu sembari memohon supaya diberi kekuatan kelancaran dalam tugas,” katanya.

Ayah dari tiga orang anak ini mengucapkan selama Tahun Baru bagi masyarakat Indonesia. Dia berharap kebahagiaan selalu melingkupi .

“Selamat menyambut Tahun Baru di mana saja. Sukses bahagia sehat walafiat. Tetap optimistis memasuki Tahun Baru 2017 dengan tetap semangat dalam bertugas dan berdoa selalu kepada Tuhan Yang Maha kuasa,” ujarnya.

Tjahjo juga mengatakan segala kekurangan kinerja yang ada harus diperbaiki di tahun mendatang. Maka hasil evaluasi dapat dijadikan bahan perbaikan.

“Harus kita tingkatkan dan fokuskan di tahun depan. Tahun depan, tahun harapan. Walaupun tensi politik tinggi karena persiapan pilkada. Selain itu juga sudah hangat soal pilpres (pemilihan presiden) dan pileg (pemilihan legislator),” paparnya.

Dia mengakui dari hasil evaluasi kinerja 2016 masih terdapat hal-hal yang belum maksimal. Di antaranya berkaitan dengan pelayanan masyarakat dan masalah korupsi di daerah.

“Walaupun (sebenarnya) jajaran kami di Kemendagri juga komitmennya sama memahami area rawan korupsi, rawan bencana, dan memahami potensi kerawanan di masingmasing daerah,” ungkapnya.

Meski begitu dia menyatakan pemerintah harus tetap optimistis ke depan akan lebih baik. Memang masih ada tantangan lain yang harus dihadapi seperti masalah radikalisme, terorisme, narkoba, korupsi, ketimpangan sosial.

“Fungsi Kemendagri ke dalam meningkatkan kualitas SDM. Lalu kedua keluar memberi pelayanan terbaik pada masyarakat. Yang biasa ada pungutan, kita hilangkan pungutan. Yang proses perizinan lama kita perpendek,” ujarnya.

“Kami terbuka akan saran, kritik, sepedas apa pun. Sepanjang objektif akan kami jadikan acuan bagi peningkatan yang terbaik,” imbuhnya.

Dia pun yakin ke depan pembangunan infrastruktur dan realisasi Nawacita akan terus ditingkatkan. Dengan begitu target 2019 tercapai baik percepatan ataupun pemerataan pembangunan ditingkatkan.

“Kami terbuka akan saran dan kritik sepedas apa pun. Sepanjang objektif akan kami jadikan acuan bagi peningkatan yang terbaik,” tuturnya. (koran-sindo)

rekening gotong royong