Jumat
21 Agustus 2026 | 9 : 19

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Rakyat Lamongan Menagih Janji Pemerintah untuk Mengatasi Banjir di Kawasan Bengawan Jero

IMG-20260705-WA0028
Anggota DPRD Kabupaten Lamongan dari Fraksi PDI Perjuangan, Ahmad Umar Buwang saat menggelar Reses Tahap II dengan masyarakat Dapil IV. Foto: pdiperjuangan-jatim.com/mnh

LAMONGAN – Persoalan banjir menahun di kawasan Bengawan Jero masih menjadi sorotan tajam. Masyarakat di wilayah Daerah Pemilihan (Dapil) IV Kabupaten Lamongan mendesak pemerintah agar tidak sekadar memberi janji, melainkan segera mengeksekusi program normalisasi sungai secara nyata.

​Aspirasi mendesak tersebut mengemuka saat Anggota DPRD Kabupaten Lamongan dari Fraksi PDI Perjuangan, Ahmad Umar Buwang, menggelar Reses Tahap II di dapil tersebut. Wilayah yang meliputi Kecamatan Sekaran, Karanggeneng, Maduran, Sukodadi, serta kawasan paling terdampak seperti Kalitengah dan Turi, secara tegas menyuarakan tuntutan yang sama.

​”Masyarakat masih terus menagih janji pemerintah untuk segera merealisasikan program normalisasi sungai yang selama ini diharapkan dapat mengurangi risiko banjir,” ujar legislator yang akrab disapa Buwang, Minggu (5/7/2026).

Dampak Sistemik Banjir Bengawan Jero
​Banjir akibat luapan Bengawan Jero bukan lagi sekadar genangan air musiman, melainkan ancaman serius bagi roda kehidupan warga.

“Pendangkalan sungai yang parah dan belum optimalnya sistem drainase menjadi akar masalah utama yang terus berulang setiap tahun tanpa solusi permanen,” katanya.

​Akibatnya, kerugian masif harus ditanggung oleh masyarakat setempat, meliputi Sektor Pertanian, Infrastruktur dan Akses serta Perekonomian Lokal.

“Lahan sawah dan tambak warga kerap terendam hingga memicu gagal panen. Kemudian kerusakan jalan pasca-banjir mengganggu mobilitas harian. Banjir juga melumpuhkan aktivitas pasar dan usaha rumahan akibat akses pemukiman yang terisolasi,” tuturnya.

Aspirasi Warga: TPT dan Perbaikan Jalan
​Selain normalisasi sungai sebagai solusi jangka panjang, warga Dapil IV juga menuntut langkah taktis pasca-bencana. Warga mendesak pemerintah daerah segera melakukan perbaikan jalan yang rusak akibat genangan air.

​”Masyarakat di wilayah Dapil IV meminta perbaikan jalan pasca-banjir. Serta adanya pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) di wilayah terdampak banjir, khususnya di wilayah Kecamatan Kalitengah,” ucapnya.

Kolaborasi Pusat dan Daerah Dinanti
​Melalui forum reses ini, Buwang menegaskan komitmennya untuk mengawal ketat aspirasi ini agar masuk dalam skala prioritas pembangunan daerah. Menurutnya, penanganan Bengawan Jero tidak bisa ditunda lagi dan membutuhkan sinergi lintas sektoral.

​”Warga menginginkan adanya langkah nyata dari pemerintah daerah bersama pemerintah pusat untuk mempercepat penanganan Bengawan Jero. Sehingga persoalan banjir yang telah berlangsung bertahun-tahun ini dapat segera teratasi,” kata Buwang, anggota DPRD Lamongan Fraksi PDI Perjuangan.

Suara Akar Rumput: “Kami Lelah Menghitung Kerugian”
Mardi, salah satu tokoh masyarakat asal Kecamatan Kalitengah yang turut hadir dalam forum reses tersebut.

Ia mengungkapkan bahwa warga di kawasan hilir Bengawan Jero, seperti Kalitengah dan Turi, sudah berada di titik jenuh karena harus berkompromi dengan luapan air setiap tahunnya.

​”Banjir di sini bukan lagi sekadar genangan, tapi sudah mematikan urat nadi ekonomi kami. Petambak gagal panen, petani merugi, dan jalanan rusak parah setelah air surut. Kami tidak butuh janji politik atau sekadar peninjauan lokasi. Yang kami tagih adalah kapan alat berat diturunkan untuk normalisasi,” ujar Mardi.

​Menurut Mardi, penanganan parsial seperti pemberian bantuan logistik saat banjir sama sekali tidak menyelesaikan akar masalah.

“Kami butuh kepastian infrastruktur yang kokoh agar bisa bekerja dengan tenang tanpa bayang-bayang banjir susulan,” ucapnya.

​Bola panas penanganan banjir berada di tangan pemerintah. Masyarakat Lamongan menanti, apakah anggaran dan kebijakan ke depan benar-benar berpihak pada keselamatan serta kesejahteraan warga Bengawan Jero, atau justru membiarkan nestapa tahunan ini kembali berulang.(mnh/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Wabup Antok Pimpin Apel Kesiapsiagaan Hadapi Karhutla di Sengon Hill Ngawi

NGAWI – Kawasan Sengon Hill, Kecamatan Jogorogo, Kabupaten Ngawi, Kamis (20/8/2026) pagi, menjadi titik ...
EKSEKUTIF

2 Kasus Kekerasan Seksual Anak, Eri Perintahkan Semua Panti Asuhan di Surabaya Diverifikasi

SURABAYA – Wali Kota Eri Cahyadi memerintahkan seluruh panti asuhan di Kota Surabaya diverifikasi dan didata ulang ...
KRONIK

Fery Minta Generasi Tua Kenalkan Tradisi kepada Gen Z agar Tak Putus di Tengah Jalan

Ketua DPRD Kabupaten Madiun Fery Sudarsono meminta orang tua aktif mengenalkan tradisi kepada anak-anak dan Gen Z ...
KRONIK

Bupati Ipuk Puji Hilirisasi Kerajinan Bambu Desa Gintangan yang Mampu Perkuat Ekonomi dari Bawah

BANYUWANGI – Desa Gintangan Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi, dikenal sebagai desa pengrajin anyaman bambu. Untuk ...
LEGISLATIF

Yudi Perjuangkan Aspirasi Warga Tanggung Direalisasikan melalui APBD 2027

BLITAR – Ketua Komisi III DPRD Kota Blitar Yudi Meira memastikan aspirasi warga Kelurahan Tanggung, Kecamatan ...
OLAHRAGA

Semifinal Soekarno Cup 2026 Hari Ini, Wasit Liga 1 dan VAR Pastikan Laga Berjalan Profesional

SURABAYA – Semifinal Soekarno Cup 2026 digelar hari ini di Stadion Gelora 10 November, Surabaya, dengan standar ...