LAMONGAN – Dinding-dinding Kantor Sekretariat DPC PDI Perjuangan Lamongan tak lagi putih bersih, pada Minggu (28/6/2026). Festival Mural dengan media lukis dinding kantor, menjadikan “kandang banteng” Kabupaten Lamongan itu kini penuh warna.
Pantauan kontributor pdiperjuangan-jatim.com di Lamongan, sejumlah dinding jadi ajang kreasi para muralis. Dari dinding halaman kantor, ruang utama atau aula, hingga dinding sisi luar ruangan-ruangan kantor.
Dinding yang dulunya putih polos, kini bertransformasi menjadi galeri publik permanen yang megah, dipenuhi guratan “Api Perjuangan Bung Karno” hasil karya para seniman mural dari berbagai daerah.
Transformasi estetis ini merupakan bagian dari Festival Mural dalam rangka memperingati Bulan Bung Karno yang digelar oleh DPC PDI Perjuangan Lamongan.
Sebanyak 18 tim seniman dari wilayah Gerbangkertosusila (Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, Lamongan), Jombang dan Tuban, hingga Bojonegoro turun langsung menumpahkan kreativitas mereka.
Wakil Ketua Bidang Perekonomian, Kebudayaan, & Pendidikan DPC PDI Perjuangan Lamongan, Supriyo, mengonfirmasi bahwa seluruh tim yang lolos verifikasi hadir seratus persen dengan konsep yang matang.
“Dari hasil technical meeting kemarin sampai hari ini tidak ada perubahan, tetap 18 tim. Semuanya hadir membawa konsep visual yang konsisten dan telah melalui proses kurasi panitia,” ujar Supriyo di sela-sela kegiatan, Minggu (28/6/2026).

Sukarnoisme di Ruang Publik
Supriyo, yang akrab disapa Mas Priyo, menjelaskan bahwa karya-karya yang masuk mencakup seluruh subtema utama yang telah ditentukan panitia. Menariknya, panitia sengaja menempatkan karya-karya tersebut berdasarkan pesan filosofisnya.
“Ada beberapa karya yang sifatnya ideologis, dan ada yang lebih menonjolkan sisi kerakyatan serta kegotong-royongan. Karya yang bertema kerakyatan ini sengaja kami tempatkan di ruang publik agar bisa langsung diapresiasi dan diresapi oleh masyarakat luas,” jelasnya.
Ia juga memuji kedalaman penjiwaan para peserta. Menurut Priyo, goresan detail wajah Bung Karno dan visualisasi gagasan yang dihasilkan menunjukkan bahwa para seniman tidak hanya mengandalkan skill atau keahlian teknis, melainkan juga memiliki penguasaan materi dan pengetahuan yang mendalam tentang sosok Sang Proklamator.

Melawan De-Soekarnoisasi Melalui Garis dan Warna
Sementara itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Lamongan, Husen, S.Ag, M.Pd, menegaskan bahwa festival ini bukan sekadar ajang unjuk gigi estetika, melainkan sebuah gerakan ideologis yang kuat untuk mengabadikan ajaran Bung Karno di memori kolektif rakyat.
“Yang ingin kami sampaikan ke khalayak adalah bahwa hari ini masih ada upaya de-Soekarnoisasi dari pihak-pihak tertentu yang ingin menghapus jejak, pengaruh, dan peran sejarah Presiden Sukarno dari ingatan bangsa. Melalui coretan tinta para seniman ini, kami ingin menegaskan kembali ajaran asli Bung Karno yang humanis dan nasionalis,” tegas Husen.

Gairah Lintas Generasi
Festival ini menarik perhatian karena didominasi oleh anak-anak muda dan pelajar yang bersanding dengan para seniman senior. Kehadiran peserta lintas generasi dari kawasan Pantura Plus dan Gerbangkertasusila ini menjadi sinyal positif bagi keberlanjutan pemikiran besar Bung Karno seperti Trisakti dan Marhaenisme.
Husen mengaku sangat bersyukur melihat antusiasme generasi muda dalam menerjemahkan pemikiran Bung Karno ke dalam bahasa visual kontemporer yang segar.
“Kehadiran peserta lintas generasi ini memberi kami harapan besar. Artinya, masih banyak generasi muda yang paham arah perjuangan Bung Karno dan menuangkannya dalam kreasi seni. Tugas kami sebagai kader partai adalah mengejawantakan pesan-pesan seni tersebut ke dalam tindakan nyata di tengah masyarakat,” pungkas Husen optimis.

Para Muralis
Untuk diketahui, 18 tim yang ikut meramaikan festival ini adalah: Tim Mural Literasi, Syena @rt, Sarirogo, SMK NU Lamongan, doddamural, Nining Zahro Panting, dan Ujik Sang Juara. Berikutnya, Mandala Art Corner, Teras Artwork, Jejak Sang Fajar, Merah Menyala, SMK Islam Tanfirul Ghoyyi, Aleeba Creative, BBLK Mural, Satu Jiwa, Rudy Drawing, Komunitas Drawing, dan C.A. (mnh/hs)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS









