Jumat
28 Agustus 2026 | 10 : 07

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

“Rakyat Akan Pilih Pemimpin yang Gebrak Hambatan, Bukan Gebrak Meja”

pdip-jatim-hasto-di-hotel-sultan

DENPASAR— Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto yakin, masyarakat akan cenderung memilih pemimpin yang mampu menyelesaikan masalah tanpa emosi.

“Rakyat akan memilih pemimpin yang mampu menggebrak hambatan dan persoalan, bukan yang menggebrak meja,” kata Hasto saat di Denpasar, Bali, Selasa (9/4/2019).

Hasto mengatakan, karakter calon pemimpin ikut menentukan daya tarik terhadap pemilih. PDI Perjuangan berpandangan bahwa karakter pemimpin akan ikut menentukan kultur positif dan martabat bangsa.

Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo, jelas Hasto, selalu menunjukkan karakter yang ideal bagi seorang pemimpin. Hal itu bisa terlihat dari sosok Jokowi yang tampil apa adanya, merakyat, visioner, dan bergulat dengan persoalan rakyat sambil mengedepankan optimisme.

Hal sebaliknya menurut Hasto terjadi pada capres 02 Prabowo Subianto. Ketua Umum Partai Gerindra tersebut dinilai sering tampil emosional, bahkan mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas.

Sikap Jokowi itu dia yakini bisa menghasilkan kultur bangsa yang positif. Karakter pemimpin memiliki korelasi langsung terhadap peradaban bangsa.

Menurut Hasto, sikap Prabowo justru menimbukan ketakutan, kegelisahan, dan pesimisme di tengah masyarakat. “Kami tidak bicara untung-rugi, tapi referensi masyarakat akan melihat rekam jejak. Kalau yang dibangun pesimisme, sedikit follower-nya,” ujarnya.

Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf ini pun menilai ada persoalan serius terkait watak temperamental Prabowo yang sering diperlihatkan di depan publik.

Contohnya ketika Prabowo meminta penonton debat untuk tidak tertawa. Kemudian juga aksi Prabowo yang menggebrak-gebrak meja saat berkampanye di Sleman.

Menurut Hasto, hal itu justru meruntuhkan martabat Prabowo sebagai calon pemimpin. “Kata-kata kasar yang keluar dari Pak Prabowo semakin runtuhkan kredibilitas dan martabat pemimpin. Sikap egonya dan tampilan elite sekitarnya yang biasa dengan hoaks dan fitnah, justru semakin memperburuk keseluruhan tampilan politik yang seharusnya positif dan penuh hal-hal baik,” urai Hasto. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KRONIK

Soroti Anggaran Pemeliharaan Aplikasi Rp310 Juta, Alfan PDIP Jember: Belum Sebanding Kualitas Layanan

JEMBER – Anggaran pemeliharaan aset tidak berwujud dan aplikasi layanan masyarakat sebesar Rp310,3 juta di Dinas ...
KRONIK

Soroti 903 KK Minta Update Data, Agung Priyanto: Jangan Sampai Rakyat Kehilangan Hak Gara-Gara Desil

PONOROGO – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Ponorogo, Agung Priyanto, menyoroti penggunaan desil ...
SEMENTARA ITU...

Ribuan Warga Padati Siraman Gong Kyai Pradah, Tradisi Leluhur Blitar Tetap Lestari di Tengah Efisiensi

Ribuan warga memadati Alun-alun Lodoyo menyaksikan Siraman Gong Kyai Pradah. Tradisi leluhur Blitar tetap ...
KRONIK

Bebas Asap Rokok, Dua Tempat di Banyuwangi Ini Raih Penghargaan Tertinggi di Jawa Timur

BANYUWANGI – Komitmen Kabupaten Banyuwangi dalam menciptakan lingkungan yang sehat mendapat apresiasi di tingkat ...
KRONIK

Serap Aspirasi di Kradenan, Evi Dwitasari: Pokir DPRD Harus Berorientasi Kepentingan Umum

PONOROGO – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Ponorogo, Evi Dwitasari, menyerap aspirasi masyarakat ...
KRONIK

Perusakan ODCB Gumuk Lumpang Dilaporkan ke Polisi, DPRD Soroti Sikap Dinas

JEMBER – Pegiat budaya, Setio Hadi, melaporkan dugaan perusakan Objek Diduga Cagar Budaya (ODCB) Gumuk Lumpang di ...