Rabu
13 Mei 2026 | 2 : 03

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

PWNU Jatim Berencana Buat Rumusan Sastra Pesantren, Ini Catatan Kusnadi

PDIP-Jatim-Kusnadi-18102022

SURABAYA – Ketua DPRD Provinsi Jawa Timur, Kusnadi, mengapresiasi rencana perumusan sastra pesantren dalam konteks kekinian oleh PWNU Jatim. Menurutnya, pesantren berperan besar dalam perubahan sosial masyarakat yang lebih terarah dan didasari ilmu keislaman rahmatan lil alamin.

“Inilah peran besar pesantren yang dalam konteks itu pola pendekatan yang dilakukan, salah satunya, dengan sastra,” ujarnya saat menjadi pembicara di Seminar Sastra Pesantren PWNU Jatim, Senin (17/10/2022).

Sastra merupakan ruh kehidupan pesantren. Hal itu telah terjadi sejak dulu, di mana saat itu para wali menyebarkan Islam lewat akulturasi budaya, dan sastra adalah adalah salah satunya.

“Dalam kehidupan ini tidak ada satupun yang lepas dari nilai-nilai budaya. Dengan agama hidup kita jadi terarah, dengan pendidikan hidup kita jadi mudah dengan budaya hidup kita jadi indah. Itu tidak lepas dari kerja kebudayaan dan inilah yang disebut sastra,” terangnya.

Untuk itu, perumusannya perlu beriringan dengan perkembangan zaman. Di era digitalisasi ini, sastra yang akan jadi pedoman tersebut harus disesuaikan dengan kondisi masyarakat agar mudah dipahami.

“Karena sastra harus dipahami semua orang. Jadi, apa yang mereka bawa, mereka baca itu jadi milik mereka sehingga jadi pegangan hidup,” tuturnya.

Pesantren, lanjut Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur itu, juga perlu memperhatikan konteks penulisan agar sastra tersebut tidak disisipi hal yang melanggar nilai-nilai kemurnian Islam dan menimbulkan perdebatan tak berkesudahan.

“Dengan sastra berfungsi sebagai sosial enginery, bahayanya kalau sisipan itu yang kemudian banyak terjadi memberi makna berbeda dari tulisan asli. Bahayanya di situ,” jelasnya.

Kusnadi pun berharap, rencana perumusan sastra ini dapat memberi manfaat bagi seluruh pihak dan tidak meninggalkan nilai-nilai budaya Nusantara.

“Proses belajar yang dilakukan di pesantren adalah proses belajar yang cakrawala. Santri diharapkan menjadi media dalam sosial untuk bagaimana masyarakat bisa dilahirkan menjadi tatanan baru yang dilandaskan dengan akidah islamiyah,” ungkapnya.

“Ini tantangan kita ke depan. Semoga nanti dengan bimbingan para kyai, ulama tantangan ini bisa kita hadapi dengan baik dan kita kembali ke ruh dari lahirnya sastra pesantren sebagaimana yang menjadi cita-cita kita semua,” pungkasnya. (nia/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Program Banyuwangi Hijau Layani 23.410 Rumah Tangga, Kelola Sampah Secara Sirkular

BANYUWANGI – Program Banyuwangi Hijau yang mengelola sampah secara sirkular terus mendapatkan animo positif dari ...
LEGISLATIF

Eri Irawan Inisiasi “Sekolah Sampah”, Dorong Warga Surabaya Mulai Pilah Sampah dari Rumah

Eri Irawan menginisiasi “Sekolah Sampah” untuk mendorong warga Surabaya memilah dan mengelola sampah dari rumah. ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi: Pemimpin Bukan Dinilai dari Penghargaan, Tapi Dampaknya bagi Rakyat

Eri Cahyadi menegaskan pemimpin sejati tidak diukur dari penghargaan, tetapi dampaknya terhadap kesejahteraan ...
KRONIK

Sensus Ekonomi 2026, Bupati Fauzi Ajak Masyarakat Memberikan Data yang Benar dan Jujur

SUMENEP – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menyambut baik Sensus Ekonomi 2026 yang dilaksanakan oleh Badan ...
LEGISLATIF

Novita Hardini Minta Pengawasan Daycare Diperketat usai Kasus Kekerasan Anak di Yogyakarta

Novita Hardini meminta pengawasan daycare diperketat usai kasus dugaan kekerasan anak di Yogyakarta menjadi sorotan ...
LEGISLATIF

DPRD Surabaya Kurangi Undangan Reses dari 250 Jadi 200 Orang per Titik

DPRD Surabaya mengurangi jumlah undangan reses dari 250 menjadi 200 orang per titik demi efektivitas dan efisiensi ...