Sabtu
26 September 2026 | 8 : 05

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

PWNU Jatim Berencana Buat Rumusan Sastra Pesantren, Ini Catatan Kusnadi

PDIP-Jatim-Kusnadi-18102022

SURABAYA – Ketua DPRD Provinsi Jawa Timur, Kusnadi, mengapresiasi rencana perumusan sastra pesantren dalam konteks kekinian oleh PWNU Jatim. Menurutnya, pesantren berperan besar dalam perubahan sosial masyarakat yang lebih terarah dan didasari ilmu keislaman rahmatan lil alamin.

“Inilah peran besar pesantren yang dalam konteks itu pola pendekatan yang dilakukan, salah satunya, dengan sastra,” ujarnya saat menjadi pembicara di Seminar Sastra Pesantren PWNU Jatim, Senin (17/10/2022).

Sastra merupakan ruh kehidupan pesantren. Hal itu telah terjadi sejak dulu, di mana saat itu para wali menyebarkan Islam lewat akulturasi budaya, dan sastra adalah adalah salah satunya.

“Dalam kehidupan ini tidak ada satupun yang lepas dari nilai-nilai budaya. Dengan agama hidup kita jadi terarah, dengan pendidikan hidup kita jadi mudah dengan budaya hidup kita jadi indah. Itu tidak lepas dari kerja kebudayaan dan inilah yang disebut sastra,” terangnya.

Untuk itu, perumusannya perlu beriringan dengan perkembangan zaman. Di era digitalisasi ini, sastra yang akan jadi pedoman tersebut harus disesuaikan dengan kondisi masyarakat agar mudah dipahami.

“Karena sastra harus dipahami semua orang. Jadi, apa yang mereka bawa, mereka baca itu jadi milik mereka sehingga jadi pegangan hidup,” tuturnya.

Pesantren, lanjut Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur itu, juga perlu memperhatikan konteks penulisan agar sastra tersebut tidak disisipi hal yang melanggar nilai-nilai kemurnian Islam dan menimbulkan perdebatan tak berkesudahan.

“Dengan sastra berfungsi sebagai sosial enginery, bahayanya kalau sisipan itu yang kemudian banyak terjadi memberi makna berbeda dari tulisan asli. Bahayanya di situ,” jelasnya.

Kusnadi pun berharap, rencana perumusan sastra ini dapat memberi manfaat bagi seluruh pihak dan tidak meninggalkan nilai-nilai budaya Nusantara.

“Proses belajar yang dilakukan di pesantren adalah proses belajar yang cakrawala. Santri diharapkan menjadi media dalam sosial untuk bagaimana masyarakat bisa dilahirkan menjadi tatanan baru yang dilandaskan dengan akidah islamiyah,” ungkapnya.

“Ini tantangan kita ke depan. Semoga nanti dengan bimbingan para kyai, ulama tantangan ini bisa kita hadapi dengan baik dan kita kembali ke ruh dari lahirnya sastra pesantren sebagaimana yang menjadi cita-cita kita semua,” pungkasnya. (nia/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

MILANGKORI

Malam Ketika Para Penari Tayub Diwisuda, Merawat Warisan Leluhur Trenggalek

ALUNAN gamelan terdengar mengalun di tengah keheningan malam. Irama musik tradisional itu berpadu dengan gerak ...
OLAHRAGA

Pemkot Surabaya Siapkan Fasilitas Olahraga Gratis untuk Putaran Nasional Piala Soeratin

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyiapkan sejumlah fasilitas olahraga milik pemerintah kota untuk ...
KRONIK

Bukan Cuma Soal Trofi, Bupati Lukman Sebut PORSADIN Jadi Ajang Level Up Karakter Santri Bangkalan

BANGKALAN – Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, mengingatkan para santri diniyah untuk menjaga kepercayaan dan tanggung ...
KRONIK

E-PAD dan SIMPLING Masuk Nominasi JAWARA 2026, Bupati Ipuk: Kami Kembangkan Sesuai Kebutuhan Masyarakat

BANYUWANGI – Dua inovasi Banyuwangi, E-PAD dan SIMPLING (Sistem Informasi Manajemen Pelayanan Laboratorium ...
KABAR CABANG

DPC Ngawi Cek Rutin Kesehatan Pengurus, Agar Tetap Bugar Dampingi Rakyat

NGAWI – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ngawi menggelar pemeriksaan kesehatan bagi pengurus partai di Kantor ...
LEGISLATIF

Anas Karno: Layanan Online dan Kehadiran ASN di Balai RW Harus Berjalan Bersamaan

SURABAYA – Sekretaris Komisi A DPRD Kota Surabaya Anas Karno menegaskan seluruh upaya untuk memberikan pelayanan ...