Selasa
11 Agustus 2026 | 9 : 26

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

PWNU Jatim Berencana Buat Rumusan Sastra Pesantren, Ini Catatan Kusnadi

PDIP-Jatim-Kusnadi-18102022

SURABAYA – Ketua DPRD Provinsi Jawa Timur, Kusnadi, mengapresiasi rencana perumusan sastra pesantren dalam konteks kekinian oleh PWNU Jatim. Menurutnya, pesantren berperan besar dalam perubahan sosial masyarakat yang lebih terarah dan didasari ilmu keislaman rahmatan lil alamin.

“Inilah peran besar pesantren yang dalam konteks itu pola pendekatan yang dilakukan, salah satunya, dengan sastra,” ujarnya saat menjadi pembicara di Seminar Sastra Pesantren PWNU Jatim, Senin (17/10/2022).

Sastra merupakan ruh kehidupan pesantren. Hal itu telah terjadi sejak dulu, di mana saat itu para wali menyebarkan Islam lewat akulturasi budaya, dan sastra adalah adalah salah satunya.

“Dalam kehidupan ini tidak ada satupun yang lepas dari nilai-nilai budaya. Dengan agama hidup kita jadi terarah, dengan pendidikan hidup kita jadi mudah dengan budaya hidup kita jadi indah. Itu tidak lepas dari kerja kebudayaan dan inilah yang disebut sastra,” terangnya.

Untuk itu, perumusannya perlu beriringan dengan perkembangan zaman. Di era digitalisasi ini, sastra yang akan jadi pedoman tersebut harus disesuaikan dengan kondisi masyarakat agar mudah dipahami.

“Karena sastra harus dipahami semua orang. Jadi, apa yang mereka bawa, mereka baca itu jadi milik mereka sehingga jadi pegangan hidup,” tuturnya.

Pesantren, lanjut Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur itu, juga perlu memperhatikan konteks penulisan agar sastra tersebut tidak disisipi hal yang melanggar nilai-nilai kemurnian Islam dan menimbulkan perdebatan tak berkesudahan.

“Dengan sastra berfungsi sebagai sosial enginery, bahayanya kalau sisipan itu yang kemudian banyak terjadi memberi makna berbeda dari tulisan asli. Bahayanya di situ,” jelasnya.

Kusnadi pun berharap, rencana perumusan sastra ini dapat memberi manfaat bagi seluruh pihak dan tidak meninggalkan nilai-nilai budaya Nusantara.

“Proses belajar yang dilakukan di pesantren adalah proses belajar yang cakrawala. Santri diharapkan menjadi media dalam sosial untuk bagaimana masyarakat bisa dilahirkan menjadi tatanan baru yang dilandaskan dengan akidah islamiyah,” ungkapnya.

“Ini tantangan kita ke depan. Semoga nanti dengan bimbingan para kyai, ulama tantangan ini bisa kita hadapi dengan baik dan kita kembali ke ruh dari lahirnya sastra pesantren sebagaimana yang menjadi cita-cita kita semua,” pungkasnya. (nia/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

SEMENTARA ITU...

Wabup Lamongan Lepas 38 Anggota Pramuka ke Jambore Nasional 2026

LAMONGAN – Wakil Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Wakamabicab) Gerakan Pramuka Lamongan sekaligus Wakil Bupati ...
EKSEKUTIF

Mas Ipin Turun ke Pesisir Munjungan, Tegaskan Pemkab Trenggalek Hadir dan Serap Aspirasi Warga

TRENGGALEK – Bupati Trenggalek M. Nur Arifin menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk tetap hadir di tengah ...
LEGISLATIF

Kanang Serahkan Tiga Unit Combine Harvester untuk Poktan di Ngawi

NGAWI – Kabupaten Ngawi dikenal sebagai salah satu daerah lumbung padi nasional. Di tingkat Jawa Timur, Ngawi juga ...
UMKM

Polikultur Rumput Laut dan Bandeng di Pangkahkulon Gresik Dilirik DPRD, Kades Sebut Air Tambak Jernih seperti Akuarium

GRESIK — Inovasi budidaya rumput laut yang dipadukan dengan ikan bandeng dan udang (polikultur) di Desa ...
SEMENTARA ITU...

Eri Cahyadi Ingatkan Mahasiswa Baru ITS: Jangan Hanya Andalkan AI, Perkuat Karakter dan Integritas

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengingatkan mahasiswa baru ITS agar tidak hanya mengandalkan AI, tetapi memperkuat ...
SEMENTARA ITU...

Andreas Buka Peluang UMKM Eks Dolly Tembus Pasar Ekspor, Risma Tekankan Pasar Lokal Harus Kuat

Anggota DPR RI Andreas Eddy Susetyo membuka peluang UMKM eks Dolly menembus pasar ekspor, sementara Risma ...