Minggu
26 Juli 2026 | 11 : 50

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Putusan MK Wajibkan Perempuan di AKD, Sri Rahayu: Langkah Besar Memperkuat Demokrasi

pdip jatim 251120 sri rahayu

BLITAR – Wakil Sekretaris Jenderal Bidang Kerakyatan DPP PDI Perjuangan, Sri Rahayu, menyambut positif putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mewajibkan keterwakilan perempuan di setiap alat kelengkapan dewan (AKD), baik sebagai anggota maupun unsur pimpinan.

Menurutnya, langkah ini menjadi tonggak penting untuk memastikan perempuan memperoleh ruang yang setara dalam proses pengambilan keputusan publik.

Sri Rahayu menegaskan, putusan tersebut tidak hanya berdampak pada struktur legislatif, tapi juga menjadi dorongan moral bagi berbagai sektor untuk ikut memperhatikan keadilan gender.

“Ini kabar baik bagi perempuan. Negara harus hadir, bukan hanya dalam legislatif DPR atau DPRD, tetapi juga dalam aparatur sipil negara, unit kerja swasta, hingga BUMN,” kata Sri Rahayu menjawab pertanyaan wartawan soal putusan MK wajibkan perempuan di AKD, usai memberikan materi pada seminar pendidikan politik kepada perempuan di gedung LEC Garum, Rabu (19/11/2025).

“Semua lembaga harus benar-benar memberi perhatian pada peran perempuan,” imbuhnya.

Dia menilai, pemberdayaan perempuan harus dimulai dari lembaga legislatif sebagai garda depan pembuat kebijakan. Dengan adanya kewajiban keterwakilan di AKD, perempuan diharapkan semakin percaya diri untuk menunjukkan kualitas dan kapasitasnya.

“Posisi perempuan dan laki-laki itu sebenarnya sama. Yang paling penting adalah bagaimana peran itu dijalankan, baik dalam keluarga maupun di ranah publik. Perjuangan ini bukan semata-mata soal memenuhi kuota, tapi memastikan kualitas perempuan benar-benar diperhatikan,” jelasnya.

Sri Rahayu juga menekankan bahwa DPP PDIP, khususnya bidang kerakyatan dan pemberdayaan perempuan, telah mendapat mandat untuk turun langsung ke daerah.

DPP PDIP akan menggelar kegiatan pembelajaran bersama untuk meningkatkan kapasitas perempuan di berbagai lapisan masyarakat.

“Kami terus mendorong perempuan agar berdaya. Mereka punya peran strategis dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Karena itu, kami turun ke daerah untuk memberikan penguatan, baik dari sisi kemampuan maupun keterampilan yang dibutuhkan,” ujar Sri Rahayu.

Menurut dia, putusan MK ini bukan sekadar regulasi, melainkan momentum mempercepat hadirnya perempuan-perempuan berkualitas di pusat maupun daerah.

“Ketika kualitas perempuan meningkat, maka kualitas demokrasi dan pembangunan bangsa juga ikut naik,” pungkasnya. (arif/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

30 Tahun Kudatuli, DPC Kabupaten Pasuruan Gelar Renungan dan Sarasehan Sejarah

KABUPATEN PASURUAN – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Pasuruan menggelar renungan dan sarasehan untuk mengenang ...
KRONIK

Deni Wicaksono Ajak Kader PDI Perjuangan Pegang Teguh Prinsip ‘Jas Merah’

Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jatim Deni Wicaksono mengajak seluruh kader memegang teguh prinsip Jas Merah dalam ...
HEADLINE

PDIP Jatim Buka Ruang Dialog Mahasiswa, Perkuat Fungsi Kontrol terhadap Pemerintah

DPD PDI Perjuangan Jawa Timur membuka ruang dialog bagi gerakan mahasiswa untuk memperkuat fungsi kontrol terhadap ...
KABAR CABANG

Doding Rahmadi Targetkan PDI Perjuangan Tambah Kursi DPRD dari Dapil 3 Trenggalek pada 2029

Sekretaris DPC PDI Perjuangan Trenggalek Doding Rahmadi menargetkan penambahan kursi DPRD dari Dapil 3 pada Pemilu ...
KABAR CABANG

DPC PDI Perjuangan Malang Raya Siap Perbanyak Ruang Dialog untuk Generasi Muda

MALANG – DPC PDI Perjuangan di Malang Raya berkomitmen memperbanyak ruang dialog bersama generasi muda usai ...
LEGISLATIF

Gedung yang Belum Rampung, Harapan yang Tak Pernah Mangkrak

KEDIRI – Di sudut Kelurahan Ringinanom, Kota Kediri, berdiri sebuah bangunan yang tak lagi asing bagi warga. ...