Sabtu
12 September 2026 | 7 : 19

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Putus Mata Rantai Corona, Risma Sebar 7.223 Rapid Test

pdip-jatim-risma-070520-2

SURABAYA – Untuk memutus mata rantai persebaran virus corona atau Covid-19, Pemkot Surabaya telah menebar rapid test secara massal di sejumlah wilayah Kota Pahlawan.

Terhitung sejak April hingga 12 Mei, sebanyak 7.223 alat rapid test yang sudah digunakan untuk warga Surabaya.

Wali Kota Tri Rismaharini mengatakan, dari angka 7.223 tersebut, rapid test sudah digelar untuk orang tanpa gejala (OTG) sebanyak 4.585 orang.

Hasilnya, 650 orang di antaranya dinyatakan reaktif dan 3.935 negatif. Kemudian orang dalam pemantauan (ODP) berjumlah 641 terdiri dari 51 orang yang reaktif dan 590 negatif.

“Untuk pasien dalam pengawasan (PDP) jumlahnya 160 pasien yang didalamnya terdapat 41 pasien reaktif dan 119 negatif,” jelas Risma, Rabu (13/5/2020).

Dia menambahkan, untuk tenaga kesehatan (nakes) berjumlah 1.837 orang. Dari angka tersebut, 46 di antaranya reaktif dan 1.791 nakes dinyatakan negatif.

Dalam menentukan kawasan yang di rapid test, Risma mengaku, tidak serta merta begitu saja. Sebelum dilakukan rapid test, ia memastikan melihat data terlebih dahulu.

Pasalnya jika terdapat daerah dengan jumlah warga yang terkonfirmasi Covid-19 cukup banyak maka di situ akan dilakukan rapid test serentak. “Jadi setelah saya lihat data, yang banyak dimana? Oke, di situ dilakukan rapid test,” jelasnya.

Masih terkait upaya memutus mata rantai penyebaran virus corona, Pemkot Surabaya juga melakukan langkah menambah bed untuk rumah sakit karantina.

Pemkot Surabaya menyediakan bed tambahan di dua rumah sakit rujukan yaitu, RS Husada Utama dan RS Siloam Surabaya.

Risma mengatakan Pemkot Surabaya sudah melakukan kerja sama dengan RS Husada Utama. Gedung pertemuan di rumah sakit tersebut akan disulap menjadi tempat perawatan pasien.

“Kita maksimalkan Husada Utama dengan kapasitas 200 bed, terus ada sisa sekitar 40 bed yang belum dimanfaatkan. kita juga dibantu Siloam 40 bed. Nanti kita tinggal perbaiki saja,” kata Risma. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Desil Bukan Lagi Acuan Tunggal, Pemkot Surabaya Libatkan Warga dan Pemuda Verifikasi Bansos

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengubah pola penentuan penerima bantuan sosial (bansos) dengan tidak ...
KRONIK

Raker PP Bamusi, Gus Falah Sampaikan Urgensi Ukhuwah Wathoniyah Ormas-ormas Islam

CIANJUR – Pengurus Pusat Baitul Muslimin Indonesia (PP Bamusi) menggelar rapat kerja untuk merumuskan program ...
EKSEKUTIF

Wawali Mojokerto: Jaminan Sosial Ketenagakerjaan adalah Hak Dasar Setiap Pekerja

MOJOKERTO – Wakil Wali Kota Mojokerto Rachman Sidharta Arisandi menegaskan jaminan sosial ketenagakerjaan merupakan ...
KRONIK

Buka Raker PP Bamusi, Hasto Kristiyanto Ingatkan Pengurus Hadirkan Islam Revolusioner

CIANJUR — Islam, menurut Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, tidak boleh berhenti sebagai agama ritual. Ia ...
KRONIK

Dilema Air di Perumahan Elit, DPRD Surabaya Minta PDAM Segera Negosiasi dengan Pengembang

SURABAYA – Temuan adanya tiga perusahaan pengembang raksasa di Surabaya, termasuk kawasan hunian papan atas, ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi: Rp5 Juta per RW Jangan Habis untuk Seremoni, Harus Jadi Penghasilan Gen Z

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya meminta anggaran kegiatan Generasi Z (Gen Z) sebesar Rp5 juta per RW ...