Jumat
24 Juli 2026 | 11 : 29

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Prihatin Kasus Pencabulan di Lembaga Pendidikan, Renny: Harus Ada Efek Jera Terhadap Pelakunya

pdip-jatim-220528-renny-wasbang-1

KEDIRI – Ketua Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur Wara Sundari Renny Pramana menyoroti kasus pencabulan anak yang terjadi beberapa waktu terakhir. Renny prihatin, karena peristiwa pencabulan tersebut justru terjadi lembaga pendidikan yang mengajarkan soal akhlak.

Legislator yang juga Bendahara DPD PDI Perjuangan Jatim ini menyebut ironis, karena kasusnya terjadi di lingkungan sekolah agama dan dilakukan oleh oknum pengajar yang seharusnya menjadi panutan dalam hal perilaku.

Dalam pemahamannya selama ini, jelas Renny, di sekolah agama maupun pondok pesantren selain mendapat pendidikan formal juga mengutamakan akhlak.

Namun melihat beberapa kasus terakhir, bebernya, menggambarkan bahwa di pondok pun tidak aman, karena pelakunya justru tokoh sentral di pondok tersebut, yang seharusnya menjadi panutan bagi santrinya.

Menurut Renny, aksi kekerasan seksual di lingkungan pendidikan seringkali terjadi karena lemahnya pengawasan dari instansi terkait maupun pihak berwajib.

Untuk itu, legislator yang membidangi pendidikan dan kesejahteraan rakyat itu menyebutkan, harus ada kesepakatan bersama, baik dari pemerintah atau masyarakat, untuk memantau langsung pelaksanaan pembelajaran di sekolah umum maupun di pondok pesantren.

“Kita harus duduk bersama dengan goodwill, dan pemerintah harus hadir mengurai dan menyelesaikan bersama agar tidak ada lagi kasus-kasus seperti di Jombang, Banyuwangi dan Batu,” kata Renny, saat di Kota Kediri, Senin (18/7/2022).

Mantan Ketua DPRD Kota Kediri ini menambahkan, kasus dugaan kekerasan seksual yang terjadi di salah satu SMA wilayah Batu Malang mendapat perhatian dari Komisi E DPRD Jatim.

“Bahkan Komisi E turun ke sana, beberapa kali kesana. Akhirnya kira koordinasi dengan Kapolda, juga dengan pimpinan kepolisian di Kota Batu. Ini tidak bisa dibiarkan karena sangat keterlaluan,” sebutnya.

Pihaknya pun mengapresiasi apa yang sudah dilakukan oleh aparat kepolisian, yang telah melakukan penindakan terhadap siapa pun pelaku kekerasan seksual untuk memberikan efek jera.

“Harus ada efek jera terhadap siapa pun pelaku kekerasan seksual. Tidak boleh pandang bulu seperti halnya di Jombang. Itu saya sangat mengapresiasi ketegasan aparat, dengan telaten, sabar dan santun tanpa harus menggunakan kekerasan bisa menangkap pelakunya,” kata Renny. (putera/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Rapat Koordinasi dengan Kementan, Bupati Fauzi: Petani Maju, Hasil Panen Meningkat

JAKARTA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep berkomitmen memperkuat sektor pertanian melalui sinergi dengan ...
KABAR CABANG

DPC PDI Perjuangan Trenggalek Targetkan Musran-Musanran Rampung 29 Juli

DPC PDI Perjuangan Trenggalek menargetkan Musran dan Musanran di seluruh kecamatan rampung pada 29 Juli 2026 ...
HEADLINE

DPRD Jatim Minta Sekolah Tak Wajibkan Orang Tua Beli Seragam dan Perlengkapan Tertentu

Wakil Ketua DPRD Jawa Timur Deni Wicaksono meminta sekolah tidak mewajibkan orang tua membeli seragam maupun ...
HEADLINE

Said Abdullah: RedTalks Wadah Bersama, Tempat Kami Mendengar Suara Anak Muda

SURABAYA – Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Said Abdullah mengatakan anak muda masa kini memiliki pengalaman ...
KRONIK

Pedagang Pasar Baru Magetan Kadung Cemas Tergusur Bioskop, Jeketek Investor Masih Wacana

MAGETAN – Komisi B DPRD Kabupaten Magetan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) guna menyelesaikan polemik dan ...
KRONIK

Kunjungi PT BSI Tumpang Pitu, Sonny PDIP Dorong Investasi Berpihak pada Masyarakat

BANYUWANGI – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI, Sonny T. Danaparamita, menegaskan pentingnya memastikan ...