Jumat
16 Oktober 2026 | 2 : 33

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Politisi PDIP Sebut Tiga Tantangan Utama TNI Mendatang

pdip-jatim-atraksi-bela-diri-hut-tni

JAKARTA – Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Andreas Hugo Pareira mengatakan, TNI setelah Era Reformasi secara bertahap membangun dirinya menjadi tentara profesional, apalagi usia TNI saat ini sudah 74 tahun.

Menurut dia, tentara profesional tentu harus didukung oleh prajurit-prajurit yang mempunyai ilmu dan pengetahuan yang luas, disiplin, dan terlatih secara reguler.

“Tentara profesional juga harus didukung oleh alutsista yang memadai serta jaminan kesejahteraan prajurit dan keluarganya yang terpenuhi,” kata Andreas di Jakarta, Sabtu (5/10/2019).

Andreas kemudian menyebutkan tiga tantangan TNI di masa mendatang. Pertama, dari segi organisasi. Mengingat wilayah Indonesia adalah kepulauan dan dua pertiganya adalah lautan, maka dibutuhkan keseimbangan kekuatan strategis.

“Kekuatan matra laut dan udara perlu mendapat porsi lebih untuk mengamankan keseluruhan wilayah lndonesia,” kata dia.

Dia menilai keseimbangan kekuatan pertahanan ketiga matra dalam perencanaan strategis pertahanan negara perlu mendapat perhatian lebih serius. Peningkatan kekuatan pertahanan laut dan udara, baik dari segi kuantitas maupun kualitas, perlu mendapat perhatin khusus, tanpa harus mengurangi porsi kekuatan matra darat..

Kedua, lanjut Andreas kekuatan tiga matra juga sangat bergantung pada kesiapan negara mendukung melalui penyediaan anggaran dalam setiap tahun pengganggaran. Problemnya sampai saat ini, menurut dia, ketersediaan anggaran setiap tahun anggaran masih jauh dari kebutuhan minimum kekuatan pertahanan kita (minimum essentials force/MEF).

“Sebagai contoh, dari kurang lebih kebutuhan MEF untuk 2020 sekitart Rp 250 trilun, realisasi dalam pagu indikatif APBN 2020 baru mencapai Rp 126,5 triliun. Artinya, baru sekitar 50% yang bisa dipenuhi oleh negara,” terang dia.

Ketiga, tambah Andreas, tantangan terkait industri pertahanan. Pasalnya, kata dia, untuk membagun TNI yang kuat harus didukung oleh industri pertahanan.

Menurut dia, negara sebesar dan seluas Indonesia, alutsistanya tidak boleh bergantung pada negara lain. “Hal ini yang sampai kini masih jauh dari kesiapan,” kata dia.

Terlepas dari tantangan-tantangan yang dihadapi, tutur Andreas, TNI dikenal mempunyai semangat tempur pantang menyerah yang teruji. “Jiwa, semangat dan patriotisme prajurit-prajurit TNI kita merupakan modal utama yang mampu melahirkan deterrent effect. Dirgahayu ke-74 TNI. Tentara profesional, negara kuat,” kata Andreas. (beritasatu)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Data Desil Bansos Bermasalah, Sri Untari Dorong Pemutakhiran Lebih Cepat

JAKARTA – Ketidakakuratan data kesejahteraan dan lambatnya pemutakhiran berisiko membuat bantuan sosial (bansos) ...
EKSEKUTIF

344 Koperasi Desa Merah Putih di Kediri Harus Kantongi SLF Sebelum Beroperasi

KEDIRI – Pemerintah Kabupaten Kediri memastikan 344 unit Koperasi Desa Merah Putih (KDKMP) yang telah disiapkan ...
KRONIK

Perhatikan Nasib Ibu Saena dan Delapan Anaknya, Hakim: Kami Bantu Fasilitasi Pendidikan Mereka

BANGKALAN – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Bangkalan, Nur Hakim, memberikan perhatian terhadap kondisi ibu ...
KRONIK

Kukuhkan 66 Kepala Sekolah, Bupati Lukman Tekankan Integritas dan Mutu Pendidikan

BANGKALAN – Kepala sekolah bukan sekadar menduduki jabatan struktural, tetapi juga memegang tanggung jawab besar ...
KRONIK

Sambut Hari Santri, Pemkab Banyuwangi Gelar Cek Kesehatan Gratis untuk 28 Ribu Santri

BANYUWANGI – Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2026 yang jatuh setiap tanggal 22 Oktober, Pemerintah ...
KRONIK

Antrean BBM Meluas di Jember, Widarto Kritik Pertamina Tak Transparan

JEMBER – Antrean panjang di sejumlah SPBU Jember belum terjawab penyebabnya. Wakil Ketua DPRD Jember, Widarto, ...