Kamis
19 Februari 2026 | 10 : 44

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Politisi PDIP Sebut Tiga Tantangan Utama TNI Mendatang

pdip-jatim-atraksi-bela-diri-hut-tni

JAKARTA – Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Andreas Hugo Pareira mengatakan, TNI setelah Era Reformasi secara bertahap membangun dirinya menjadi tentara profesional, apalagi usia TNI saat ini sudah 74 tahun.

Menurut dia, tentara profesional tentu harus didukung oleh prajurit-prajurit yang mempunyai ilmu dan pengetahuan yang luas, disiplin, dan terlatih secara reguler.

“Tentara profesional juga harus didukung oleh alutsista yang memadai serta jaminan kesejahteraan prajurit dan keluarganya yang terpenuhi,” kata Andreas di Jakarta, Sabtu (5/10/2019).

Andreas kemudian menyebutkan tiga tantangan TNI di masa mendatang. Pertama, dari segi organisasi. Mengingat wilayah Indonesia adalah kepulauan dan dua pertiganya adalah lautan, maka dibutuhkan keseimbangan kekuatan strategis.

“Kekuatan matra laut dan udara perlu mendapat porsi lebih untuk mengamankan keseluruhan wilayah lndonesia,” kata dia.

Dia menilai keseimbangan kekuatan pertahanan ketiga matra dalam perencanaan strategis pertahanan negara perlu mendapat perhatian lebih serius. Peningkatan kekuatan pertahanan laut dan udara, baik dari segi kuantitas maupun kualitas, perlu mendapat perhatin khusus, tanpa harus mengurangi porsi kekuatan matra darat..

Kedua, lanjut Andreas kekuatan tiga matra juga sangat bergantung pada kesiapan negara mendukung melalui penyediaan anggaran dalam setiap tahun pengganggaran. Problemnya sampai saat ini, menurut dia, ketersediaan anggaran setiap tahun anggaran masih jauh dari kebutuhan minimum kekuatan pertahanan kita (minimum essentials force/MEF).

“Sebagai contoh, dari kurang lebih kebutuhan MEF untuk 2020 sekitart Rp 250 trilun, realisasi dalam pagu indikatif APBN 2020 baru mencapai Rp 126,5 triliun. Artinya, baru sekitar 50% yang bisa dipenuhi oleh negara,” terang dia.

Ketiga, tambah Andreas, tantangan terkait industri pertahanan. Pasalnya, kata dia, untuk membagun TNI yang kuat harus didukung oleh industri pertahanan.

Menurut dia, negara sebesar dan seluas Indonesia, alutsistanya tidak boleh bergantung pada negara lain. “Hal ini yang sampai kini masih jauh dari kesiapan,” kata dia.

Terlepas dari tantangan-tantangan yang dihadapi, tutur Andreas, TNI dikenal mempunyai semangat tempur pantang menyerah yang teruji. “Jiwa, semangat dan patriotisme prajurit-prajurit TNI kita merupakan modal utama yang mampu melahirkan deterrent effect. Dirgahayu ke-74 TNI. Tentara profesional, negara kuat,” kata Andreas. (beritasatu)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Puan Ajak Tumbuhkan Kepedulian dan Persaudaraan di Bulan Suci Ramadan

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani mengucapkan selamat menyambut Ramadan 1447 H. Ia pun mengajak seluruh umat ...
KRONIK

Said Abdullah Salurkan Zakat Mal ke Ribuan Jemaah Tarawih di Sumenep

SUMENEP – Ketua Banggar DPR RI sekaligus Ketua DPD PDI Perjuangan Jatim, MH Said Abdullah, menunaikan zakat mal ...
KRONIK

Bupati Ipuk Deklarasi Banyuwangi ASRI, Program Kebersihan Berkelanjutan dan Terintegrasi

BANYUWANGI – Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengakselerasi Program Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan ...
KRONIK

Warga Ngrayun Ponorogo Lapor ke Sasa, Jembatan yang Ambrol didatangi Wakil Bupati

PONOROGO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo meninjau langsung jembatan kerek darurat di Dusun Purworejo, Desa ...
KRONIK

Dari Pena ke Pengabdian, Perjalanan Martha Membangun Desa dan Literasi

BONDOWOSO – Di sebuah sudut Desa Penambangan, Kecamatan Curahdami, cerita tentang perubahan tidak selalu dimulai ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Tegaskan Dana Rp5 Juta per RW Bukan untuk Seremoni, Tapi Latih Kemandirian Gen Z

SURABAYA – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan program alokasi dana Rp5 juta per bulan untuk setiap Rukun ...