oleh

Pilkada Diundur, Kusnadi Minta Kandidat Tetap Turun ke Masyarakat

SURABAYA – Pemerintah dan DPR RI sepakat memundurkan jadwal pelaksanaan pilkada serentak menyusul pandemi virus Corona (Covid-19). Rapat kerja kedua pihak, Selasa (14/4/2020), memutuskan hari H pemungutan suara adalah 9 Desember 2020 dari jadwal semula 23 September 2020.
 
Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Kusnadi SH MHum menyambut baik keputusan tersebut. Dia juga telah berkoordinasi dengan para kandidat yang akan maju pilkada terkait keputusan perubahan jadwal pilkada.

“Menurut kami itu keputusan yang baik. Saya juga sudah berkoordinasi dengan teman-teman yang akan maju pilkada melalui PDI Perjuangan. Saya sampaikan jika ini waktunya semakin panjang untuk bergerak,” kata Kusnadi, Rabu (15/4/2020).
 
Meski begitu, lanjut Kusnadi, dia minta para kandidat untuk tetap bergerak menemui rakyat. Sebab saat ini rakyat tengah menghadapi masalah besar, yakni menghadapi wabah Corona.

“Saat kamu akan menjadi pemimpin sementara rakyat sedang menghadapi masalah, sedang menghadapi bencana, pemimpin jangan lari. Harus ada di tengah-tengah masyarakat. Jangan takut terserang Covid-19. Apakah nanti kemudian harus berkorban akibat perhatian dan pengayoman yang kita berikan kepada masyarakat, itu risiko seorang pemimpin,” tuturnya.
 
Pria yang juga Ketua DPRD Jatim ini menambahkan, dirinya tidak menyarankan seorang calon pemimpin untuk hadir di tengah-tengah rakyat hanya ketika mendekati masa pemilihan. Apalagi menggunakan cara-cara pragmatis dengan memberikan uang sogokan untuk memilih.  
 
“Jangan hanya hadir dan menemui rakyat saat membutuhkan untuk dipilih rakyat. Apalagi kemudian memberi selembar uang Rp 50 ribu-an misalnya, pada saat pemilihan, tidak boleh itu. PDI Perjuangan tidak seperti itu. Rakyat dalam kondisi susah menghadapi bencana atau wabah, pemimpin harus ada tengah-tengah rakyat. Apapun risikonya, harus dipikul,” tegas Kusnadi.
 
Meski begitu, Kusnadi menegaskan agar para kandidat yang terjun ke masyarakat untuk tetap mematuhi protokol pencegahan Covid-19. “Karena kondisi saat ini, maka tidak boleh ada pengumpulan massa. Maka harus dilakukan door to door. Syukur-syukur bisa membantu rakyat meski hanya selembar masker, sebotol kecil hand sanitizer, bahkan sebatang sabun pun, berikan kepada rakyat karena itu yang dibutuhkan rakyat,” ujarnya. (her)